Nasi adalah makanan pokok sebagian besar rakyat di negara kita, dan mungkin malah makin banyak yang makan nasi karena sagu ato yang lainnya sudah agak jarang, atau malah makin sedikit yang makan nasi, karena harga beras rasanya kok makin mahal, hehehehe, yaa untuk kali ini, ijinkanlah saya mengatakan kalau nasi masih menjadi makanan pokok yang utama di negara kita ini, kalau anda makannya roti ato yang lainnya, anggaplah anda beruntung, anda spesial, kalau anda makan nasi aking, yaa, nasi juga tooh... hehehe Bagi para pemakan nasi, kadang sedemikian nge fans nya mereka dengan nasi ini, bahkan kalaupun mereka sudah makan roti, mie ato bahan makanan lainnya, kadang masih ada anggapan dalam diri mereka kalau blom makan nasi, masih dianggap blom makan, dan kalaupun baru makan sesuap nasi saja, sah lah makannya hehehe, yaa segitunya... soal kebiasaan saja sebetulnya. Mungkin banyak di antara para pemakan nasi itu yang tidak pernah tau atau menyadari bahwa dari beras pun banyak makanan lain yang dibuat, miehun misalnya - walaupun sekarang ada miehun jagung- kue-kue tradisional, panganan lain semodel cendol, dll.... yaa banyak lah.... kadang lucu juga kalau ada orang yang hanya tahu bahwa nasi itu cuma bisa ditanak dan lalu nyam-nyam, sementara yang lain telah mempergunakannya untuk bahan kue dll dll, yaa contoh sederhana itu cuma ingin menunjukkan bagaimana terbatasnya pikiran kita akan hal-hal dalam kehidupan ini, baru satu saja contohnya, nasi-beras.. bagaimana akan hal-hal yang lain, soal pandangan hidup, soal pemahaman akan kehidupan, tentang ajaran spiritual, ajaran agama dll. Seperti halnya nasi, beras atau pangan dari bahan dasar beras, secara alaminya bahan pangan itu tentu tetap akan dikenali sebagai olahan dari bahan dasar beras atau kadang disebut kue dari beras, cendol dari tepung beras, tidak pernah dikatakan kue campur beras - terigu, hehehehe.... yaa.. ada semacam kecenderungan atau kebiasaan yang mencoba meletakkan segala sesuatu itu pada porsinya, pada wajarnya dia. Sama halnya juga dalam urusan spiritual, anda tidak akan bisa mencampur aduk antara bahan beras dengan terigu tanpa meletakkan prosesnya pada jalur yang wajar dan tetap mesti memutuskan apakah anda akan membuat kue berbahan dasar terigu atau kue berbahan dasar beras, yang tentunya akan memberikan ke khas an tertentu pada kue tersebut., walaupun pada dasarnya atau hakekatnya kue adalah kue, untuk mengenyangkan, dan peletakan penekanan itu bukanlah untuk membedakan dengan sangat keras, tapi untuk memberikan suatu kejelasan bagi para penikmat kuenya untuk memilih dan menikmatinya dengan baik dan kalau lah ada yang alergi dengan terigu, tentu bisa milih beras, dan sebaliknya. Sama halnya dengan perjalanan spiritual, pelatihan spiritual, masing-masing orang perlu memilih dan konsisten pada jalan yang dipilihnya masing-masing, bukan lalu untuk menjadi fanatik apalagi fanatis, namun untuk memudahkan dalam mencari refernsi, menemukan panduan, walaupun pada hakekatnya tentu sama-sama mencari sejatinya hidup atau esensi hidup. Ketidak jelasan, pencampuradukan itu seringkali membuat bingung dan lalu tidak ke mana-mana. Sama halnya dengan kue, tidak banyak kue yang dibuat dari bahan campur aduk yang memberikan rasa yang lezat dan wah, kalaupun ada tentu kadar campuran bahan lainnya itu tidaklah signifikan atau banyak dan kadang membutuhkan proses yang tidak sederhana juga, atau membutuhkan tangan yang sudah pakar alias terlatih baik.... sayangnya semua orang lalu mengira dirinya pakar dan ahli mencampur, ya silahkan saja hehehehee.... mari mencampur adonan kue. :) 210408
Diskusi dan pertanyaan mohon di kirim ke japri;[EMAIL PROTECTED] http://www.friendster.com/isutjipto http://groups.yahoo.com/group/irwan_sutjipto/ http://www.friendster.com/group/tabmain.php?statpos=gdis&fid=303848 Gallery: http://www.flickr.com/photos/[EMAIL PROTECTED]/ ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
