Masa muda bagaikan kembang musim panas
 Mendadak ia berlalu
 Usia senja laksana api menjalar
 Melalui padang -- tiba- tiba ada di depanmu
 Sang Buddha telah bersabda, "Lahir dan mati seperti matahari yang terbit dan
 terbenam
 Kini datang, kini pergi."
 
 Penyakit bagaikan burung kecil
 Terluka oleh ketapel
 Tak tahukah engkau, kekuatan dan kesehatan
 Akan meninggalkanmu, suatu kala
 Kematian laksana lampu minyak yang kering
 (setelah kedipan terakhir)
 Dunia ini tidak kekal
 Tidak ada, kuyakinkan engkau
 yang akan tetap tak berubah
 Karma buruk bak jeram
 Yang belum pernah kulihat mengalir ke atas
 
 Orang bernoda seperti pohon beracun
 Jika bersandar di sana, engkau akan terluka
 Orang bernoda seperti kacang beku
 Seperti lemak yang tumpah, mereka mencemari semua
 Pelaku Dharma seperti petani menanam di ladang.
 
 Hukum Karma seperti roda Samsara
 Yang melanggarnya akan banyak menderita
 Samsara seperti duir beracun
 Dalam daging -- jika tak dicabut
 Racun akan bertambah dan menyebar
 
 Datangnya kematian, seperti bayangan
 Pohon di kala mentari terbenam
 Ia datang cepat, tak ada yang bisa menahan
 Saat waktunya tiba
 Apalagi yang bisa membantu selain Dharma suci ?
 
 Meskipun Dharma sumber kejayaan
 Mereka yang mencanangkannya sungguh langka
 Banyak orang terjerat dalam kepedihan samsara
 Dalam kelahiran yang menyedihkan
 Mereka berjuang dengan menipu
 Dan mencuri demi mengejar untung
 Tatkala kuat dan sehat
 Tak pernah terpikirkan penyakit bakal datang
 Tapi ia turun dengan tiba-tiba
 Bagaikan sambaran halilintar
 
 Kala terlibat dalam masalah duniawi
 Tak pernah kau berpikir mati akan tiba
 Cepat datangnya seperti guntur
 Menggelegar di keliing kepala
 
 Penyakit, usia tua, dan kematian
 Selalu bertemu seperti tangan dan mulut
 Tak takutkah engkau pada penderitaan
 Yang engkau alami pada masa lalu
 Pasti engkau 'kan rasakan banyak derita
 Jika nasib buruk menimpamu.
 
 Kepahitan hidup datang silih berganti
 Seperti gelombang ombak sahut-menyahut
 Satu baru berlalu yang satu datang menggantikan
 Sebelum engkau terbebas
 Sakit dan nikmat datang dan pergi bergantian
 Bagai orang lalu-lalang berpapasan di jalan
 
 Kenikmatan itu berbahaya
 Seperti mandi di matahari
 Juga sementara, seperti badai salju
 Datang tanpa isyarat
 Mengingat ini semua
 Mengapa tak menjalankan Dharma ?
 
 
 
 
 
 Penulis : Penyair dari tibet, Milarepa.
 Kutip dari buku : Be Happy by Sri Dhammananda
 Yayasan penerbit Karaniya.
 
       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke