“Nasib tidak dipatok, tapi diciptakan dan ditentukan oleh diri kita sendiri.” 
Ini sungguh benar.
   
  Ini juga dari Kitab Sejarah dan menekankan pentingnya pengembangan kebajikan, 
tentang bagaimana factor pengubah bisa melampaui konstanta. Ajaran-ajaran Orang 
Suci dan Bajik zaman dahulu kala merupakan kebenaran dan karenanya tidak 
berubah. Oleh Karena itu, baik dulu maupun sekarang, kita menyebut 
ajaran-ajaran itu sebagai “Sutra”. Saat diterapkan ke dalam masyarakat modern, 
ajaran2 itu tetap benar. Jika tidak mempercayainya dan memilih untuk terus 
mengikuti pendapat sendiri dan tetap melakukan kejahatan, kita Cuma akan 
menambah pelanggaran. Bahkan kendati mendapatkan suatu keuntungan sesaat, kita 
Cuma mendapatkan apa yang sudah menjadi nasib kita untuk dinikmati. Jika tidak 
tahu bagaimana mengembangkan kebajikan, maka kita tidak bisa menjaga 
kemakmuran, tapi juga hidup kita sendiri. Dan jika tidak mampu menjaga hidup 
kita, untuk apa memiliki semua kekayaan itu?
   
  Dunia ini bisa ditimpa bencana kapan saja. Kita bisa kehilangan nyawa kapan 
saja. Coba pikirkan, apa gunanya mendapatkan yang lain? Semuanya akan menjadi 
tidak berguna, meskipun kita telah memilikinya. Hal ini dengan jelas 
diungkapkan di dalam “Bagian Perilaku dan Sumpah Bodhisattva Pemberi Manfaat 
Universal” dari Sutra Rangkaian Bunga. Di detik nafas terakhir, kita tidak 
mampu membawa apapun beserta kita ke dalam kehidupan berikutnya, apakah anggota 
keluarga, teman, nama baik, kekayaan, tidak ada apapun! Apa yang bisa kita bawa 
serta adalah Sepuluh Ikrar Agung, yang terus beserta kita, tidak pernah 
meninggalkan kita, tapi membimbing kita untuk lahir di Tanah Suci.
   
  Juga dikatakan di dalam Agama Buddha bahwa “Tidak ada yang bisa dibawa serta 
ke kehidupan berikutnya selain dari karma kita.” Ini adalah kata2 nasehat yang 
sangat penting. Karena tahu bahwa karma akan mengikuti seperti bayangan, kita 
perlu rajin2 mengembangkan kebajikan, agar tidak mengumpulkan karma buruk 
beserta kita. Karena jika mengumpulkan karma buruk, kita akan dituntun menuju 
Tiga Alam Buruk. Karma baik akan memimpin kita lahir di Tiga Alam 
Baik/Menyenangkan. Dan karma Suci dari Perhatian Terus-Menerus pada Buddha 
Amitabha akan membawa kita lahir di Tanah Suci Barat. Dari sini semestinya 
jelas sudah apa yang perlu kita lakukan dalam hidup ini. Kita perlu melebarkan 
pandangan, meluaskan cara berpikir, dan bukannya menghabiskan waktu dengan hal2 
yang dangkal atau menghitung untung rugi dalam hidup ini. Hidup ini sangat 
pendek. Akan merupakan pahala yang luar biasa jika dalam hidup ini kita 
melakukan lebih banyak kebaikan, memberi manfaat lebih banyak kepada sesama.
   
  Jika setelah membaca ajaran Orang-orang Suci dan Bajik zaman dahulu kala, 
kita mampu yakin, menerima, dan mengikuti ajaran2 itu, maka kita akan menerima 
pahala dan manfaat yang tidak habis-habisnya. Jika tidak mampu mempercayai 
ajaran-ajaran itu, berpikir bahwa semua itu Cuma dongeng yang tidak bisa 
diandalkan, maka ini disebabkan oleh rintangan karma kita. Akibatnya,kita akan 
kehilangan kesempatan yang luar biasa dan tak ada bandingannya ini.
   
  Sumber : Seni Mengubah Nasib. Empat Ajaran Liao Fan. Ulasan oleh Master Chin 
Kung


       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke