---------- Forwarded message ---------- From: [email protected] <[email protected]> Date: 2009/2/1 Subject: Report: Ch'an 7 di Jogja (5-selesai) To: ramu dharmajala <[email protected]> Cc: tony dharmawan <[email protected]>, Robby C < [email protected]>, ZiHao Chen <[email protected]>, Chang Tho Shi <[email protected]>, Nyanagupta <[email protected]>, Yenny < [email protected]>, Junarto M Ifah <[email protected]>, siwu < [email protected]>, Liana chia <[email protected]>, Juliani < [email protected]>, Merita123 <[email protected]>, " [email protected]" <[email protected]>, Tonny Chua <[email protected]>, yessy ayu <[email protected]>, sanjaya <[email protected]>, ekayana < [email protected]>, Sri Lestari <[email protected]>, Susi < [email protected]>, "[email protected]" <[email protected]>, Surjadi Harjadi <[email protected]>, Aphin DJ <[email protected]>, victor alexander <[email protected]>, Suhendra Sulistyo <[email protected]>, Agus Santoso <[email protected]>
** ** *Ch'an 7 di Jogja * *dg* *Guojun Fashi* *Januari 2009* (5-selesai) ** ** *What we do in life echoes in eternity !* ~Film Gladiator~ Kemarin sy melihat-lihat foto2 kalender Dharma Drum Mountain oleh-oleh dari Samanera Nyanagupta. Sy melihat bbrp potret2 event yg luarbiasa indah dan menyentuh hati, para samanera DDM sedang melakukan kerja outdoor, para praktisi berlatih di Ch'an hall, dst. dst. ... Impressi foto bagi kita sang pengamat, bisa amat berbeda nyatanya bagi mereka yg ngelakoninya sendiri. Si pelaku, dlm hal ini misalnya para samanera atau praktisi retret meditasi, akan mengalami ups & down yg dramatis dan bervariasi. Memang, perbedaan antara impressi gambar bagi pengamat dg pengalaman nyata di pelaku tidaklah selalu berarti positif (lebih indah) ataupun negatif (lebih buruk). Misal foto ratusan praktisi yg sedang berlatih meditasi bersama di Ch'an hall, begitu rapi, tertib, khusyuk ... dg Master Shengyen yg sudah sepuh duduk di latarbelakang ... Si praktisi sebagian mungkin sebenarnya mengalami situasi emosi yg "negatif": galau, bosan luarbiasa, stress, dst. dst. Akan tetapi, seperti yg kami alami sendiri di event retret Jogja, misalnya, mood "positif" yg begitu indah dan penuh makna, takkan bisa ditangkap dari foto2. ... Namun demikian, sy hanya ingin mengatakan bhw, apapun rasa-nyata yg terjadi bagi yg ngelakoni, dlm konteks "sy nonton potret kalender Dharma Drum Mountain" tidaklah begitu penting lagi---yg penting, dan yg bermanfaat untuk selalu disadari adalah: Apa yg kita kerjakan--dlm hal ini misalnya ketika sedang menjalankan latihan dg penuh kesungguhan dan dedikasi--akan punya gaung dan makna yg jauh melampaui aktifitas itu sendiri. Seperti halnya kalender DDM tsb, gambar tsb sungguh indah, menyentuh, dan akan menginspirasi banyak orang. Tak lagi penting rasa-nyatanya bagi si pelaku yg dipotret. Akan tetapi, andai para pelaku tsb sadar akan bhw *laku *mereka tsb akan punya gaung makna luas jauh melampaui *laku* mereka sendiri tsb, maka barangkali mereka akan lebih bisa menjalaninya dg penuh makna. Inilah *laku* bodhisattva. Inilah kesadaran akan konsekuensi dari suatu tindakan *(causes and consequences).* Ya, *What we do in life echoes in eternity !* ** Mari kita kerjakan segalanya dg kesungguhan hati. Terimakasih. deep humbly bow, semoga bermanfaat, agus [Non-text portions of this message have been removed]
