Memberi perhatian pada Borobudur bagi umat Buddha Indonesia saat ini sebenarnya sudah agak terlambat. Diibaratkan seorang wanita, Borobudur sudah tidak lagi perawan, Borobudur sudah bersuami! Kita harus ingat bahwa Borobudur adalah 'peninggalan' atau sesuatu yang ditinggalkan oleh si pemilik yang tentunya sudah mati. Boleh2 saja kalau kita mengklaim sebagai milik bersama. Namun kita harus ingat pula bahwa yang banyak berperan dalam 'membangun kembali' Borobudur adalah orang2 Belanda, orang2 Inggris, Arkeolog Sukmono, dan Unesco. Umat Buddha apakah perorangan ataupun organisasi hampir tidak terlibat, termasuk saat restorasi akibat peristiwa pengeboman beberapa stupa Borobudur. Dan karena berada di dalam wilayah kedaulatan negara RI maka secara hukum Borobudur adalah milik Pemerintah RI.
Realita yang kita lihat sekarang adalah bahwa Borobudur lebih difungsikan sebagai mesin penghasil uang dibandingkan sebagai tempat suci. Mengkritik usaha2 yang mempromosikan tempat ini sebagai aset wisata penghasil devisa negara hanya seperti memandamkan kobaran api dengan setetes air keringat. Kalaupun semua umat Buddha bersatu menyuarakan keberatan yang sama, maka 'mereka' akan membalikkan pertanyaan ke kita, Borobudur milik siapa? atau, kontribusi apa yang pernah diberikan umat Buddha Indonesia bagi restorasi dan pelestarian Borobudur? tidak ada. Namun bisa2 saja kalau dengan alasan 'care' terhadap kelestarian candi ini kita mengajukan protes terhadap tindakan2 yang berpotensi merusak kelestarian candi. Tapi kepada siapa? Kepada SGM4? mereka justru semakin gencar menayangkan iklan tersebut karena ketahuan menjadi perhatian (rating). Kepada pemerintah? Kerusakan 2 mm per hari tidak akan mengusik mereka karena Brbdr mampu mendatangkan $1000 - $5000 per hari! (Tiket masuk $10 utk orang asing). Paling tepat adalah kepada UNESCO karena merekalah yang paling banyak kontribusinya dan mereka lebih 'pure' terhadap usaha2 pelestarian peninggalan2 bersejarah. Namun kalau UNESCO saja diam dalam artian tidak terlalu mengkhawatirkan hal itu, sudahlah, lupakan saja. Memang betul secara psikologi Borbdr adalah milik umat Buddha, namun 'link'-nya sudah terlalu jauh. Bagi saya, Borobudr lebih merupakan refleksi keberhasilan orang2 Jawa atau siapa pun pada masa itu yang hidup tahun 700-an Masehi di pulau Jawa dalam memahami ajaran Guru Agung Buddha Gautama. Katakanlah itu sebagai bukti bahwa orang2 ras Indonesia pun mampu mencapai keadaan batin tertinggi mereka (highest state being, highest compassion and wisdom) sebagai seorang manusia biasa. Semoga semua makhluk di alam manapun mampu mencapai keadaan bathin tertinggi mereka, kebahagiaan oleh karena kebijaksanaan dan belaskasih yang tertinggi di seluruh alam. Yadi Go [EMAIL PROTECTED] wrote: Mengingat pentingnya hal ini, terutama menyikapi iklan SGM4 yang tidak berpihak pada pelestarian candi warisan peradaban bangsa Indonesia ini, maka artikel ini saya post ulang. Setelah menyimak artikel ini, saya mengajak rekan sekalian untuk ikut ambil bagian memberi tekanan pada PT. Sari Husada selaku produsen SGM 4 untuk menghentikan penayangan iklan tersebut (tadi malam saya masih menyaksikan iklan tersebut di tv) dengan mengirimkan protes lewat KONTAK ataupun nomor telpon yang ada di situs Sari Husada. Akses ke: http://www.sarihusada.co.id pada bagian bawah terdapat link CONTACT US. http://www.sarihusada.co.id/ina/contact/index.php atau langsung melakukan protes per telepon: Jakarta Office Wisma GKBI Lantai 18 Jl. Jendral Sudirman No. 28 Jakarta 10210, Indonesia Phone: (62-21) 255 37 333 (hunting) Fax: (62-21) 255 37 334 Yogyakarta Office: Jl. Kusumanegara 173 Yogyakarta 55165, Indonesia Phone: (62-274) 512 990 Fax: (62-274) 563 328 ------------------------------------------- Kembalikan Borobudur Kita Oleh: Abin Nagasena Lima belas tahun lalu, untuk pertama kalinya saya mengunjungi candi Borobudur dengan tujuan sekedar jalan-jalan sekaligus ingin melihat dengan mata kepala sendiri sebuah maha karya (masterpiece) nenek moyang yang deleted. Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic Messages | Files | Photos | Links | Database ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe Recent Activity 2 New Members Visit Your Group Y! GeoCities Share More Create a blog, web site, and more. Need traffic? Drive customers With search ads on Yahoo! Yahoo! Groups Start a group in 3 easy steps. Connect with others. . --------------------------------- TV dinner still cooling? Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV. [Non-text portions of this message have been removed]
