Namo Buddha ye, Sekedar sharing untuk menambah pengetahuan intelek mengenai "Jalan Keselanatan Buddha Dharma"
Saat Buddha menapakan kaki saat kelahiran : Di langit dan di bumi, hanya AKU yang berkuasa (Thian Sang Thian Shia, Wei Wo tu Chuen) Sesepuh Mahayana memandang 84.000 Buddha dharma dalam 5 tingkatan : 1. Jalan menjadi orang baik bermoral dan sejahtera, mempraktekan 5 Sila dan gemar berdana, menginginkan kehidupan baik dalam kehidupan ini. Note : Buddha Dharma paling banyak dipraktekan umat awan Theravada, Mahayana, Vajrayana. 2. Jalan Keselamatan Manusia - Langit, Prakteknya adalah : menjalankan 5 sila, gemar berdana dan melatih Samadhi. dengan bekal ini seseorang berpotensi akan dilahirkan di langit Twatimsa sekaligus menjadi Raja langit Twatimsa (Beberapa Bikhu mengintrepetasikan berdasarkan cosmologie yang dibabarkan Buddha sebagai Raja Twatimsa (Tauw Lie Thian) sebagai Tuhan Semawi, kaum Islam Sufi Tasawuf dan Sjeh Siti Jenar rupanya sudah sampai pengetahuan demikian), dimana Raja Langit ini masih punya amarah, ego memperbudak hambanya, rasa cemburu, kutuk mengutuk seperti tertulis dalam Perjanjian Lama, tetapi juga menganjurkan 10 Testament (mirip 10 Kebajikan Dharma) untuk hamba2nya. Note : Umat Buddhist harus melek Dharma Buddha untuk memahami alur Suara Batin-pikiran para Nabi yang tertulis dalam Perjanjian Lama dan Baru, karena Jesus dan Nabi2 Semawi tidak lain adalah praktisi Dharma yang berada dialam Twatimsa dengan Dualisme tebal : suka dipuji, suka punya hamba, suka marah, suka cenburu, suka mengutuk. marah kepada hambanya yang tidak patuh Sodom Gomoroh, menurunkan bencana dan kematian bagi anak sulung Mesir dst.... 3. Jalan Keselamatan Pandangan Terang (Sambhodi), yang dipraktekan Sravaka, Pacceka Buddha 4. Jalan Bodhisattva, yang dipraktekan sebagian Mahayana (Samyak Sambhodi), 5. Jalam Satu Yana Kebuddhaan (anuttara Samyak Sambodhi) Sesepuh Vajrayana memandang 84.000 Buddha dharma dalam 3 tingkatan 1. Jalan praktisi bawah - hanya mengejar keselamatan dan kesejahteraan di kehidupan ini saja 2. Jalan praktisi menengah - mengejar keselamatan dengan jalan melepaskan diri dari 6 Samsara 3. Jalan praktisi atas - mengejar menjadi Buddha (tingkat batin annutara Samyak Sambodhi) dengan motivasi menolong semua mahluk yang menderita diseluruh Dharmakaya. rgrs. ----- Original Message ----- From: Rudi Hardjon Dhammaraja To: [email protected] Sent: Sunday, September 09, 2007 5:12 PM Subject: Re: [MABINDO] AKUlah satu-satunya Jalan Keselamatan Namatthu Buddhassa - Namo Buddhaya, Semoga rekan-rekan semua dalam keadaan berbahagia di dalam Dhamma, Bhagavaa. Saya ikut nimbrung nich .... Untuk kita semua dalam hal ini saya sampaikan bahwa pengetahuan yang saya ketahui bahwa di ajaran lain selalu menonjolkan sosok seseorang dalam artian bahwa hanya beliaulah yang bisa yang lain tidak bisa (anggapannya lho) sebagai contoh dari subjek yang dibicarakan 'Akulah satu2 nya Jalan Keselamatan'. Sementara di dalam Buddhadhamma, Buddha tidak pernah menyatakan bahwa Beliau adalah Penyelamat lebih tepat Beliau adalah penunjuk Jalan Kebenaran. Mari kita simak dalam Dhammapada Magga Vagga : 1/273 : Di antara semua jalan. Jalan Mulia Berfaktor 8 adalah yang terbaik. Di antara semua kebenaran, Empat Kebenaran Mulia adalah yang terbaik. Di antara semua keadaan, Kebebasan Nafsu adalah yang terbaik. Di antara semua makhluk, Buddha yang Mahatahu adalah yang terluhur. 