Kata Gede Prama : mencintai tidak hanya memiliki diri pasangan kita seutuhnya, namun bagaimana menerima lapang dada, segala kelebihan terutama kekurangannya.
Saya yakin semua orang dapat memahami semua kata2 diatas. tapi banyak sekali orang tidak dapat mempraktekan kata2 yang begitu simpel yang ada diatas. Hal diatas dapat dibuktikan pada segala aspek yang dapat dicontohkan dalam beberapa kasus, seperti : 1. Sering sekali kita mendengar orang2 terlontarkan kata2 : "Saya sudah berlapang dada kepada dia tetapi dia ....." "Saya sudah apa adanya kepada dia tetapi dia ...." "Saya sudah menerima apa adanya kepada dia tetapi dia... " "Saya sudah bekerja keras kepada keluarga saya tetapi dia ...." - Suatu bukti pembenaran diri seseorang atas sesuatu yang dia lakukan kepada orang lain. apakah itu yg disebut berlapang dada ?? Bagaimana kita dapat berlapang dada jika kita sering melontarkan kata2 ketidakpuasan ato membanding bandingkan 2. Perceraian/Putus Cinta disebabkan banyak aspek : Ekonomi, Ras, Agama, Jabatan, Tidak Saling Jujur, Saling ingin dihargai, dll. Padahal sebelum orang berkeluarga ato berpacaran sudah saling melontarkan komitmen dan mau menerima apa adanya. Lupakah Anda ?? 3. Apakah arti Menerima Segala Kekuarangan dan Kelebihan kepada pasangan anda menurut versi anda ?? atas dasar apa anda Menerima hal tersebut ? a. Ingin Memiliki dia karna dia Cantik ? b. Ingin Memiliki dia karna dia Kaya ? c. Ingin Memiliki dia karna dia Baek ? d. Ingin Memiliki dia karna didalam diri dia memiliki segala2nya yang anda inginkan ?wah tidak ada kekurangan dunk ? e. Versi Anda deh .... 4. Banyak Sekali Seorang Perempuan/ Seorang Pacar/ Seorang Istri tidak mendapatkan pemahaman, pengertian, perhatian, Kasih Sayang, Lapang dada dari seorang Suami. so ? Kenapa hal ini bisa terjadi ? Saling Mengenal karakter masing2 apakah sesudah adanya Ikatan Pernikahan atau sebaiknya dari Pacaran 1 tahun/ 2 tahun /5 tahun atau Lebih ? 5. Si A cowo dan Si B cewe sudah berpacaran selama 9 tahun lebih (Pacaran 5 tahun pertama bersama dan 4 tahun berikutnya pacaran long distance) dah akhirnya tahun ke 10 Si A dapat menikahi si B dgn pernikahan yang meriah. dan Pernikahan A dan B masih Longdistance. Tetapi mereka masih bisa sangat Solid dan tegar . Padahal Si A dan Si B tidak pernah mengeluarkan kata2 saya mau berlapang dada, Saya mau mengerti dia. Kenapa itu bisa terjadi? Banyak Sekali Faktor yang memisahkan mereka. Apakah anda sanggup menjalani hal diatas ? 6. To be Continue... Kalo ada yg salah mohon maaf dan dikoreksi. Pelajaran yang Bagus bisa saja kita dapatkan dari seorang bayi. Gong Xi Fa Cai --- On Mon, 2/2/09, tristina ferdianty <[email protected]> wrote: From: tristina ferdianty <[email protected]> Subject: [MABINDO] OOT cinta butuh pemahaman To: "Dharmajala" <[email protected]>, "mabindo" <[email protected]>, [email protected], [email protected], "Samaggiphala" <[email protected]>, [email protected], "shi ing" <[email protected]>, "sufun" <[email protected]> Date: Monday, February 2, 2009, 1:02 PM Kata Gede Prama : mencintai tidak hanya memiliki diri pasangan kita seutuhnya, namun bagaimana menerima lapang dada, segala kelebihan terutama kekurangannya. Inilah penyebab para pasutri bs cere...komunika penting tapi lbh penting lagi [engertian n pemahaman diri psgn kita Toeeeeeeeeeeeeeel gak? :p nana Mencintai tetapi tak Memahami > Di sebuah perjamuan makan malam, banyak tamu undangan yang > hadir mengucapkan > selamat kepada sepasang kakek dan nenek yang pada hari itu > merayakan Ulang > Tahun Perkawinan yang ke-50 tahun. Semua tamu yang hadir > ikut dalam suasana > bahagia, menyaksikan betapa kakek dan nenek tersebut masih > saling mencintai > meskipun keduanya sudah tidak muda lagi. Banyak pasangan > tamu undangan yang > berharap kelak akan mengalami hal yang sama. > Pada saat jamuan makan mulai seperti biasa tamu-tamu duduk > pada meja bundar > untuk menikmati makanan yang disediakan. > Pada meja kakek dan nenek tersebut telah terhidang masakan > ikan kesukaan > mereka berdua. Dengan penuh kasih sayang, seperti > kebiasaanya sang kakek > mengambil bagian kepala ikan tersebut dan meletakkan ke > piring istrinya. > > Sang istri terdiam.... > Mata nenek tua tersebut mulai berkaca-kaca, dengan > terbata-bata berucap : > "Lima puluh tahun lamanya aku menjadi istrimu, selama > itu aku selalu > mengabdikan seluruh hidupku untukmu, suamiku. Betapa lama > kalau kita > menghitung hari demi hari yang kita lalui. Betapa panjang > perjalanan hidup > yang kita jalani bersama. Selama lima puluh tahun kau > selalu memberikan > kasih sayang dan semua yang kau miliki. Selama itu pula kau > selalu > memberikan bagian kepala apabila kita menyantap menu ikan, > sungguh hal itu > yang paling tidak aku sukai, tetapi aku memakannya karena > aku menghormatimu > dan tidak ingin membuatmu kecewa" > > Sang kakek terpana..... . > Dengan suara parau dan mata berkaca kakek tersebut berkata > : "Lima puluh > tahun aku lalui segala rintangan dan kebahagian bersamamu, > istriku . Dulu > aku adalah seorang pemuda miskin yang tak berharta, tetapi > engkau bersedia > menikah denganku. Sejak saat itu aku telah bersumpah akan > selalu > membahagiakan engkau, aku akan selalu memberikan yang > terbaik yang aku mampu > sebagai tanda betapa aku sangat mengasihimu dengan segenap > hati. Bagian yang > paling aku suka dari masakan ikan adalah bagian kepala, > oleh karena itu > selalu kuberikan kepadamu karena aku selalu ingin > memberikan yang terbaik > hanya untukmu. Selama bertahun-tahun kita menikah, selama > ini kita hidup > bahagia meskipun pada awal pernikahan kita hidup sederhana > tetapi engkau tak > mengeluh. Aku selalu bekerja keras hanya untuk > membahagiakan dan memberikan > yang terbaik bagimu dan anak-anak kita. Istriku, selama ini > kita saling > mengasihi, mencintai tanpa henti, tetapi ternyata kita > tidak saling memahami > ". > Betapa sang nenek harus menelan kekecewaan setiap mendapat > kepala ikan hanya > untuk membahagiakan sang suami. Betapa kakek harus > merelakan bagian kepala > ikan yang sangat disukai hanya untuk membahagiakan sang > istri. > > Betapa lebih sempurnanya kebahagian mereka andai mereka > lebih banyak > berkomunikasi agar masing-masing dapat lebih memahami apa > yang menjadi > keinginan mereka berdua . Betapa susahnya berkomunikasi > bahkan dengan orang > yang paling dekat hanya karena tidak ingin menyakiti satu > sama lain... > > > > "When I have learnt to love God better than my earthly > dearest, > > I shall love my earthly dearest better than I do now." Best Rgrds, Tristina Ferdianty (Nana) Purchasing Officer PT Sinar Antjol B29 Ph. 021-69-11-777 ext 221 HP. 021-9293-6729 [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
