Konsentrasi energy banyak terkuras atas polemik berkepanjangan, berkenaan 
hadirnya franchise restoran “ Buddha Bar “, beragam pendapat baik yang pro 
maupun kontra cukup lama berlangsung, namun intensitasnya sudah berkurang, 
terkesan  hilang dari ingatan kita semua, para petinggi Sangha sebenarnya jauh 
– jauh hari sudah membahas dan melakukan konsultasi hukum, saat munculnya iklan 
disalah satu harian ibukota.
Ada yang menarik , teman kita baru – baru ini kembali mengangkat persoalan 
tersebut  melalui tulisan yang disebarkan keberbagai milis Buddhis, banyak 
pihak merespon termasuk saya sendiri menanggapi postingan tersebut, dan lebih 
jauh lagi bentuk realisasinya  yaitu berbicara di Vihara dengan mengangkat 
topik “ Buddha Bar “ untuk menggugah simpati ummat, yang intinya mengghimbau 
partisipasi ikut mendukung perjuangan menuntaskan pemasalahan pelecehan agama 
tersebut, sayang sekali niat luhur sedikit tercemar nilai perjuangannya dengan 
adanya penggeseran motivasi melalui penyebaran brosur Caleg  yang sarat akan 
kepentingan pribadi.
Permasalahan “ Buddha Bar “, sejauh mana memenuhi unsur penodaan agama, namun 
perjuangan teman – teman patut didukung, seperti kita ketahui , secara legal 
ini adalah sebuah restoran multinasional menyangkut nilai investasi skala besar 
dan pihak franchisor sudah beroperasi puluhan tahun lamanya,  pancingan 
kotroversial brand, kemungkinan hanya bentuk kreatif kemasan komunikasi 
marketing , dengan sengaja digulirkan untuk menstimulus emosi, menciptakan 
beragam persepsi, bertujuan tercapainya strategi promosi yang efektif, seperti 
tatkala dilakukan seorang Motivator menebarkan uang dari atas Helikopter, ada 
resiko bersinggungan dengan martabat, sosial ekonomi, hujatan serta pendapat 
miring dari masyarakat maupun petinggi negeri ini, tidak menggoyahkan niat yang 
bersangkutan, karena ada misi tersembunyi  yang hendak dicapai ,yaitu expose 
dari berbagai media lokal dan mancanegara secara gratis untuk memperkenalkan 
buku Marketing.
Barangkali maknanya berbeda, kalau fisik sebuah restoran dengan Bar nya, 
dipenuhi display beragam merk minuman keras, dan wujud aktifitasnya  tidak 
sejajar ataupun bertentangan dengan Sila Buddhis, tentunya telah mengarah 
pelecehan , terlepas itu adalah persoalan Agama kemungkinan besar dihadang 
benteng – benteng ekonomi maupun hukum, ada hal  mendasar yang ingin kami 
sampaikan, tentunya tanpa mengurangi respek saya terhadap teman – teman, untuk 
menghindari benturan prioritas, kurang tepat, kalau ada yang memasukan 
kepentingan pribadi, memanfaatkan moment untuk dijadikan kendaraan politik 
dalam hal menyukseskan agenda terselubung, karena kemurnian Agama harus tetap 
terjaga ,seyogia berada pada porsi yang sebenarnya.
Menyadari sebagai komunitas minoritas, dengan tulus kami mendukung potensi 
–potensi Buddhis, dapat lebih berperan dalam kancah perpolitikan nasional, 
namun tetap menjaga sportifitas, konsistensi pada azas eleganitas,lebih menuai 
respon positif,manipulasi secara halus,  memanifestasikan dalam bentuk proses 
kebodohan, hanya akan mengurangi kredibilitas, karena hampir setiap saat kita 
disuguhkan peragaan para politisi, untuk meningkatkan kouta keterwakilannya, 
menarik simpati dengan cara menggeser persoalan teritorial dan kemanusian 
menjadi isu agama, begitupun runtuhnya ikon – ikon kapitalis Amerika, 
menyebabkan krisis financial global, berdampak melemahnya daya beli  sehingga 
turunnya harga minyak dunia dan dalam negeri secara bertahap, semuanya 
dijadikan komoditas politik dengan strategy usang yang mudah terbaca.
Selamat berjuang ,   salam : Kunardy.
 


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **Yahoo! 
Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke