From: Hengki Tjiang <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Date: Wed, 12 Mar 2008 19:48:57 -0700 (PDT) Subject: Kasus2 penyembuhan melalui Meditasi Vipassana (3) Seorang Bhikkhu yang sembuh dari tumornya
Seorang Bhikkhu yang telah memiliki delapan vassa (telah 8 tahun menjadi Bhikkhu) dari desa Kin Byar, kota Shwe Bo, tiba di Mahasi Thathana Yeiktha (pusat latihan meditasi Vipassana yang didirikan oleh Y.A. Mahasi Sayadaw0 Yangon dan memulai meditasi sekitar November 1974. Namanya adalah U Sobhana dan ia telah menderita tumor dalam perutnya sejak ia seorang Samanera berumur tujuh belas tahun. Ia menjelaskan kalau makan, tumornya akan mendorong sisi kanan dari perutnya dan menjadi begitu ketat sehingga hampir tidak mungkin untuk duduk. Kadang2 ia tidak mempunyai pilihan, ia harus mendorong tangannya pada bagian tertentu yang ada tumor di bawahnya, dan hanya dengan begitu ia bisa duduk. Banyak orang yang mengatakan bahwa ia harus ke rumah sakit dan operasi bedah diperlukan untuk mengeluarkan tumornya. Tetapi ia takut dioperasi, jadi ia membiarkan keadaannya begitu saja. Dalam retreatnya yang pertama di MTY, Yangon, ia tidak bisa berbaring setelah makan, tetapi biasanya langsung pergi ke ruang sima (ruang resmi Sangha, yang terutama digunakan untuk melaksanakan kegiatan resmi Sangha, seperti pentahbisan Bhikkhu, pembacaan peraturan disiplin bagi anggota Sangha setiap dua minggu sekali dan sebagainya) untuk duduk dan melanjutkan latihan meditasi Vipassana nya. Ketika sedang duduk ia menekan tangannya pada tempat tumornya. Setelah kira2 dua puluh hari dengan upaya yang amat rajin, ia tidak lagi harus menekan pada titik tumor (dimulai dari saat duduk setelah selesai makan), karena ia menemukan bahwa ia dapat duduk dengan nyaman, setelah bisa memperhatikan dengan yang baik. Belakangan ia menyadari bahwa tumornya telah lenyap. Ia dapat duduk lebih dari 3 jam, dan untuk periode 5 hari, ia sanggup mempertahankan perhatiannya terus menerus tidak terputus, sepanjang siang dan malam, bahkan tanpa berbaring untuk tidur. Pada hari keempat puluh lima dalam pengasingannya, ia memenuhi syarat untuk mendengar Nyanzin. Keterangan mengenai Nyanzin : "Kammatthanacariya atau guru meditasi" yang dilatih dalam tradisi Y.M. Mahasi Sayadaw diinstruksikan untuk tidak membuat konfirmasi pribadi mengenai pencapaian "pengetahuan batin" dari siswa2 meditasinya, terlebih pencapaian lokuttara (Pencapaian pengetahuan batin di atas duniawi). Ini adalah pengakuan secara sehat dan rendah hati terhadap kekurangan2 kita, sebab hanya Sammasambuddha (Manusia yang telah mencapai penerangan sempurna dengan usaha sendiri, tanpa diajar oleh makhluk lain, dalam hal ini adalah Sang Buddha Gotama) sendiri yang dapat memastikan pencapaian orang lain dengan kepastian mutlak. Oleh sebab itu untuk membuat para yogi yang telah menembus Dhamma cukup dalam agar mengetahui sampai di manakah pencapaian mereka, khotbah yang direkam di tape recorder selama tiga jam oleh Y.A. Mahasi Sayadaw tentang Proses pandangan terang ini diputar setiap dua minggu sekali, khotbah ini menguraikan secara rinci pengalaman2 aktual yang ditemukan pada berbagai tingkatan pencapaian pandangan terang Vipassana dan bahkan yang di atas itu. Ijin khusus hanya diberikan kepada siswa2 meditasi yang telah berjuang hingga ke taraf tertentu, dan mendapat rekomendasi pribadi dari Kammatthanacariya (guru yang memberikan kammatthana/obyek meditasi) atau guru meditasi masing2. Hingga sekarang di MTY, Yangon, Y.M. U Sobhana masih menjalankan tugas2nya sebagai Bhikkhu menetap. Penyakit tumornya telah lenyap dan kesehatannya selalu dalam keadaan baik. [Non-text portions of this message have been removed]
