Sebuah posting yang berbahaya...
mesti dilihat bahwa orang di pulau itu meneriaki pohon itu karena tujuannya
untuk di potong, entah itu karena kayunya dibutuhkan atau karena pohon itu
menghalangi jalanan...
tidak kah anda melihat dan menemukan dalam kehidupan ini akan adanya
manusia-manusia yang hidup seperti pohon itu? besar dan mengakar, menghunjam ke
dalam, dan menghalangi jalannya kemajuan atau perkembangan entah itu batin itu
batin atau juga perkembangan fisik.
Ketika kita menyayangi seseorang, hendaknya kita menyayangi dengan bijak, tidak
menyayangi seperti monyet menyayangi ikan, ikan yang kena banjir oleh monyet
dikasihani, di sayang lalu ditaruh di tempat kering....
Marah, dan teriakan itu kadang berguna untuk mendorong kemajuan, di aliran zen
misalnya, pukulan dan teriakan itu jamak dilakukan untuk membangunkan seorang
prakisi dari tidur, dan mungkin sekalijuga dari 'tidur' batinnya....
Maka sudah selayaknya kita mulai untuk mencoba melihat suatu teriakan itu dari
sisi yang berbeda, dari sisi tujuan, niatnya dan esensinya, seperti para
penduduk pulau itu yang mempergunakannya dengan baik, yaitu memudahkan mereka
untuk menebang pohon, dan itu tentu sangat bijak dan berguna... aneh rasanya
kalau itu diterjemahkan negatif dan dipergunakan dari sisi untuk menyalahkan
teriak itu sebagai sesuatu yang membunuh, yaa kalau niatnya demikian tentu saja
salah, walaupun kalau ditelaahlebih jauh, kadang untuk menyelamatkan satu juta
orang, sangat mungkin saja membunuh itu perlu dilakukan...coba anda renungkan
sendiri, tidak perlu dijawab.
Melihat suatu permasalahan, hendaknya kita melihat dengan jernih dan kembali
menilik, menelaah batin kita sendiri, apakah cermin di dalam sana, radar di
dalam sana, teroopong yang dipergunakan itu sudah benar ato belum.... dan
kalau anda bisa atau mampu melihat dan mengakui dengan jujur, sering sekali
permasalahannya terletak pada kesalahan dalam mengartikan, memahami, bukan pada
kejadian atau fenomena itu sendiri, dan ini tentu merupakan indikasi bagi anda
sendiri, sampai di mana anda itu berada, dan apa yang perlu anda lakukan .....
semoga berguna...
T E R I A K
Posted by: "S1D" [EMAIL PROTECTED] phoenix_fo
Tue Sep 16, 2008 11:30 pm (PDT)
Ini cerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang
tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan.
Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang
menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa ? Kebisaan ini ternyata mereka
lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan
sulit untuk dipotong dengan kapak.
Inilah yang mereka lalukan, jadi tujuannya supaya pohon itu mati. Caranya
adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat
hingga ke atas pohon itu.
Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada
di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu.
Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh
hari. Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki
itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu
dahan-dahannya juga akan mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan
mati dan mudah ditumbangkan.
Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini
sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka
telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap
mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut
kehilangan rohnya.
Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah,
sekarang, apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk
primitif di kepulauan Solomon ini ? O, sangat berharga sekali! Yang
jelas, ingatlah
baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu
maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.
Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda?
- Ayo cepat!
- Dasar lelet!
- Bego banget sih! Begitu aja nggak bisa dikerjakan?
- Jangan main-main disini!
- Berisik !
Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena
Anda merasa sakit hati?
- Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu, tahu nggak!
- Bodoh banget jadi bini nggak bisa apa-apa !
- Aduuuuh, perempuan kampungan banget sih!?
- Dasar laki gak punya nyali, ngapain lu jadi suami, nggak becus!
Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya :
- Stupid,
- soal mudah begitu aja nggak bisa!.
- Kapan kamu mulai akan jadi pinter?
Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesal:
- Eh tahu nggak? Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku kagak bakal nyesel!
Ada banyak yang bisa gantiin kamu!
- Sial! Kerja gini nggak becus? Ngapain gue gaji elu?
Ingatlah! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang karena merasa
jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh
penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali
kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita
teriaki. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita.
Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita,
perlahan-lahan pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan
hubungan kita.
Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah
untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita
perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh
jaraknya, bukan ?
Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan
teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter.
Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka
dekat tapi sebenarnya hati mereka begitu jauh. Itulah sebabnya mereka
harus saling berteriak!
Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha
melukai serta mematikan roh orang yang dimarahi kerena perasaan-perasaan
dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita
ingin melukai, kita ingin membalas.
Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada orang
yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah
menggunakan teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin
segera membunuh roh orang lain ataupun roh hubungan Anda, selalulah
berteriak.
Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin
dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.
Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai, tanpa harus
berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita.
Mereka yang bekerja hanya dengan otak tanpa menggunakan hati nurani
mereka, maka ia akan mendapat teman-teman kerja yang mati hatinya.s