kunjungi website HIKMAHBUDHI di www.hikmahbudhi .or.id --- On Mon, 1/26/09, Daniel Johan <[email protected]> wrote:
From: Daniel Johan <[email protected]> Subject: [Pengurus_HB] Bangkitnya Kesadaran Politik Tionghoa To: [email protected] Cc: [email protected] Date: Monday, January 26, 2009, 4:04 AM ed n kwn2 hb, tolong disebarkan ke milis2 kawan yang lain yach thx Bangkitnya Kesadaran Politik Tionghoa INILAH.COM, Jakarta ?Imlek 2009 ini cukup spesial. Lebih sewindu warga Tionghoa hidup bebas di Indonesia, dengan dicabutnya Inpres 14/1967. Imlek tahun ini bersamaan dengan tahun politik yaitu Pemilu 2009. Bagaimana partisipasi politik masyarakat Tionghoa? Alvin Lie, sepertinya menjadi ikon atas partisipasi masuknya warga keturunan Tionghoa di panggung politik pasca reformasi. Sementara, Wakil Sejen DPP PKB Daniel Johan menegaskan, Pemilu 2009 menjadi kebangkitan warga etnis Tionghoa dalam keterlibatannya di politik. Menurut dia, saat ini sekitar 100 calon anggota legislatif tingkat DPR RI dari etnis Tinghoa. Ini perkembangan yang menarik,?tegasnya kepada INILAH.COM, Sabtu (24/1) di Jakarta. Daniel Johan merupakan salah satu warga etnis Tionghoa yang duduk di jajaran pengurus pusat partai politik. Dengan kuantitas yang meningkat, menurut Daniel, kondisi ini tidak terlepas dari mulai membaiknya trauma politik masa lalu. Bangkitnya kaum pribumi Tionghoa, tidak terlepas dari penyembuhan dari trauma masa lalu,?jelasnya. Kendati demikian, Daniel yang juga caleg PKB Dapil DKI III ini berharap ke depannya, politik simbol harus bergeser menjadi politik substantif yang mengedepankan program dan visi misi untuk rakyat. Saat ini masih simbol, baik etnis maupun agama. Ke depannya harus bergeser menjadi politik substanstif yang mengedepankan program kerja untuk rakyat,?harapnya. Kondisi ini tampaknya juga diakui oleh Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khong Hu Cu Indonesia (Matakin), Budi S Tanuwibowo. Menurut Budi, sejak dibukanya keran reformasi 1998 lalu, hanya warga etnis Tinghoa yang berani saja yang baru tampil berpartisipasi ke politik praktis. Mungkin soal kemampuan, mungkin belum. Ini saya kira proses biasa saja,?katanya di Jakarta. Budi optimistis, lambat laun, kualitas politisi Tionghoa bakal meningkat seiring dengan proses seleksi alam Kuantitas masyarakat etnis Tionghoa di Indonesia, hingga kini telah mencapai 8-10% dari total penduduk Indonesia. Angka ini jelas memiliki arti signifikan dalam turut serta partisipasi politik, khususnya dalam Pemilu 2009. Daniel Johan berharap, masyarakat etnis Tionghoa dapat memanfaatkan Pemilu 2009 sebagai pintu masuk untuk regenerasi tulang punggung sosial politik Tionghoa. Setiap pribumi Tionghoa harus menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya karena masa-masa diskriminasi telah berakhir. Karenanya naga-naga pribumi bersama anak bangsa yang lain bisa bersama-sama memberi kontribusi terbaiknya untuk kesejahteraan rakyat dan bangsa Indonesia,?imbuhnya. [I4] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