2/274 : Inilah satu-satunya jalan; tak ada jalan lain yang dapat membawa pada Kesucian Pandangan. Karena itu, tempuhlah jalan yang menyesatkan Mara serta laskarnya ini. 3/275 : Dengan menempuh jalan ini, engkau niscaya terbebas dari dukkha. Inilah jalan yang Saya tunjukkan setelah Saya mengetahui cara mencabut panah noda batin. 4/276 : Engkau sendirilah yang harus berusaha. Para Buddha hanyalah sekedar penunjuk jalan. Mereka yang menempuh jalan ini yang tekun bersamadhi niscaya terbebas dari belenggu Mara. Bagi mereka yang mendengarkan dan mempraktikkan apa yang telah disampaikan oleh Buddha, maka mereka akan memetik dan menikmati manfaat bagi mereka sendiri dan berdampak positif bagi yang lain. Biarlah mereka yang menentukan jalan mereka sendiri. Salam Mettaa, R.Hardjon Dhammaraja ----- Original Message ---- From: francis <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Sunday, September 9, 2007 9:57:11 AM Subject: Fw: [MABINDO] AKUlah satu-satunya Jalan Keselamatan ----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED] com> To: <[EMAIL PROTECTED] .com> Sent: Thursday, August 26, 2004 7:51 PM Subject: [MABINDO] AKUlah satu-satunya Jalan Keselamatan > Namo Buddhaya, > Halo rekan-rekan semuanya yang berbahagia. Karen kebetulan lagi baca- > baca Vajracchedika Prajnaparamita Sutra saya ketemu satu ayat yang > mungkin bisa digunakan untuk menangkal upaya penginjilan yang > dilakukan oleh pihak2 K. > > Tentu saja apa yang saya kemukakan ini bukan suatu kebenaran yang > perlu dianggap serius, tetapi hanyalah merupakan akal-akalan untuk > adu debat dengan mereka. > > Dalam menginjili, orang K seringkali membawa ayat Yoh 14:6 ini > dengan mengatakan bahwa didunia ini hanya Yesuslah satu-satunya Nabi > yang berani berkata demikian, oleh karena itu Dialah pemenang dan > Tuhan yang menitis menjadi manusia untuk menyelamatkan. Nabi-nabi > lain hanyalah manusia biasa yang tidak memiliki kuasa atau kemampuan > untuk menuju Allah Bapa. > > Yoh 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan > hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak > melalui Aku. > > > Rekan-rekan Buddhis tentu paham bahwa tulisan dalam sebuah ayat > tentu tidak berarti apapun dalam menjelaskan Kebenaran Sejati yang > sebetulnya tak terkatakan itu. Namun, demi menyadarkan orang-orang > yang terpatok pada ayat-ayat, maka kita sebaiknya menjawab pula > dengan ayat-ayat. Untuk itu ambillah kutipan dari Vajracchedika > Prajnaparamita yang bertutur demikian: > > "., Tathagata adalah SATU-SATUNYA yang membicarakan kebenaran, yang > membicarakan kenyataan, yang membicarakan kenyataan, yang > membicarakan apa yang sebenarnya, yant tidak membicarakan yang > palsu, yang tidak membicarakan apa yang tidak sebenarnya.. " > > Katakan kepada penginjil2 itu, bahwa Buddhalah SATU-SATUNYA `nabi' > yang berkata jujur mengenai kebenaran, yaitu: > - Tuhan yg merasa dirinya Bapa sebenarnya adalah Dewa / Maha > Brahma biasa yang berpandangan salah. > - bisa kutip konsep bahwa setiap manusia menanggung karmanya > sendiri, tiada mahluk lain yang bisa menggantikannya. > > Wanti-wanti yaa, ini cuman sekedar jurus singkat selengehan yang > sebetulnya tidak membawa manfaat buat kemajuan batin ybs. Sebaiknya > diikuti dengan suatu pengarahan bahwa kebenaran jangan cuman dicari > dari tumpukan kata-kata di kitab2 suci belaka, melainkan dari hati > nurani yang bersih yang didukung oleh nalar yang sehat. > > Semoga bermanfaat. > > Salam > Daniel > > > > > > > > Yahoo! Groups Links > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
