---------- Forwarded message ----------
From: Jenty Siswanto <[email protected]>
Date: 2009/3/10
Subject: [Dharmajala] DKD: Minta bantuan, Cike, 19 thn
To: dharmajala <[email protected]>, RAMU DJ <
[email protected]>
Cc: [email protected]


     Teman-teman yang baik hati,

Saya ditelepon oleh Susi (021-93506669), rekomendasi dari Felix untuk
mencarikan bantuan buat Cike.

Hari ini, 10 maret 2009, saya; jenty dan sepupu saya; wilni, menjenguk Cike
di RS Hermina. Cike yang cantik, terbaring lelah di ruang ICU. Mama dan papa
Cike serta sahabat baiknya Mega, tiap hari stand by di RS Hermina. Kesetiaan
mereka sangat mengharukan.
Dari cerita mega, orang tua Cike sudah tidak punya rumah lagi karena rumah
satu-satunya sudah dijual dan udah digunakan untuk biaya berobat Cike, namun
Cike tidak kunjung sembuh.

Kebetulan ketika saya berkunjung, dokter yang merawat Cike datang menjenguk,
jadi kami sempat ngobrol. Dokter Hartono Alam udah konsultasi dengan dokter
Eka Julianta, salah satu dokter bedah syaraf yang terkenal di Asia Tenggara
dan praktek di RS Siloam Karawaci dan dokter Eka bersedia membantu Cike.
Perkiraan biaya operasi sekitar Rp 50 juta dan akan ada pengurangan biaya
dokter, hanya saja biaya kamar operasi tetap harus dibayar. Dokter Hartono
Alam juga sudah berbaik hati membuatkan janji untuk ketemu dokter Eka untuk
ko Handi konsultasi.
Malam ini, papa cike akan bertemu dokter Eka untuk membicarakan detail
operasinya. Tadinya mereka ragu-ragu karena beban biaya yang terlalu berat,
outstanding bill di RS Hermina as per saya menulis email ini saja sudah
mencapai Rp 22 juta.
Kemungkinan Cike untuk sembuh setelah operasi adalah 80% karena kondisi Cike
masih segar dan semua masih fit. Tetapi bila ini dibiarkan berlanjut, we
never know. So, case ini urgent, minta bantuan teman-teman semua dalam hal
dana.

Saya berharap, teman-teman bersedia membantu Cike dan keluarganya. Cike
merupakan anak tunggal. Dulu semasa masih sehat, Cike sangat aktif, pernah
mendapatkan beasiswa untuk kuliah di perguruan tinggi Budhi, tetapi kemudian
tidak melanjutkan kuliah karena alasan keuangan juga. Papanya bekerja di
pabrik dan selama ini sudah berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan
Cike. Cike sering ikut kebaktian jumat malam di Vihara Padumuttara dan cukup
aktif disana.

Sangat terlihat bahwa keluarga ini penuh dengan kasih, walau sarat dengan
kesedihan, tetapi mereka berusaha tabah, untuk kesembuhan Cike. Sempat sedih
juga melihat keluarga Cike sudah tidak punya rumah. Ko Handi dan Ci Ella
tidur dan mandi di rumah sakit, rumah sakit menjadi rumah mereka,
tepatnya di depan ruangan ICU. Sudah berlangsung sejak tgl 16 February
kemarin, so sudah hampir 1 bulan. Sedih ya.

Saya pribadi juga suka melihat kekompakkan ko Handi (papa Cike) dan ci
Ella(mama Cike) dan Megawati (sahabat Cike). Mereka bertiga saling bantu,
berjaga di luar ICU dengan ramah menyambut semua pengunjung yang datang.
Walau hati sedih, tapi mereka terlihat tabah.

Teman-teman, saya mewakili Dana Kemanusiaan Dharmajala (DKD), membuka kotak
dana untuk Cike. Dana bisa disalurkan ke rekening DKD yaitu di BCA atas nama
Ridawaty, 697-009-1112, dengan menggunakan kode 99. Jadi bila transfer
sebesar Rp 200,000, tolong dilebihkan Rp 99 menjadi Rp 200,099. Dengan
begitu kami akan tahu bahwa dana tersebut adalah untuk Cike. Semua dana yang
masuk akan diposting di milis [email protected] dan bila nama
donatur berbeda dengan nama pemilik rekening tabungan, harap dituliskan di
kolom berita nama yang ingin kami cantumkan di laporan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kondisi Cike, bisa hubungi Mega,
sahabat Cike di 0899-8822366. Atau papa Cike di 0817 6878 335.
Untuk informasi dana, bisa contact DKD di [email protected].

Anumodana teman-teman.




Regards, Jenty Siswanto ([email protected])

Terlampir email dari Mega mengenai kondisi Cike.



--- On *Sat, 3/7/09, Mega Wati <[email protected]>* wrote:

From: Mega Wati <[email protected]>
Subject: Dukungan doa
To: [email protected]
Date: Saturday, March 7, 2009, 3:43 PM

  Riwayat singkat



Cike mengalami sakit kurang lebih sudah 9 bulan. Selama 9 bulan itu juga
orang tuanya membawa Cike berobat kesana kemari dan sudah 4x dirawat di
Rumah Sakit yang berbeda-beda, dan sekarang adalah yang ke 5 kalinya dan
yang terparah Cike dirawat di RS Hermina Tangerang.



Rumah sakit sebelumnya, Dokter mengatakan Cike terkena *Pembengkakan Otak*.
Dan di Rumah Sakit yang sekarang, Dokter mernyatakan Cike terkena
penyakit *Radang
Selaput Otak *jadi di dalam kepala Cike terdapat nanah, sehingga di dalam
kepalanya mengalami gangguan. Cairan di dalam kepalanya tidak dapat mengalir
dengan lancar seperti dalam kondisi normal. Hal ini menyebabkan tingkat
kesadaran Cike melemah.



Cike masuk Rumah Sakit ini dari tanggal 16 February 2009 (hari Senin), lalu
hari Jumat rencananya Cike mau pulang karena kelihatannya sudah membaik,
sebelum hari H- nya Cike dicoba untuk lepas infusan terlebih dahulu untuk
mengetahui kondisi terakhirnya. Dan hal ini dilakukan pada Hari Kamis. Akan
tetapi pada Hari Jumat pagi, Cike mendadak merasa sakit kembali, dan Dokter
tidak mengizinkan Cike untuk pulang. Kami merasa Cike seperti kecanduan
infusan karena dalam infusan itu terdapat obat pereda rasa sakit. Akhirnya
Cike dirawat kembali.



Dokter manganjurkan untuk mengambil cairan sumsum tulang belakang. Hal
inipun pernah dianjurkan di Rumah Sakit sebelumnya, tetapi pihak keluarga
tidak menyetujuinya. Sekarang melihat kondisi Cike yang tidak ada perubahan
dan sudah menghabiskan cukup banyak biaya, akhirnya pihak keluarga pun
menyetujui hal tersebut untuk dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk
mengetahui penyakit dan virus apa yang sedang menyerang Cike.



Lalu pada hari Minggu tanggal 22 februari 2009 jam 09.00 cairan tersebut
diatas pun diambil, dua hari setelah itu yaitu pada hari Senin dan Selasa
kondisi Cike kembali seperti biasanya, ia pun jadi senang makan sehingga
berat badannya bertambah 2 kg dan direncanakan untuk pulang hari Rabu. Namun
Selasa malamn Cike terlihat agak lemas lagi. Dan pada hari Rabu pagi (yang
rencananya Cike akan pulang), tiba-tiba Cike merasakan sakit yang tak
tertahankan dan ia langsung tidak sadarkan diri. Kejadian ini berlangsung
sampai siang, lalu Dokter menyarankan agar Cike dirawat secara insentif di
ruang ICU. Namun pihak keluarga tidak langsung meyetujuinya, karena harus
minta persetujuan dengan keluarga lainnya dan mengingat biaya perawatan
Ruang ICU yang tidak sedikit Namun tiba-tiba kondisi Cike semakin memburuk.
Tiba-tiba dia muntah..matanya ke atas dua-duanya..tangan dan kakinya
kaku..dan tidak sadarkan diri..) lalu suster mengatakan cike harus masuk
ICU... takutnya kalau cike masih dikamar perawatan..kambuh lagi...takut
berakibat fatal.



Akhirnya keluarga memutuskan yang terbaik untuk Cike. Cike pun dirawat di
ruang ICU, selama perawatan, keluarga sibuk mencari dana untuk biaya,
mencari pinjaman sana-sini untuk menbayar Rumah Sakit, tetapi dana yang
didapat masih kurang untuk menutupi semua biaya-biaya Cike. Sampai pada
akhirnya keluarga memutuskan untuk menjual harta satu-satunya yang dimiliki,
yaitu Rumahnya.



Tgl 25 febuari 2009 jam 4..30 cike masuk ICU.. dalam 3 hari di ruang ICU
cike masih belum sadarkan diri..selang diseluruh tubuhnya...sampai-sampai
dia diinfusn lewat kaki karena di tangannya sudah terdapat banyak infusan.
Pernafasannya pun dibantu dengan oksigen..Cike  masih diberi obat penenang
agar Cike tidak kambuh lagi. Akhirnya dihari ke 4 Cike mulai bisa merespon
akan tetapi matanya masih belum mau dibuka dan baru bisa menggerakkan
kepalanya saja.. Lalu dihari ke 5 Cike sudah mulai ada kemajuan lagi Cike
sudah bisa mengeluarkan suaranya tapi belum bisa bilang iya atau tidak Cuma
“hem” saja.. tapi matanya masih belum mau dibuka.... Dan sampai pada
akhirnya Cike sudah mulai bisa mengeluarkan beberapa kata... tapi Cuma satu
kata satu kata ja...kita dan keluarga sudah mulai senang karna cike sudah
banyak kemajuan... tapi dokter menyampaikan kepada orang tuanya C*ike harus
dioperasi dan dipasang alat didalam kepalanya agar cairan dikepalanya yg
mengalir tidak lancar maka bisa menjadi lancar dan operasi ini harus
dilakukan secepatnya*..karena kalau tidak dilakukan operasi tersebut keadaan
Cike bisa terus seperti ini (kesadarannya timbul tenggelam). Pada hari ke 8
di ruang ICU akhirnya Cike bisa senyum dan yang membuat kita lebih senang
lagi Cike sudah bisa tertawa dan bercanda dengan teman-temanya, meskipun
hanya sesekali saja. Akhirnya orang tuanya mohon persetujuan dokter untuk
pindah kekamar perawatan... akirnya dokter pun menyetujuinya...tepat hari
kamis tgl 5 Maret 2009 Cike diperbolehkan dirawat dikamar perawatan biasa...
tapi sampai sekarang kesadaran cike masih timbul tenggelam kadang2 mau
bicara kadang-kadang tidak... mungkin karna belum melakukan operasi seperti
yg dokter anjurkan... kami belum melakukan operasi tersebut karna kami masih
menggalang dana...



Kami dari teman-teman Cike juga merasakan apa yang dirasakan Cike dan
keluarganya, maka dari itu kami berupaya untuk membantu Cike dan keluarganya
baik moril maupun materil. Tetapi kami juga masih mempunyai banyak
kekurangan terutama dalam hal materil. Perlu diketahui bahwa biaya perawatan
cike sejak hari pertama masuk RS yaitu pada tanggal 16 Februari 2009 sampai
hari ini (6 Maret 2009) sudah mencapai 60jtan... padahal sebelum dan sesudah
masuk ruang ICU cike dirawat dikamar perawatan biasa kelas 3 di RS.
Hermina...tapi karena penyakit dikepala maka memerlukan biaya yang sangat
besar karena obat untuk penyakit ini tidak murah..



Cike dirawat di RS. HERMINA TANGERANG Jl. KS. Tubun No. 10 Kel. Pasar Baru
Kec. Karawaci – Tangerang

Saat ini di ruangan ICU di lantai 2.



Sebelum dan sesudahnya kami mengucapkan banyak terima kasih...

Dan kami mohon dukungan doa... agar cike cepat sembuh dan bisa kembali ceria
lagi seperti dulu... dan bisa melakukan aktivitas seperti manusia pada
umumnya....



Terima kasih



Contact Person : 08998822366 (Mega)



Lampiran :

-         Foto cike terakhir dirawat diruang ICU.. pada saat cike sudah
mulai mengalami banyak kemajuan





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke