Dear all,
Namo Buddhaya, Dharmaya & Sanghaya
Berikut adalah Update Kotak dana Aswan s/d Tgl 3 April 2008 Pukul 22:32 WIB :
TGL NAMA JUMLAH
26-Mar-08 LANY Rp 100,099
26-Mar-08 VIVI ANAWATY Rp 200,099
26-Mar-08 DEWI APRIYANI Rp 100,099
26-Mar-08 YULIA+HENRY Rp 100,099
26-Mar-08 JENI H Rp 200,099
26-Mar-08 JOE HOEY BENG Rp 50,099
27-Mar-08 ROSMERY Rp 100,099
27-Mar-08 LIE CHING Rp 100,099
27-Mar-08 TOKO IQ + INITIAL Rp 200,099
27-Mar-08 LITA NAWATI Rp 100,099
27-Mar-08 AGUS SALIM Rp 100,099
27-Mar-08 HENDRA Rp 100,099
28-Mar-08 ASTUTY Rp 50,099
28-Mar-08 ANDY ZAIN Rp 199,999
28-Mar-08 EDIJ Rp 100,099
29-Mar-08 HENDRA WIJANA & KEL:. Rp 100,099
29-Mar-08 NELLY WINATA Rp 20,099
29-Mar-08 ALM. NYOO GIEM YAUW/JOGJA Rp 250,099
29-Mar-08 YOKO P. SANTOSO-JOGJA Rp 250,099
29-Mar-08 KEVIN P. SANTOSO-JOGJA Rp 250,099
29-Mar-08 HENRY&DARWIN Rp 150,099
31-Mar-08 GUNAWAN MULIAWAN Rp 55,099
31-Mar-08 AMIN UNTARIO Rp 1,000,099
31-Mar-08 AMIHOFUO Rp 100,099
31-Mar-08 JUSANTO Rp 80,099
1-Apr-08 WISMINA Rp 200,099
1-Apr-08 HADI PRAMANA IR Rp 100,099
1-Apr-08 LIM LILI KIALIAWAT Rp 100,099
2-Apr-08 NN Rp 50,099
2-Apr-08 YULIANA Rp 100,099
2-Apr-08 RUSI HANDONO Rp 100,099
2-Apr-08 NN Rp 1,200,099
2-Apr-08 HENDRA Rp 50,099
3-Apr-08 FERONICA LAKSANA Rp 500,099
3-Apr-08 JENI H Rp 88,899
3-Apr-08 ERWANTO Rp 100,099
Total Penerimaan Rp 6,647,264
Bagi teman-teman yang ingin membantu, dana bisa ditransfer ke Rek. BCA atas
nama Ridawaty, 697-009-1112. Mohon untuk memberi kode 99 di belakang 2 digit
terakhir.
Bila tidak ada berita, nama yang akan dicantumkan dalam laporan DKD adalah nama
yang muncul di rekening koran. Kotak dana ini akan kami buka sd 10 April 2008.
Anumodana,
Anjali
Team DKD
felix thioris <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear teman-teman donatur yang murah
hati,
DKD mendapatkan beberapa email dari para donatur DKD yang mendesak kami untuk
segera survey kasus Aswan (mereka pun telah dihubungi secara terpisah oleh
pihak keluarga Aswan). Karena waktu itu, ada kasus Deborah, kami baru sempat
menjenguk Aswan hari minggu kemarin. FYI: Deborah sudah meninggalkan kita,
setelah stroke, Deborah tidak pernah sadar lagi. Terima kasih pada para donatur
tetap DKD, setidaknya kita sudah membantu memberikan harapan hidup kepada
keluarganya pada saat mereka membutuhkan dana tersebut.
Hari minggu, Maret 23, 2008, saya menjenguk Aswan (Yunarno) di rumah sakit PIK
dan bertemu dengan keluarganya, Yanti dan Maryuni Ching-ching. Aswan lagi
dilatih motoriknya oleh koko-nya. Saat ini masih di ICU. Iba juga melihatnya,
setiap hari, tergeletak tanpa daya dan ini sudah berlangsung lebih dari 1 tahun.
Keluarganya berada di Pekalongan dan saat ini yang banyak membantu Aswan secara
materi adalah cici-nya Yanti. Sejauh ini, tabungan mereka sudah maksimal
digunakan untuk pengobatan Aswan, tutup kiri-kanan. Menurut istilah Yanti, udah
ngos-ngosan saat ini. Juga ada bantuan dari saudara-saudara dekat dan teman,
walaupun tidak banyak. Udah pernah di survey oleh Tzu Chi dan karena Aswan
numpang di rumah saudara di Jakarta, menurut Tzu Chi mereka tidak memenuhi
syarat.
Aswan adalah asli Pekalongan dan mereka memiliki surat keterangan tidak mampu
dari Kelurahan di Pekalongan. Mungkin ada teman Tzu Chi di Pekalongan yang bisa
membantu?
Menurut Yanti, tahun lalu, 2007, Aswan dirawat di RSPAD Gatot Subroto selama 6
bulan, kamar ICU disana Rp 750,000/malam, jauh lebih mahal dibandingkan dengan
RS PIK yang Rp 400,000.
Teman-teman, ini semua murni kemanusiaan, bila ingin membantu, DKD akan
membantu menyalurkan ke keluarga Aswan. Dana bisa ditransfer ke rekening BCA
atas nama Ridawaty, 697-009-1112, cantumkan kode transfer 99, so bila transfer
200,000, tolong dilebihkan jadi 200,099. Bila tanpa ada berita, nama yang akan
dicantumkan dalam laporan DKD adalah nama yang muncul di rekening koran. Kotak
dana ini akan kami buka sd 10 April 2008. Untuk informasi tentang Aswan, bisa
menghubungi cici-nya Yanti. Aswan bisa dijenguk di ICU PIK, lantai 3. Bila ada
teman-teman yang ingin membantu membacakan paritta penyembuhan, bisa membaca
dari luar ruang ICU. Sempatkan jenguk ya, berikan moral support kepada
keluarganya.
Berikut adalah riwayat penyakit Aswan yang dibuat oleh Yanti;
Nama : Yunarno
TTL : Pekalongan, 31 Januari 1986
Umur : 22 tahun
Keluarga yang mengurus : Yantini (cici Yunarno)
No Esia : (021)92786602
HP : 0817188062
Riwayat sakit Yunarno :
Sekitar bulan Februari 2007, Yunarno mengeluh tangan sebelah kirinya suka
kesemutan dan agak lemas.
Pada tanggal 8 April 2007, tangan kirinya sudah semakin susah untuk
memegang barang dan kaki kiri juga mulai lemas serta susah buang air kecil.
Karena itu saya segera memeriksakan Yunarno ke Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk
(RS PIK). Dokter menyarankan untuk dirawat inap Air seni segera dikeluarkan
dengan dipasang kateter, karena sudah hampir mengenai ginjalnya. Di saat itu
juga kemudian dilakukan rontgen dan MRI.
Tanggal 9 April 2007, keluarlah hasil MSI dan dokter menyatakan bahwa
Yunarno terkena penyakit tumor sumsum tulang belakang. Oleh karena itu dokter
menyarankan untuk dioperasi. Namun dari pihak keluarga kami ingin melakukan
alternatif lain dengan membawa Yunarno untuk berobat ke luar negeri . Yunarno
dirawat di RS PIK selama seminggu, secara perlahan kondisi kaki kiri dan buang
air kecilnya mulai agak membaik. Setelah keluar dari RS PIK dan melihat kondisi
yang memungkinkan, maka kami mengajak Yunarno pulang ke Pekalongan (Jawa
Tengah) untuk mengurus pembuatan paspor. Setelah selama seminggu di Pekalongan,
kami kembali ke Jakarta.
Tanggal 27 Mei 2007, tepatnya dua hari sebelum hari keberangkatan ke luar
negeri, kondisi Yunarno mengalami penurunan drastis. Bagian tubuh mulai dari
bahu hingga kaki menjadi lemas, tidak bisa digerakkan dan tidak bisa buang air
kecil lagi. Sehingga kembali harus dipasang kateter untuk membantunya pada saat
buang air kecil.
Tanggal 28 Mei 2007, Yunarno mengalami gangguan pernafasan sehingga papa
dan tante langsung membawanya ke RS terdekat untuk dipasang oksigen.
Tanggal 29 Mei 2007, tepatnya hari keberangkatan kami ke luar negeri.
Kami berangkat ke Bandara Soekarno Hatta dengan menggunakan mobil ambulance.
Namun sayangnya, kami tidak diijinkan berangkat oleh pihak bandara karena
melihat kondisi Yunarno yang tidak memungkinkan. Akhirnya dari bandara, kami
langsung dirujuk ke RSPAD. Pada saat itu suhu badan Yunarno berkisar antara
39°C - 40°C. Pihak RS memberikan obat penurun panas dan dikompres. Kemudian
kembali dilakukan MRI dan diketahui bahwa tumornya membengkak.
Tanggal 30 Mei 2007, kondisi Yunarno semakin drop, tidak sadar dan
nafasnya tidak ada. Para dokter dan suster langsung mengambil tindakan untuk
membuatnya kembali bernafas. Untungnya tindakan mereka membuahkan hasil.
Yunarno dapat bernafas kembali dan langsung dimasukkan ke ruang ICU untuk
menjalani perawatan lebih insentif. Selama di ruang ICU, hidup Yunarno bisa
dibilang 100% menggunakan mesin. Kondisinya benar-benar tidak berdaya. Setelah
dirawat selama 2 hari, berkat semangat hidupnya akhirnya Yunarno mulai sadar
dan bisa mengenali orang-orang disekitarnya. Dimana pada hari-hari sebelumnya,
hal ini tidak bisa dilakukan.
Setelah dirawat di ICU selama satu bulan, pada tanggal 10 Juni 2007
dilakukan operasi pengangkatan tumor. Dari hasil operasi diperoleh keterangan
dokter bahwa tumor tidak semuanya bisa diangkat. Masih tersisa sepertiganya
(1/3 nya), karena posisi tumor berada di pusat syarafnya. Setelah operasi,
dokter memberi pilihan untuk dikemoterapi atau diradiasi. Kami memilih untuk
diradiasi, dengan pertimbangan biayanya lebih murah dan efek dari radiasi tidak
begitu keras. Setelah menjalani radiasi selama 25 kali, akhirnya Yunarno
diperbolehkan untuk keluar dari RS.
Tanggal 27 Agustus 2007, kami membawa Yunarno pulang ke rumah paman.
Untuk sehari-harinya Yunarno diurus oleh mama dan tante. Setiap hari mama dan
tante tidak pernah lupa untuk membersihkan badannya dan memberikan terapi.
Tanggal 12 Maret 2008, Yunarno mengalami sesak nafas dan keluar keringat
dingin. Kami langsung membawanya ke RS PIK. Dan langsung ditangani oleh dokter
UGD. Setelah diperiksa ternyata banyak dahak yang menyumbat di tenggorokannya.
Oleh dokter dilakukan penyedotan dahak dan kondisi Yunarno berangsur membaik.
Tanggal 15 Maret 2008, Yunarno mendadak tidak sadar, kami langsung
memasukkannya ke ruang ICU untuk menjalani perawatan lebih insentif. Dokter
paru-paru kemudian memeriksanya. Dari hasil rontgen diketahui ternyata
paru-paru sebelah kiri Yunarno telah tertutup oleh dahak sehingga tidak ada
celah untuk oksigen yang keluar, untuk disalurkan ke otak. Oleh dokter kembali
dilakukan tindakan penyedotan dahak.
Kondisi Yunarno sampai saat ini masih dirawat di ruang ICU. Dia tetap
harus menjalani penyedotan dahak secara rutin.
Hingga saat ini, Yunarno belum mengetahui penyakit yang dideritanya.
Bukannya kami mencoba untuk menyembunyikan dari dia, tapi kami hanya berharap
Yunarno tetap mempunyai semangat untuk hidup. Dari matanya kami tahu bahwa
adik kecil kami ini mempunyai semangat hidup yang tinggi. Dia tidak pernah
mengeluh. Biarpun beberapa dokter sudah angkat tangan, tapi kami tetap akan
berusaha untuk Yunarno. Karena kami sekeluarga sangat menyayanginya. Banyak
cita-cita dan obsesi yang ingin Yunarno capai. Salah satunya ingin
membahagiakan papa dan mama. Sampai sekarang, dengan kondisi yang sekarang
inipun Yunarno selalu memikirkan kondisi papa dan mama.
Untuk masalah biaya pengobatan, kami berusaha mengumpulkannya dari
tabungan masing-masing termasuk dengan meminjam uang ke saudara dan teman. Tapi
akhirnya, kami tidak sanggup lagi untuk menanggung biaya pengobatan yang
jumlahnya tidak kecil ini.
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
[Non-text portions of this message have been removed]