--- On Mon, 1/12/09, Yona <[email protected]> wrote:
From: Yona <[email protected]> Subject: Perpanjangan Tangan Kwan Sheim Posat To: "Fk" <[email protected]>, "Hy" <[email protected]>, "nek" <[email protected]>, "Mey" <[email protected]>, "Linx" <[email protected]>, "Lily" <[email protected]>, "sin" <[email protected]>, "Yeyen" <[email protected]>, [email protected], [email protected] Date: Monday, January 12, 2009, 8:43 PM VIHARA AVALOKITESVARA JL.MANGGA BESAR RAYA NO.58 JAKARTA BARAT PENCERAHAN BODDHICITTA Oleh : SUHU DUTAVIRA STHAVIRA PERPANJANGAN TANGAN KWAN SHEIM POSAT Buddha berdsabda, " Jika para makhluk yang sedang mengalami kesusahan dapat dengan segenap hati memuliakan nama Kwan Sheim Posat, maka beliau akan memperhatikan permohonannya, terbebaslah ia dari penderitaan." ( ayat 2 Phu Men Phin). Alkisah seorang pemuda rajin memuliakan Nama Kwan She Im Po Sat dan rajin pula bernuat kebajikan. Ia bangga, karena bisa menjadi manusia berguna. Pada suatu ketika ia mengalami kesulitan ekonomi. Ia menjumpai A dan B , yang pernah ia bantu dan kini ekonominya telah membaik. Namun, A beralasan sedang mengalami kesulitan perputaran uang , dan B bersedia memberikan pinjaman tanpa bunga, tetapi harus ada barang yang yang diagunkan. Dulu ia membantu mereka dengan mudah tanpa meminta agunan. Tiba dirumah ia segera mandi, berpakaian rapih dan bersih, meminta istrinya untuk tidak mengganggu. Ia ingin bersembahyang khusuk kepada Kwan She Im Po Sat. Ia mempersembahkan buah, dupa, membaca Ta Pei Cou, mengalunkan pujian Namo Kwan She Im Po Sat terus menerus dengan khusuk selama 6 jam, akhirnya ia tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi bertemu dengan Kwan She Im Po Sat. Ia bersujud, menangis dan memohon pertolongan serta nasehat Beliau. Kwan Se Im Po Sat tersenyum dan pemuda itu mendengar suara beliau: 1. Gunakanlah jiwa upeksha dalam membantu orang. Jangan merasa bangga karena telah membantu orang, akan tetapi jalankan semua itu sebagai tugas perpanjangan tangan Ku (= menyatu dalam kasih Kwan She Im Po Sat). 2. Membantu orang tidak cukup hanya memberikan umpan, melainkan harus memberikan kail, yaitu menasehati orang agar mempunya jiwa yang berbudi (= bagaikan Kwan She Im Po Sat). 3.Membantu orang tanpa pilih kasih, akan tetapi harus dapat melihat ditempat sawah ladang yang subur (= membantu orang yang berguna). Pemuda itu kemudian bai gui / bernamaskara, ia berjanji tidak akan mundur dalam membantu orang lain. Keesokan paginya, C teman yang dulu pernah ia bantu datang menawarkan bantuan , sehingga ia tertolong dari kesulitannya. Teman se Dharma yang berbahagia, keajaiban, kesaksian dan berkah Kwan She Im Po Sat tiada habis-habisnya dibicarakan. Dalam kondisi susah kita harus tetap tekun dan bersembahyang dengan khusuk, Kwan She Im Po Sat dapat menggunakan beraneka cara membantu kita (lihat ayat-ayat Phu Men Phin). Omitofo [Non-text portions of this message have been removed]
