Salam Pembebasan,Gampang aja, sebelum Buddhisme lahir khan memang lebih banyak
orang India itu adalah penyembah dewa2 tertentu yang banyak berkembang di
daerah Hindustan dari berbagai kepercayaan terhadap dewa2 inilah kemudian
dirangkum menjadi Hindu. Jadi India awalnya memang lebih banyak Hindu, sejak
Buddha muncul, Hindu sempat mengalami kemunduran namun setelah itu sebagaimana
kita ketahui hingga saat ini kembali Hindu yang berjaya. Pernah muncul seorang
yang dianggap mengganggu yakni Ambedkar, yang melakukan konversi dari Hindu ke
Buddhis secara sadar yang hingga hari ini masih diikuti oleh para pengikutnya.
Ia adalah seorang Dalit, lebih jelas tentang bagaimana diskriminasi terhadap
kaum Dalit yang jumlahnya jutaan orang itu, saya pernah menulis sebuah artikel
tentang DR. Ambedkar simak di www.hikmahbudhi.org, artikel tersebut juga dimuat
di sebuah situs lintas agama. Dari sana kita juga tahu betapa politik
kependudukan sebagaimana terjadi di
Indonesia membuat seolah-olah tak ada Buddhis di India padahal hari ini
berjuta-juta orang di India yang sebenarnya Buddhis di KTP-nya selalu tertulis
Hindu. Kawan-kawan saya di India sampai-sampai menulis marga Buddha di belakang
nama mereka untuk menunjukkannya karena di KTP mereka tetap Hindu. Yah
sebagaimana kita di Indonesia, yang mata sipit ditulis Kristen/Katholik, yang
belok di tulis Islam oleh oknum2 birokrasi yang tidak bertanggung jawab pada
saat kita mengurus KTP. Ada banyak kejadian tentang ini, sampai-sampai seorang
kawan saya, seorang perempuan menghapus sendiri agama di KTP dan menulis Buddha
disana, sementara yang lain seorang laki-laki Jawa sampai bolak balik dan
akhirnya memaksa si pengetik KTP mengetik dihadapannya agar agamanya tidak
salah tulis lagi. Sampai kapan ketidakadilan dan penindasan seperti ini kita
biarkan? pangkal dari semua ini adalah rendahnya daya tawar (bargaining
position) umat Buddha karena kecenderungannya yang
"ngurus internal mlulu" ketimbang mulai berbicara tentang hal-hal kebangsaan,
kemasyarakatan.
Pada saat Presiden beberapa waktu yang lalu menerima Pemuda Lintas Agama dari
manca negara, beliau berharap didampingi oleh PEMUDA lintas agama Indonesia,
nah dari Buddhis tak satu pun muncul padahal organisasi pemuda buddhis
senantiasa mengklaim memiliki kader banyak, lalu kemana mereka semua? atau kita
belum memahami secara tuntas apa yang dimaksud kader? Apa konsekuensi
ketidakhadiran pemuda buddhis di forum tersebut? jelas kita semua dirugikan
secara sosial politik karena anggapan bahwa Buddhis itu sangat sedikit dan
tidak memiliki kepedulian terhadap masalah2 bangsa akan semakin kuat. Jadi data
BPS bahwa buddhis cuman 0.9% akan semakin dianggap kebenaran, padahal saya
yakin bahwa jumlahnya bisa diatas 4% belum termasuk mereka yang KTP nya ditulis
agama lain. Politik kependudukan tak lepas dari politik anggaran, jadi dengan
membuat jumlah Buddhis sedemikian kecil, maka negara tanggung jawabnya akan
semakin kecil dalam hal anggaran2 untuk pembinaan,
rumah ibadah dan lain-lain.
Eh jadi ngelantur, mungkin sekian dulu sedikit sharing saya menjwab pertanyaan
hmw.
Appamadena Sampadetha,
esa
>>>>>Dear all,
Apakah ada yang mengetahui mengapa di India
penduduknya lebih banyak yang beragama Hindu bukannya
Buddha, padahal agama Buddha kan berasal dari India,
jika kita lihat history agama lain seperti Islam
berasal dari Arab maka mayoritas pendudukknya beragama
Islam atau Kristen yang berasal dari vatikan (kalau ga
salah) mayoritas juga penganut kristen...
Mohon pencerahannya ...
Salam dalam dharmma Namo Buddhaya.
HMW
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping