Kata Gede Prama : mencintai tidak hanya memiliki diri pasangan kita seutuhnya, 
namun bagaimana menerima lapang dada, segala kelebihan terutama kekurangannya.

Inilah penyebab para pasutri bs cere...komunika penting tapi lbh penting lagi 
[engertian n pemahaman diri psgn kita

Toeeeeeeeeeeeeeel gak? :p

nana



Mencintai tetapi tak Memahami

> Di sebuah perjamuan makan malam, banyak tamu undangan yang

> hadir mengucapkan

> selamat kepada sepasang kakek dan nenek yang pada hari itu

> merayakan Ulang

> Tahun Perkawinan yang ke-50 tahun. Semua tamu yang hadir

> ikut dalam suasana

> bahagia, menyaksikan betapa kakek dan nenek tersebut masih

> saling mencintai

> meskipun keduanya sudah tidak muda lagi. Banyak pasangan

> tamu undangan yang

> berharap kelak akan mengalami hal yang sama. 

> Pada saat jamuan makan mulai seperti biasa tamu-tamu duduk

> pada meja bundar

> untuk menikmati makanan yang disediakan.   

> Pada meja kakek dan nenek tersebut telah terhidang masakan

> ikan kesukaan

> mereka berdua. Dengan penuh kasih sayang, seperti

> kebiasaanya sang kakek

> mengambil bagian kepala ikan tersebut dan meletakkan ke

> piring istrinya. 

> 

> Sang istri terdiam....

> Mata nenek tua tersebut mulai berkaca-kaca, dengan

> terbata-bata berucap :

> "Lima puluh tahun lamanya aku menjadi istrimu, selama

> itu aku selalu

> mengabdikan seluruh hidupku untukmu, suamiku. Betapa lama

> kalau kita

> menghitung hari demi hari yang kita lalui. Betapa panjang

> perjalanan hidup

> yang kita jalani bersama. Selama lima puluh tahun kau

> selalu memberikan

> kasih sayang dan semua yang kau miliki. Selama itu pula kau

> selalu

> memberikan bagian kepala apabila kita menyantap menu ikan,

> sungguh hal itu

> yang paling tidak aku sukai, tetapi aku memakannya karena

> aku menghormatimu

> dan tidak ingin membuatmu kecewa"

> 

> Sang kakek terpana..... .

> Dengan suara parau dan mata berkaca kakek tersebut berkata

> : "Lima puluh

> tahun aku lalui segala rintangan dan kebahagian bersamamu,

> istriku . Dulu

> aku adalah seorang pemuda miskin yang tak berharta, tetapi

> engkau bersedia

> menikah denganku. Sejak saat itu aku telah bersumpah akan

> selalu

> membahagiakan engkau, aku akan selalu memberikan yang

> terbaik yang aku mampu

> sebagai tanda betapa aku sangat mengasihimu dengan segenap

> hati. Bagian yang

> paling aku suka dari masakan ikan adalah bagian kepala,

> oleh karena itu

> selalu kuberikan kepadamu karena aku selalu ingin

> memberikan yang terbaik

> hanya untukmu. Selama bertahun-tahun kita menikah, selama

> ini kita hidup

> bahagia meskipun pada awal pernikahan kita hidup sederhana

> tetapi engkau tak

> mengeluh. Aku selalu bekerja keras hanya untuk

> membahagiakan dan memberikan

> yang terbaik bagimu dan anak-anak kita. Istriku, selama ini

> kita saling

> mengasihi, mencintai tanpa henti, tetapi ternyata kita

> tidak saling memahami

> ".

> Betapa sang nenek harus menelan kekecewaan setiap mendapat

> kepala ikan hanya

> untuk membahagiakan sang suami. Betapa kakek harus

> merelakan bagian kepala

> ikan yang sangat disukai hanya untuk membahagiakan sang

> istri.

> 

> Betapa lebih sempurnanya kebahagian mereka andai mereka

> lebih banyak

> berkomunikasi agar masing-masing dapat lebih memahami apa

> yang menjadi

> keinginan mereka berdua .  Betapa susahnya berkomunikasi

> bahkan dengan orang

> yang paling dekat hanya karena tidak ingin menyakiti satu

> sama lain...

> 

>  

> 

> "When I have learnt to love God better than my earthly

> dearest,

> 

> I shall love my earthly dearest better than I do now."

Best Rgrds, 



Tristina Ferdianty (Nana) 
Purchasing Officer  
PT Sinar Antjol B29 
    
Ph. 021-69-11-777 ext 221 
HP. 021-9293-6729





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke