Dear all,
  A Lotus to U, a Buddha to be
   
  Di bawah adalah laporan dana yang masuk ke kotak dana yang kami buka utk Bro 
Aswan :
   
                      TGL 
    NAMA 
    JUMLAH
    26-Mar-08  LANY  Rp  100,099    26-Mar-08  VIVI ANAWATY  Rp  200,099    
26-Mar-08  DEWI APRIYANI  Rp  100,099    26-Mar-08  YULIA+HENRY   Rp  100,099   
 26-Mar-08  JENI H  Rp  200,099    26-Mar-08  JOE HOEY BENG  Rp  50,099    
27-Mar-08  ROSMERY  Rp  100,099    27-Mar-08  LIE CHING   Rp  100,099    
27-Mar-08  TOKO IQ + INITIAL  Rp  200,099    27-Mar-08  LITA NAWATI  Rp  
100,099    27-Mar-08  AGUS SALIM  Rp  100,099    27-Mar-08  HENDRA  Rp  100,099 
   28-Mar-08  ASTUTY  Rp  50,099    28-Mar-08  ANDY ZAIN  Rp  199,999    
28-Mar-08  EDIJ  Rp  100,099    29-Mar-08  HENDRA WIJANA & KEL:.  Rp  100,099   
 29-Mar-08  NELLY WINATA  Rp  20,099    29-Mar-08  ALM. NYOO GIEM YAUW/JOGJA  
Rp  250,099    29-Mar-08  YOKO P. SANTOSO-JOGJA  Rp  250,099    29-Mar-08  
KEVIN P. SANTOSO-JOGJA  Rp  250,099    29-Mar-08  HENRY&DARWIN   Rp  150,099    
      Rp       Total Penerimaan  Rp  2,821,979
   
  Bagi teman-teman yang ingin membantu, dana bisa ditransfer ke Rek. BCA atas 
nama Ridawaty, 697-009-1112. Mohon untuk memberi kode 99 di belakang 2 digit 
terakhir.
   
  Bila tanpa ada berita, nama yang akan dicantumkan dalam laporan DKD adalah 
nama yang muncul di rekening koran. Kotak dana ini akan kami buka sd 10 April 
2008. 
   
  Anumodana,
  Anjali
  Team DKD

felix thioris <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear teman-teman donatur yang murah 
hati,
 
DKD mendapatkan beberapa email dari para donatur DKD yang mendesak kami untuk 
segera survey kasus Aswan (mereka pun telah dihubungi secara terpisah oleh 
pihak keluarga Aswan). Karena waktu itu, ada kasus Deborah, kami baru sempat 
menjenguk Aswan hari minggu kemarin. FYI: Deborah sudah meninggalkan kita, 
setelah stroke, Deborah tidak pernah sadar lagi. Terima kasih pada para donatur 
tetap DKD, setidaknya kita sudah membantu memberikan harapan hidup kepada 
keluarganya pada saat mereka membutuhkan dana tersebut. 
 
Hari minggu, Maret 23, 2008, saya menjenguk Aswan (Yunarno) di rumah sakit PIK 
dan bertemu dengan keluarganya, Yanti dan Maryuni Ching-ching. Aswan lagi 
dilatih motoriknya oleh koko-nya. Saat ini masih di ICU. Iba juga melihatnya, 
setiap hari, tergeletak tanpa daya dan ini sudah berlangsung lebih dari 1 tahun.
 
Keluarganya berada di Pekalongan dan saat ini yang banyak membantu Aswan secara 
 materi adalah cici-nya Yanti. Sejauh ini, tabungan mereka sudah maksimal 
digunakan untuk pengobatan Aswan, tutup kiri-kanan. Menurut istilah Yanti, udah 
ngos-ngosan saat ini. Juga ada bantuan dari saudara-saudara dekat dan teman, 
walaupun tidak banyak. Udah pernah di survey oleh Tzu Chi dan karena Aswan 
numpang di rumah saudara di Jakarta, menurut Tzu Chi mereka tidak memenuhi 
syarat.
 
Aswan adalah asli Pekalongan dan mereka memiliki surat keterangan tidak mampu 
dari Kelurahan di Pekalongan. Mungkin ada teman Tzu Chi di Pekalongan yang bisa 
membantu?
 
Menurut Yanti, tahun lalu, 2007, Aswan dirawat di RSPAD Gatot Subroto selama 6 
bulan, kamar ICU disana Rp 750,000/malam, jauh lebih mahal dibandingkan dengan 
RS PIK yang Rp 400,000.
 
Teman-teman, ini semua murni kemanusiaan, bila ingin membantu, DKD akan 
membantu menyalurkan ke keluarga Aswan. Dana bisa ditransfer ke rekening BCA 
atas nama Ridawaty, 697-009-1112, cantumkan kode transfer  99, so bila transfer 
200,000, tolong dilebihkan jadi 200,099. Bila tanpa ada berita, nama yang akan 
dicantumkan dalam laporan DKD adalah nama yang muncul di rekening koran. Kotak 
dana ini akan kami buka sd 10 April 2008. Untuk informasi tentang Aswan, bisa 
menghubungi cici-nya Yanti. Aswan bisa dijenguk di ICU PIK, lantai 3. Bila ada 
teman-teman yang ingin membantu membacakan paritta penyembuhan, bisa membaca 
dari luar ruang ICU. Sempatkan jenguk ya, berikan moral support kepada 
keluarganya.
 
 
Berikut adalah riwayat penyakit Aswan yang dibuat oleh Yanti;
 
Nama : Yunarno
TTL : Pekalongan, 31 Januari 1986
Umur : 22 tahun
Keluarga yang mengurus : Yantini (cici Yunarno)
                              No Esia : (021)92786602
                              HP :  0817188062

Riwayat sakit Yunarno :
      Sekitar bulan Februari 2007, Yunarno mengeluh tangan sebelah kirinya suka 
kesemutan dan agak lemas.
      Pada tanggal 8 April 2007, tangan kirinya sudah semakin susah untuk 
memegang barang dan kaki kiri juga mulai lemas serta susah buang air kecil. 
Karena itu saya segera memeriksakan Yunarno ke Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk 
(RS PIK). Dokter menyarankan untuk dirawat inap Air seni segera dikeluarkan 
dengan dipasang kateter, karena sudah hampir mengenai ginjalnya. Di saat itu 
juga kemudian dilakukan rontgen dan MRI.
      Tanggal 9 April 2007, keluarlah hasil MSI dan dokter menyatakan bahwa 
Yunarno terkena penyakit tumor sumsum tulang belakang. Oleh karena itu dokter 
menyarankan untuk dioperasi. Namun dari pihak keluarga kami ingin melakukan 
alternatif lain dengan membawa Yunarno untuk berobat ke luar negeri . Yunarno 
dirawat di RS PIK selama seminggu, secara perlahan  kondisi kaki kiri dan buang 
air kecilnya mulai agak membaik. Setelah keluar dari RS PIK dan melihat kondisi 
yang memungkinkan, maka kami mengajak Yunarno pulang ke Pekalongan (Jawa 
Tengah) untuk mengurus pembuatan paspor. Setelah selama seminggu di Pekalongan, 
kami kembali ke Jakarta.
      Tanggal 27 Mei 2007, tepatnya dua hari sebelum hari keberangkatan ke luar 
negeri, kondisi Yunarno mengalami penurunan drastis. Bagian tubuh mulai dari 
bahu hingga kaki menjadi lemas, tidak bisa digerakkan dan tidak bisa buang air 
kecil lagi. Sehingga kembali harus dipasang kateter untuk membantunya pada saat 
buang air kecil.
      Tanggal 28 Mei 2007, Yunarno mengalami gangguan pernafasan sehingga papa 
dan tante langsung membawanya ke RS terdekat untuk dipasang oksigen.
      Tanggal 29 Mei 2007, tepatnya hari keberangkatan kami ke luar negeri. 
Kami berangkat ke Bandara Soekarno Hatta dengan menggunakan mobil ambulance. 
Namun  sayangnya, kami tidak diijinkan berangkat oleh pihak bandara karena 
melihat kondisi Yunarno yang tidak memungkinkan. Akhirnya dari bandara, kami 
langsung dirujuk ke RSPAD. Pada saat itu suhu badan Yunarno berkisar antara 
39°C - 40°C. Pihak RS memberikan obat penurun panas dan dikompres. Kemudian 
kembali dilakukan MRI dan diketahui bahwa tumornya membengkak.
      Tanggal 30 Mei 2007, kondisi Yunarno semakin drop, tidak sadar dan 
nafasnya tidak ada. Para dokter dan suster langsung mengambil tindakan untuk 
membuatnya kembali bernafas. Untungnya tindakan mereka membuahkan hasil. 
Yunarno dapat bernafas kembali dan langsung dimasukkan ke ruang ICU untuk 
menjalani perawatan lebih insentif. Selama di ruang ICU, hidup Yunarno bisa 
dibilang 100% menggunakan mesin. Kondisinya benar-benar tidak berdaya. Setelah 
dirawat selama 2 hari, berkat semangat hidupnya akhirnya Yunarno mulai sadar 
dan bisa mengenali orang-orang disekitarnya. Dimana pada hari-hari sebelumnya,  
hal ini tidak bisa dilakukan.
      Setelah dirawat di ICU selama satu bulan, pada tanggal 10 Juni 2007 
dilakukan operasi pengangkatan tumor. Dari hasil operasi diperoleh keterangan 
dokter bahwa tumor tidak semuanya bisa diangkat. Masih tersisa sepertiganya 
(1/3 nya), karena posisi tumor berada di pusat syarafnya. Setelah operasi, 
dokter memberi pilihan untuk dikemoterapi atau diradiasi. Kami memilih untuk 
diradiasi, dengan pertimbangan biayanya lebih murah dan efek dari radiasi tidak 
begitu keras. Setelah menjalani radiasi selama 25 kali, akhirnya Yunarno 
diperbolehkan untuk keluar dari RS.
      Tanggal 27 Agustus 2007, kami membawa Yunarno pulang ke rumah paman. 
Untuk sehari-harinya Yunarno diurus oleh mama dan tante. Setiap hari mama dan 
tante tidak pernah lupa untuk membersihkan badannya dan memberikan terapi.
      Tanggal 12 Maret 2008, Yunarno mengalami sesak nafas dan keluar keringat 
dingin. Kami langsung  membawanya ke RS PIK. Dan langsung ditangani oleh dokter 
UGD. Setelah diperiksa ternyata banyak dahak yang menyumbat di tenggorokannya. 
Oleh dokter dilakukan penyedotan dahak dan kondisi Yunarno berangsur membaik.
      Tanggal 15 Maret 2008, Yunarno mendadak tidak sadar, kami langsung 
memasukkannya ke ruang ICU untuk menjalani perawatan lebih insentif. Dokter 
paru-paru kemudian memeriksanya. Dari hasil rontgen diketahui ternyata 
paru-paru sebelah kiri Yunarno telah tertutup oleh dahak sehingga tidak ada 
celah untuk oksigen yang keluar, untuk disalurkan ke otak. Oleh dokter kembali 
dilakukan tindakan penyedotan dahak.
      Kondisi Yunarno sampai saat ini masih dirawat di ruang ICU. Dia tetap 
harus menjalani penyedotan dahak secara rutin.
      Hingga saat ini, Yunarno belum mengetahui penyakit yang dideritanya. 
Bukannya kami mencoba untuk menyembunyikan dari dia, tapi kami hanya berharap 
Yunarno tetap mempunyai  semangat untuk hidup. Dari matanya kami tahu bahwa 
adik kecil kami ini mempunyai semangat hidup yang tinggi. Dia tidak pernah 
mengeluh. Biarpun beberapa dokter sudah angkat tangan, tapi kami tetap akan 
berusaha untuk Yunarno. Karena kami sekeluarga sangat menyayanginya. Banyak 
cita-cita dan obsesi yang ingin Yunarno capai. Salah satunya ingin 
membahagiakan papa dan mama. Sampai sekarang, dengan kondisi yang sekarang 
inipun Yunarno selalu memikirkan kondisi papa dan mama.
      Untuk masalah biaya pengobatan, kami berusaha mengumpulkannya dari 
tabungan masing-masing termasuk dengan meminjam uang ke saudara dan teman. Tapi 
akhirnya, kami tidak sanggup lagi untuk menanggung biaya pengobatan yang 
jumlahnya tidak kecil ini.        

---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke