Namo Buddhaya,
Rekan sekalian, pada hari Minggu, 2 Maret 2008, total dana 6.850.000,- yang
terkumpul dari penggalangan dana untuk Ai Ah-Hun sudah diserahkan pada yang
bersangkutan. Anumodana atas dana parami rekan sekalian. Ai Ah-Hun sebagai
penerima dana juga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang telah
diberikan.
Hari Minggu pagi menjelang siang, saya pergi ke rumah makan orang Bagan di
daerah Dapuan dan minta dicarikan orang yang ngerti jalan ke rumah Ai Ah-Hun.
Akhirnya saya diantarkan tetangga rumah makan tersebut dengan sedikit imbalan
uang rokok. Yang antar saya ini orang jawa, tapi fasih berbahasa hokkian
(karena belasan tahun ngumpul orang Bagan).
Jalan kampung ke rumah Ai Ah-Hun agak becek karena hujan pada malam sebelumnya.
Walau agak belepotan, akhirnya saya sampai juga di rumah Ai Ah-Hun. Hari ini,
orangnya terlihat lebih segar dari terakhir kali saya lihat (waktu ke sana
dengan mama saya).
Setelah menjelaskan maksud kedatangan saya, saya menyampaikan dana tersebut. Ai
Ah-Hun hanya terdiam, menerima dana tersebut lalu mengucapkan terima kasih.
Saya jelaskan sumber dana tersebut, kemudian saya menanyakan rencananya ke
depan.
Ai Ah-Hun mengatakan bahwa dia diminta oleh saudara membantu usaha rumah
makannya di Jakarta. Dalam waktu dekat ini dia akan pindah. Saudaranya juga
sudah mengirimkan uang untuk biaya kepindahannya. Beberapa kardus barang
terlihat tertumpuk di dalam rumah.
Soal kemungkinan kepindahan Ai Ah-Hun ini, sebenarnya saya sudah tahu beberapa
waktu yang lalu.
Semua bermula dari mama saya yang sedang checkup di Jakarta.
Seperti biasa, kalau ke Jakarta, mama suka pergi ke daerah Teluk Gong untuk
cari makanan Bagan. Dan ternyata salah satu pemilik rumah makan Bagan di sana
masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Ai Ah-Hun. Mama saya menceritakan
kondisi Ai Ah-Hun pada kerabatnya tersebut. Kerabatnya tersebut menyatakan
tidak pernah mendapat kabar kesulitan Ai Ah-Hun. Kerabatnya tersebut akan
meminta Ai Ah-Hun pindah ke Jakarta membantunya di rumah makannya. Hanya saja
sebelum ada kepastian (bahwa kerabatnya itu tidak hanya basa-basi saja), saya
tidak menganggapnya sebagai kabar yang sudah layak di share di sini.
Dengan perkembangan ini, soal Ai Ah-Hun kayaknya sudah tidak ada masalah yang
signifikan. Jika Ai Ah-Hun pindah dalam 2 minggu ini, kemungkinan akan ketemu
dengan mama saya sana. Kelanjutannya akan terus saya update pada rekan donatur
sekalian.
Berikut laporan dana terkumpul untuk Ai Ah-Hun per 29 Februari 2008.
Note: Karena ada dana yang terlambat masuk, maka dengan sangat terpaksa dana
tersebut kami transferkan kembali.
Mungkin belum berjodoh dengan lahan kebajikan yang ini. (Namun masih banyak
lahan kebajikan yang lain)
Kiranya dapat dimakhlumi. Anumodana.
19/Feb/2008 Transfer dari I Gede Susila Arya 100,000
19/Feb/2008 Transfer dari Miranita 200,008
19/Feb/2008 Transfer dari Wiryanto Widjaja 100,008
20/Feb/2008 Transfer dari NN 50,000
20/Feb/2008 Transfer dari Kel. Eric Thioris 1,000,000
20/Feb/2008 Transfer dari Elwin Lin 1,048,589
20/Feb/2008 Transfer dari Henry Chang 100,000
20/Feb/2008 Transfer dari Deddy Siswanto 175,008
20/Feb/2008 Transfer dari Apriyani 50,000
21/Feb/2008 Transfer dari Andy Zain 100,001
21/Feb/2008 Transfer dariOktaviani 75,000
21/Feb/2008 Transfer dari Supardhika 50,000
21/Feb/2008 Transfer dari Doushi - China 1,000,008
21/Feb/2008 Transfer dari Tan Ay Lan Amlh. 1,000,000
21/Feb/2008 Transfer dari Bong Saudyono 100,000
21/Feb/2008 ����� 50,000
22/Feb/2008 Transfer dari Lenny Savitri 50,000
22/Feb/2008 Transfer dari Liong Lie Ching 100,000
22/Feb/2008 Transfer dari Rosmery Tedjo 100,000
22/Feb/2008 Transfer dari Angelina Handoko 100,008
25/Feb/2008 Transfer dari Shanti Widjaja 300,025
25/Feb/2008 Transfer dari Pangka Sindi Lesma 100,008
25/Feb/2008 Transfer dari Hendra 50,008
26/Feb/2008 Transfer dari Arief Surjadi 100,000
27/Feb/2008 Transfer dari Robet 50,000
27/Feb/2008 Transfer dari Irwan Sutjipto 100,001
27/Feb/2008 Transfer dari Ceniawati Metta Bo 100,000
27/Feb/2008 Transfer dari Sumiati Tanuwidjaja 200,000
27/Feb/2008 Transfer dari Yustini Bustomi 50,088
29/Feb/2008 Transfer from Keluarga Bong 100,008
29/Feb/2008 Transfer dari Joe HoeyBeng 50,088
29/Feb/2008 Transfer dari Viki Meliana Tang 50,008
29/Feb/2008 Transfer dari N.N. 51,136
TOTAL TERKUMPUL 6,850,000
NB.
Jika anda merasa telah mentransfer dana, namun tidak tercantum dalam daftar di
atas, harap kontak: abin_abin [at] app. co.id atau edi_sugino [at] app. co.id
felix thioris <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Namo
Buddhaya,
Tanggal 16 Februari 2008 kemaren, saya bersama teman-teman kampus, harusnya
mengadakan observasi ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sumber Porong, Lawang. Namun,
tanggal 14 Februari 2008 saya mendapat sms dari koordinator kunjungan bahwa
kunjungan dibatalkan dan akan dijadwal ulang semester depan (waktu itu saya
sedang bersama rombongan Yayasan Buddha Tzu Chi Surabaya menyalurkan 22 truk
bantuan untuk korban banjir di Situbondo dan Bondowoso).
Karena tidak jadi observasi ke RSJ, akhirnya permohonan cuti pada hari tersebut
saya batalkan, dan saya tetap masuk kerja (sabtu 1/2 hari saja). Pulang kerja,
mama minta diantar ke daerah Kebalen (daerah Kebalen, Dapuan, Tambakgringsing
ini merupakan kampungnya pendatang dari Bagansiapi-api, kampung saya). Saya
sudah lama sekali tidak ke daerah tersebut, karena saya kurang suka ngumpul
dengan orang-orang dari kampung saya, karena menurut saya orang Bagan banyak
yang norak-norak, kalau bicara super keras, super ribut.... heheheheheh (jadi
ingin bercermin nih).
Saya ingat sekitar 2-3 tahun lalu, ketika Yayasan Buddha Tzu Chi membagikan
beribu ton beras di berbagai wilayah di Indonesia - termasuk Surabaya, yang
mendapatkan bantuan kebanyakan adalah pribumi, hampir tidak ada keturuan
tionghoa yang kebagian. Waktu itu mama saya sempat menyampaikan bahwa di daerah
Pesapen (perkampungan dekat Kebalen, yang rata-rata warganya adalah orang
Madura) ada pendatang dari Bagan yang tinggal di sana namanya Ah-Hun, dan kalau
mungkin mama meminta saya menyisihkan satu atau dua karung beras untuk keluarga
tersebut, setelah saya bicarakan dengan koordinator pembagian beras, akhirnya
saya berhasil mendapatkan dua karung beras, yang kemudian bersama mama, kakak
perempuan saya dan suaminya, beras tersebut kami antarkan ditambah dengan
beberapa sembako lain yang dibeli oleh kakak saya. Saya belum lupa juga
ekspresinya wajah Ah-Hun dan anak-anaknya ketika kami mengantarkan bantuan
tersebut. Satu hal yang juga saya tidak lupa adalah ketika koko saya
menikah, mama mengundang teman-temannya sesama orang Bagan (termasuk Ah-Hun),
dan ketika resepsi, saya dan keluarga berdiri di depan pintu menyambut tamu.
Saat bersalaman, saya cukup kaget karena tangan Ah Hun kasar sekali, makhlum
profesinya tukang cuci.
Ah-Hun janda beranak 4 . Entah sejak kapan suaminya pergi tanpa kabar, kata
orang suaminya kepincut perempuan lain... pastinya saya tidak tahu. Ah-Hun
menghidupi anaknya dengan menjadi tukang cuci (tidak heran kalau tangannya
kasar sekali). Kebanyakan yang memakai jasanya adalah orang-orang Bagan yang
tinggal di "kampung Bagan" situ. Biasanya sejak pagi dia berkeliling dari satu
rumah ke rumah lainnya sesuai jadwal cuci, dan sorenya dia kembali keliling
untuk ngentasi jemuran dan menyetrika. (terus terang saja, orang Bagan kadang
suka kebangetan, sama orang susah gitu, ongkos cucinya juga sangat perhitungan)
. Ya, dengan mengandalkan tenaga mencuci, dia menghidupi anak-anaknya tersebut.
Sekitar setahunan lalu, anaknya yang laki-laki (sulung) lulus sekolah, lalu
bekerja, namun tidak lama kemudian, anaknya pergi (minggat) tanpa kabar sama
sekali (hingga saat ini). Dengar-dengar, anaknya itu sekarang sudah menikah
sama perempuan Batak yang cukup berada, dan sudah pindah agama Kristen ikut
agama istrinya (kebanyakan orang Bagan penganut kepercayaan tradisional/
konghucu) . Konon, istrinya melarangnya berhubungan dengan ibu dan
adik-adiknya, dan apa lacur, dia benar tidak pernah kontak dengan keluarganya
lagi.
Pulang dari Kebalen, saya mengajark mama saya mampir ke rumah kontrakan
Ah-Hun. Di tengah kampung Madura yang padat dan agak kumuh, sepeda motor harus
dituntun beberapa ratus meter dari mulut gang ke dalam kampung (aturan di
daerah itu, pengendara sepeda harus turun kalau masuk dalam kampung). Banyak
sekali gang-gang kecil. Membingungkan. Untung mama saya cukup kenal daerah
tersebut. Kalau saja saya datang sendiri, pasti sudah nyasar entah ke mana.
Apalagi ketika sampai di rumahnya, ternyata ini bukan rumah yang sama yang
beberapa tahun lalu saya antarkan beras Tzu Chi, tetapi rumah kontrakan lain
yang lebih kecil (yang dulu, ada dapur di bagian belakang rumah, sekarang tidak
ada dapur, jadi masaknya di teras rumah).
Ah-Hun ternyata ada di rumah, terlihat kusut. Kami tidak masuk dalam rumah,
hanya berdiri di ambang pintu. Setelah mama ngobrol dengannya, diketahui kalau
sudah beberapa bulan ini, Ah-Hun sering mengalami rasa sakit yang rasanya lain
di bagian tulang punggung, dan setelah diperiksakan, dokter menyatakan
osteoporosis. Lengkap sudah penderitaannya, batinku. Saya hanya mendengarkan
pembicaraan mama dengan Ah-Hun, sekitar setengah jam kami di sana, karena
sudah sore, kami pun segera pulang. Saya lihat mama mengoperkan beberapa lembar
puluhan ribu."Buat jajan anak-anak," demikian basa-basi mama.
Tadi malam, saya sempat bicara dengan mama saya, untuk galang dana bantuan
untuk Ah-Hun, hanya saja saya tidak berani berharap bisa menggalang banyak
(soalnya saat ini, masih ada 2 galangan dana yang masih jalan yakni dana
galangan untuk Putra (guru agama di Lombok) dan untuk seorang lainnya di
Surabaya).
So, jika ada ingin berdana untuk membantu Ah-Hun, dana bisa anda salurkan lewat
account Bro Edi Sugino (karena saya gak punya account BCA).
BCA
a.c. 075-1200-896
a.n. Edi Sugino
Kalau yang tidak punya account BCA, dan butuh account BII, bisa kontak saya
([EMAIL PROTECTED]) atau langsung ke Bro Edi (edi_sugino@ app.co.id)
Penggalangan ini bersifat tidak mengikat dan satu kali selesai (jangka pendek),
di buka mulai hari ini, Selasa, 19 Feb 2008 dan akan diakhiri pada Jumat, 29
Feb 2008.
Mohon maaf sebelumnya, berhubung akhir-akhir ini saya sangat sibuk dengan
project di tempat kerja, juga Sinar Dharma sudah diuber-uber deadline,
Persiapan Bazaar Tahunan Tzu Chi yang akan dilangsungkan awal April 2008, saya
sulit untuk riwa-riwi mengantarkan dana yang masuk, jadi sekali lagi mohon
maaf, jika dana masuk setelah tanggal 29 Feb 2008, dengan sangat terpaksa akan
saya minta bro Edi untuk mentransferkan kembali.
Mettacetttana,
Abin Nagasena
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]