1407
  Orang kadang-kadang membuat kesalahan besar karena mereka mudah percaya  
omongan orang. Jika anda mendengar sesuatu yang tidak menyenangkan,  anda harus 
mempertimbangkan dengan hati-hati apakah omongan itu hanya kabar angin atau 
fitnah belaka
  
  Join to : www.groups.yahoo.com/group/curhatgame
  web : www.accuratehealth.blogspot.com 
  
  
  (Tipitaka) Pembabaran 
  
  Join to : www.groups.yahoo.com/group/truthbuddha
  
   
  
  Kisah Mahakappina Thera
  
  Mahakappina adalah raja dari Kukkutavati. Ia mempunyai seorang  permaisuri 
bernama Anoja. Ia juga memiliki seribu orang menteri yang  membantu 
kelangsungan pemerintahan.
  
  Suatu hari, Raja bersama seribu orang menteri pergi ke taman. Di sana  mereka 
bertemu dengan beberapa pedagang dari Savatthi. Mendengar  tentang Buddha, 
Dhamma, dan Sangha dari para pedagang, Raja dan  menteri-menterinya segera 
pergi ke Savatthi.
  
  Pada hari itu, ketika Sang Buddha mengamati dunia dengan kemampuan  batin 
luar biasa-Nya, Beliau melihat bahwa Mahakappina dan para  menterinya sedang 
dalam perjalanan menuju Savatthi. Beliau juga  mengetahui bahwa mereka dapat 
mencapai tingkat kesucian arahat.
  
  Sang Buddha pergi ke suatu tempat yang jauhnya 120 yojana dari Savatthi  
intuk menemui mereka. Di bawah pohon Banyan di tepi sungai Candabhaga,  Sang 
Buddha menunggu mereka.
  
  Raja Mahakappina dan para menterinya datang ke tempat dimana Sang  Buddha 
menunggu. Ketika mereka melihat Sang Buddha dengan enam warna  terpancar dari 
tubuhnya, mereka mendekati Sang Buddha dan menghormat  beliau. Sang Buddha 
kemudian memberikan khotbah kepada mereka. Setelah  mendengarkan khotbah itu, 
raja dan para menterinya mencapai tingkat  kesucian sotapatti. Mereka memohon 
kepada Sang Buddha untuk diterima  menjadi bhikkhu. Sang Buddha melihat masa 
lalu (kehidupan lalu) mereka,  dan mengetahui bahwa mereka sudah pernah 
mempersembahkan jubah kuning  pada kehidupan lampau. Beliau lalu berkata kepada 
mereka, "Ehi  bhikkhu", dan mereka semua menjadi bhikkhu.
  
  Sementara itu, Permaisuri Anoja, mendengar tentang kepergian raja ke  
Savatthi, memanggil istri dari seribu orang menterinya dan bersama-sama  mereka 
mengikuti jalan yang dilalui raja. Mereka juga sampai ke tempat  dimana Sang 
Buddha sebelumnya menemui raja Kukkutavati. Mereka menemui  Sang Buddha yang 
memancarkan enam warna dan kemudian menghormat Beliau.  Pada saat itu Sang 
Buddha dengan kemampuan batin-Nya, membuat raja dan  para menterinya tidak 
dapat dilihat, sehingga istri-istri mereka tidak  dapat melihat mereka. Oleh 
karena itu, ratu bertanya dimana raja dan  para menterinya berada. Sang Buddha 
berkata kepada ratu dan  rombongannya untuk menunggu beberapa saat dan 
menyatakan tak lama lagi  raja akan datang bersama para menterinya. Kemudian 
Sang Buddha  memberikan khotbah lain kepada mereka. Pada saat khotbah berakhir, 
raja  dan para menterinya mencapai tingkat kesucian arahat. Ratu dan para  
istri menteri mencapai tingkat kesucian sotapatti. Setelah itu ratu dan 
 rombongannya melihat bhikkhu yang baru saja ditahbiskan dan mengenali  mereka 
bahwa mereka sebelumnya adalah suaminya.
  
  Wanita-wanita itu kemudian memohon izin kepada sang Buddha untuk  diterima 
menjadi bhikkhuni; mereka langsung pergi ke Savatthi. Di sana  mereka diterima 
menjadi bhikkhuni, dan tak lama kemudian mereka juga  mencapai tingkat kesucian 
arahat. Kemudian Sang Buddha kembali ke  Vihara Jetavana bersama seribu bhikkhu.
  
  Di Vihara Jetavana, Mahakappina ketika beristirahat sepanjang malam  atau 
pada siang hari sering berkata, "Oh, bahagia!" (Aho Sukham). Para  bhikkhu yang 
mendengarkan beliau mengucapkan kata-kata itu beberapa  kali dalam sehari, 
melaporkan hal tersebut kepada Sang Buddha. Kepada  mereka sang Buddha menjawab 
"Anakku Kappina telah merasakan bahagianya  kehidupan dalam Dhamma dengan 
pikiran yang tenang, ia mengucapkan  kata-kata itu sebagai ungkapan kegembiraan 
yang meluap-luap berkenaan  dengan nibbana."
  
  Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 79 berikut ini:
  
  Ia yang mengenal Dhamma akan hidup berbahagia
  dengan pikiran yang tenang.
  Orang bijaksana selalu bergembira dalam ajaran
  yang dibabarkan oleh para Ariya.
  
  
 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke