Orang harus mampu menemukan kesalahan sendiri dan memperbaikinya setiap hari.
Jika orang tidak mampu menemukan kesalahan pada diri sendiri maka ia akan
berpikir bahwa apapun yang ia lakukan itu benar. Sehingga, mereka menjadi tidak
mampu memperbaiki kesalahannya dan tidak ada kemajuan apa2 di sana.
Sadar berarti mampu mengetahui kesalahan kita setiap hari. Itu adalah
Pencerahan Sempurna. Awal dari Pencerahan adalah mengetahui kesalahan sendiri
setiap hari. Kita mengawali proses ini saat kita pertama-tama mengemukakan
ikrar untuk menjadi seorang Bodhisattva dengan Pencerahan yang Memadai. Begitu
menemukan kesalahan sendiri setiap hari, kita perlu memperbaikinya. Ini adalah
Pembinaan Diri. Itu berarti memperbaiki pikiran dan perilaku kita setiap hari.
Ini adalah keberhasilan sejati dalam Pembinaan Diri yang dicapai oleh
orang-orang yang bijaksana dan berkebajikan.
Ini adalah kunci pengubahan nasib, meninggalkan penderitaan di belakang dan
meraih kebahagiaan. Tatkala kebanyakan orang tidak mampu menjadi Bajik dan Suci
dalam satu kehidupan dan tidak mampu berhasil dalam Pembinaan Diri, mereka akan
melihat bahwa masalahnya ada di sini. Mengenali kesalahan diri kita sendiri
setiap hari berarti SADAR setiap hari. Begitu menemukan satu kesalahan, baiklah
adanya jika kita memperbaikinya. Dengan cara ini, kita akan membangun Kekuatan
Pembinaan Diri untuk berubah dengan tulus. Kita mendapatkan kekuatan dari
pengembangan diri yang kita lakukan. Tidak banyak yang perlu dilakukan. Jika
mampu menemukan dan memperbaiki satu kesalahan setiap hari, kita akan menjadi
Orang Suci dan Bajik dalam tempo tiga tahun.
Sebagai Praktisi yang Melafal Nama Buddha, jika mampu memperbaiki satu
kesalahan setiap hari dan terus penuh perhatian pada Buddha Amitabha, maka
dalam waktu tiga tahun kita akan mendapatkan Kelahiran Tingkat Tinggi atau
Menengah di Tanah Suci. Ini adalah cara Membina Diri untuk menjadi Buddha.
Pertanyaannya adalah apakah kita punya tekad untuk berbuat seperti itu dengan
ulet. Kita tercemar kalau tidak mampu menemukan satu kesalahan di dalam diri
kita setiap hari. Jika tidak mengenalinya, maka sudah barang tentu kita tidak
bisa memperbaikinya. Bagaimana kita bisa berharap untuk maju kalau demikian
halnya? Saat tidak ada kemajuan, berarti ada kemerosotan. Umumnya, kita lalu
akan jatuh lagi. Menganggap diri kita sempurna, merasa yakin bahwa apapun yang
kita lakukan itu benar adalah cara hidup yang paling menyeramkan bagi kita.
Sumber Buku Seni Mengubah Nasib, Empat Ajaran Liao Fan. Ulasan oleh Master
Chin Kung
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]