---------- Forwarded message ----------
From: <[email protected]>
Date: 2009/1/31
Subject: [buddhavacana] URGENT: Penggalangan Dana Untuk Afuk (Diabetes
Melitus)
To: Milis SamaggiPhala <[email protected]>, Buddha Vacana <
[email protected]>
Cc: [email protected]



Namo Buddhaya,
Hari Kamis yang lalu saya mengambil cuti dari kantor. Saya diajak teman
(Weiwei, kenal saya dari seorang sahabat saya) di Jombang untuk mengunjungi
salah satu kerabatnya di daerah Sokosari Ponorogo yang sedang sakit cukup
parah karena menderita kencing manis (diabetes melitus). Sebetulnya saya
kurang berminat untuk pergi, namun karena teman saya ini berharap saya dapat
membantu menggalangkan dana untuk familynya tersebut, akhirnya saya pun
pergi bersamanya. Hitung-hitung saya belum pernah ke kota Ponorogo, jadi ya
hitung-hitung jalan-jalan sekalian. Saya pergi ke Jombang dengan sepeda
motor saya, sepeda diparkirkan di rumahnya, lalu kami berangkat naik bus
antar kota.

Kerabat Weiwei itu bernama Afuk, berusia 39 tahun. Ya, masih muda tapi
ternyata penyakit kencing manis tidak memandang usia. Kondisi perekonomian
Afuk ini cukup sulit, untungnya hingga saat ini dia belum berkeluarga, jadi
belum ada tanggungan, kecuali ibunya yang sudah cukup berumur. Pekerjaan
Afuk selama ini adalah sebagai tukang kayu lepas di tukang furniture.
Pekerjaan yang cukup berbahaya untuk penderita gangguan gula darah.

Dari ceritanya, dua bulan lalu tungkai kaki kanannya luka terkena mesin
pemotong, dan sejak itu lukanya semakin melebar dan parah. Kondisi lukanya
saat ini memang cukup berat. Sudah menjadi borok.

Karena kendala finansial, akhirnya kondisi seperti itu dibiarkan begitu
saja, berharap ada keajaiban terjadi sehingga dapat berobat (walaupun borok
dalam kondisi menderita gula darah tinggi sangat sulit untuk dapat sembuh).
Ada kekhawatiran bahwa kaki kanannya akan terpaksa diamputasi, tapi ketika
saya menanyakan padanya bagaimana jika kakinya harus dibuang, dia menyatakan
jika hanya itu pilihan yang dia punya, mau gimana lagi.

Dalam bis di perjalanan pulang dari Ponorogo, Weiwei sangat berharap saya
dapat membantu kondisi Afuk. Weiwei selama ini yang banyak menyokong Afuk,
namun kehidupan Weiwei juga ya serba pas-pasan juga.

Di awal tahun kerbau ini, mungkin angpao imlek masih ada sisa, saya mengajak
rekan donatur sekalian untuk menanam buah di ladang ini. Semoga buah karma
baik Afuk berbuah sehingga ada bantuan yang bisa diterimanya, karena biaya
yang dibutuhkan cukup besar (terutama karena kemungkinan amputasi).

Seperti penggalangan bantuan yang sudah sudah, semua dana bantuan untuk Afuk
dapat ditujukan ke account Bro Edi Sugino

Bank International Indonesia (BII)
Ac. 1174113160
An. Edi Sugino

Bank Central Asia (BCA)
Ac. 5270348523
An. Edi Sugino

Jika mentransfer dana bantuan, mohon menginformasikan pada saya atau bro Edi
Sugino, bisa via email maupun via sms (karena account-account tersebut juga
digunakan untuk penggalangan bantuan-bantuan lainnya)

abin: [email protected] (085746138868)
edi sugino: [email protected] (081513001808)

Mettacettana,
Abin Nagasena

Note:
Mengingat kondisi Afuk yang cukup parah dan potensi bahaya (seorang teman
saya berusia lebih muda dari saya meninggal tahun 2008 lalu karena diabetes
melitus), yang ingin berdana harap bisa dilakukan segera sehingga bisa
segera kita tutup dalam waktu dekat.




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke