1409
  Janganlah selalu mengingat bantuan yang telah anda berikan kepada orang  lain 
tetapi hendaknya jangan lupa untuk membalas budi yang telah anda  terima dari 
orang lain 
  
  Join to : www.groups.yahoo.com/group/curhatgame
  web : www.accuratehealth.blogspot.com
  
  
  
  (Tipitaka) air 
  
  Join to : www.groups.yahoo.com/group/truthbuddha
  
  
   
  
  Kisah Samanera Pandita
  
  Pandita adalah seorang putra orang kaya di Savatthi. Ia menjadi seorang  
samanera pada saat berusia tujuh tahun. Pada hari ke delapan setelah  menjadi 
samanera, ia pergi mengikuti Sariputta Thera berpindapatta, ia  melihat 
beberapa petani mengairi ladangnya dan bertanya kepada Y.A.  Sariputta thera 
"Dapatkah air yang tanpa kesadaran dibimbing ke tempat  yang seseorang 
kehendaki?" Sang Thera menjawab, "Ya, air dapat  dibimbing kemanapun yang 
dikehendaki seseorang."
  
  Mereka kemudian melanjutkan perjalanan, samanera melihat beberapa  pembuat 
anak panah memanasi panah mereka dengan api dan meluruskannya.  Selanjutnya ia 
melewati beberapa tukang kayu sedang memotong,  menggergaji, dan menghaluskan 
kayu untuk dibuat roda kereta.
  
  Kemudian ia merenung "Jika air yang tidak memiliki kesadaran dapat  diarahkan 
kemanapun yang seseorang inginkan, jika bambu yang bengkok,  yang tanpa 
kesadaran dapat diluruskan, dan jika kayu yang tanpa  kesadaran dapat dibuat 
sesuatu yang berguna, mengapa saya tidak dapat  menjinakkan pikiranku, melatih 
meditasi ketenangan dan pandangan  terang?"
  
  Kemudian ia memohon izin kepada Y.A. Sariputta untuk kembali ke  kamarnya di 
vihara. Di sana ia bersemangat dan rajin melatih meditasi,  menggunakan tubuh 
jasmani sebagai objek perenungan. Sakka dan para dewa  membantu pelaksanaan 
meditasinya dengan cara menjaga kesunyian suasana  vihara dan sekitarnya. 
Sebelum waktu makan tiba, samanera Pandita  mencapai tingkat kesucian anagami.
  
  Waktu itu, Y.A. Sariputta membawakan makanan untuk samanera. Sang  Buddha 
melihat dengan kemampuan batin luar biasa-Nya bahwa Samanera  Pandita telah 
mencapai tingkat kesucian anagami, dan jika ia meneruskan  melaksanakan 
meditasi, maka tidak lama lagi mencapai tingkat kesucian  arahat. Kemudian Sang 
Buddha memutuskan untuk mencegah Sariputta  memasuki kamar samanera. Sang 
Buddha berdiri di muka pintu kamar  samanera dan mengajukan beberapa pertanyaan 
kepada Sariputta Thera.  Ketika percakapan berlangsung di tempat itu, samanera 
mencapai tingkat  kesucian arahat. Jadi, samanera mencapai tingkat kesucian 
arahat pada  hari ke delapan setelah ia menjadi samanera.
  
  Berkenaan dengan hal itu, Sang Buddha berkata kepada para bhikkhu di  vihara, 
"Ketika seseorang dengan sungguh-sungguh melaksanakan Dhamma,  Sakka dan para 
dewa akan melindunginya dan menjadi pelindung. Saya  sendiri mencegah Sariputta 
masuk di muka pintu kamar, sehingga samanera  Pandita tidak terganggu. Samanera 
setelah melihat petani mengairi  ladangnya, pembuat anak panah meluruskan 
panah-panah mereka, dan tukang  kayu membuat roda kereta, mengendalikan 
pikirannya dan melaksanakan  Dhamma, ia sekarang telah menjadi seorang arahat."
  
  Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 80 berikut ini:
  
  Pembuat saluran air mengalirkan air,
  tukang panah meluruskan anak panah,
  tukang kayu melengkungkan kayu,
  orang bijaksana mengendalikan dirinya.
  
  
 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke