1099/
  Tak seorang pun sempurna, mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah  
bijak. Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti 
salah.
  
  Join to : www.groups.yahoo.com/group/curhatgame
  
  
  
  (Tipitaka 48) sang penghancur
  
  Join to : www.groups.yahoo.com/group/truthbuddha
  
  
   
  
  Kisah Patipujika Kumari
  
  Patipujika Kumari adalah seorang wanita dari Savatthi. Dia menikah pada usia 
16 tahun dan mempunyai empat orang putra. Patipujika Kumari merupakan seorang 
wanita yang baik budi dan murah hati, suka memberikan  dana makanan dan 
kebutuhan lain kepada para bhikkhu. Dia juga sering pergi ke vihara dan 
membersihkan halaman, mengisi tempat air, dan memberikan pelayanan lainnya.
  
  Patipujika juga mempunyai kemampuan "Jatissara", yaitu kemampuan batin untuk 
mengingat kehidupannya yang lampau dimana dia adalah salah seorang istri 
Malabhari, yang tinggal di alam dewa Tavatimsa. Dia juga ingat bahwa dia telah 
meninggal dunia di alam dewa ketika para dewa sedang berjalan-jalan dan 
menikmati kesenangan di taman, dan memetik bunga-bunga.
  
  Maka, setiap saat dia berdana kepada para bhikkhu atau melakukan  
perbuatan-perbuatan baik lainnya, dia berharap dapat dilahirkan kembali di alam 
dewa Tavatimsa sebagai istri Malabhari, suaminya terdahulu.
  
  Suatu hari, Patipujika jatuh sakit dan meninggal dunia pada sore itu juga. 
Seperti apa yang dia inginkan, dia dilahirkan kembali di alam dewa Tavatimsa 
sebagai istri Malabhari. Seratus tahun di alam manusia sama dengan satu hari di 
alam Tavatimsa, Malabhari dan istri-istrinya yang lain masih bermain-main di 
taman; dan kepergian Patipujika hampir tidak dirasakan oleh mereka. Maka, 
ketika dia kembali bergabung dengan mereka, Malabhari menanyakan ke mana 
Patipujika pagi hari tadi. Dia  kemudian menceritakan kematiannya di alam 
Tavatimsa dan kelahirannya kembali di alam manusia. Pernikahannya dengan 
seorang manusia dan juga tentang bagaimana dia telah mempunyai empat orang 
putra. Kematiannya di alam manusia dan lahir kembali di alam Tavatimsa.
  
  Ketika para bhikkhu mendengar kematian Patipujika, mereka bersedih.  Kemudian 
mereka menghadap Sang Buddha dan melaporkan kematian Patipujika, orang yang 
sering memberikan dana makanan pada pagi hari, telah meninggal pada sore hari.
  
  Sang Buddha menjawab bahwa kehidupan suatu makhluk sangat singkat; dan 
sebelum mereka puas dengan kesenangan-kesenangan indrianya, kematian telah 
menguasainya.
  
  Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 48 berikut :
  
  Orang yang mengumpulkan bunga-bunga kesenangan indria,
  yang pikirannya kacau dan tak pernah puas,
  akan berada di bawah kekuasaan Sang Penghancur (kematian)

Kirim email ke