Mentri Agama patut diacungi jempol karena berani berpendapat bertentangan dengan si juragan bar Jan Faridz. dan si anak bekas penguasa merangkap direktur marketing bar: Reni Sutiyoso.
Namun sangat disayangkan lagi2 ada devadatta alias judas si pengkhianat dalam tubuh umat Buddha, tidak lain kawan dekat budiman sudharma sh, yaitu: lieus sungkarisma, ketua dewan pembina generasi muda Buddhis Indonesia (organisasi tanpa bentuk yang sudah demisioner, yang anggotanya tidak jelas siapa dan ada berapa), yang masih sibuk membela buddha bar (karena disinyalir diberi gaji bulanan), dengan mengorganisasikan seminar di hotel yang tidak dihadiri umat Buddha yang berakal sehat (kecuali bbrp peninjau). " Menag Nilai Buddha Bar Lukai Umat Beragama "Kamis, 12 Maret 2009 00:33 WIB Posting by : ary \"Jika tak ditutup, saya khawatir nanti ada Islam Bar, Kristen Bar, dan bar-baran lainnya.\" Muhammad Maftuh Basyuni, Menteri Agama RI JAKARTA – Desakan agar restoran Buddha Bar di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, ditutup terus bertambah. Setelah sebelumnya DPRD DKI Jakarta dan Aliansi Mahasiswa Buddhis Indonesia, kini Menteri Agama (Menag) Muhammad Maftuh Basyuni minta hal yang sama. Menurut Maftuh Basyuni, tempat hiburan menggunakan simbol agama Buddha, seperti Budhha Bar, sebaiknya segera ditutup karena telah melukai perasaan umat beragama. "Jika tak ditutup, saya khawatir nanti ada Islam Bar, Kristen Bar, dan bar-baran lainnya," kata Maftuh pada pertemuan dengan para tokoh masyarakat dan agama, di Jambi, Rabu (11/3). Menag menuturkan Buddha Bar merupakan satu perusahaan yang berinduk di Prancis. Di negara itu, kata dia, tak dikenal adanya kerukunan umat beragama. Mereka berjalan sendiri, berbeda dengan di Indonesia. Di Indonesia, yang solidaritas antar pemeluk agamanya kuat, kehadiran Buddha Bar sangat melukai perasaan umat Buddha. Ia mengingatkan, umat lain selain Buddha pun ikut prihatin karena hal ini bisa merusak agama-agama yang ada di Tanah Air. Hal serupa bisa terjadi dan menimpa agama lainnya. "Ini amat penting bagi kerukunan umat," jelas Maftuh. Dirjen Buddha Budi Setiawan mengatakan manajemen Buddha Bar akan mengganti nama dan menghilangkan seluruh simbol agama Buddha pada tempat hiburan tersebut. "Tapi, pelaksanaannya masih ditunggu," katanya. Sebelumnya, Ketua DPR DKI Jakartta Ade Surapriatna juga berjanji akan mendesak Gubernur DKI Jakarta agar segera menutup tempat hiburan yang ditengarai milik putri mantan Gubernur DKI Sutiyoso dan putri mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri itu. Lapor ke Polda Forum Anti Buddha Bar (FABB) terus mendesak agar Buddha Bar segera ditutup. Setelah sebelumnya melakukan aksi demontrasi ke Balai Kota dan DPRD, kemarin, Koordinator FABB Kevin Wu melaporkan PT Nireta Vista Creative, pengelola Buddha Bar, ke Kepolisian Daerah Metro Jaya dengan tuduhan penistaan agama. Kevin kembali menegaskan bahwa FABB tidak terima nama agama Buddha dikaitkan dengan bar yang berkonotasi negatif. "Bar itu kan menjual minuman keras dan ada wanita penghibur," ujarnya. Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Generasi Muda Buddhis Indonesia atau Gemabuddhi, Lieus Sungkarisma, justru bangga dengan dipasangnya ornamen Buddha di bar mewah di kawasan elite itu. "Sebagai orang Buddha, saya malah bangga," kata dia dalam diskusi polemik Buddha Bar di Jakarta, Rabu (11/3). Lieus mengaku sudah melihat langsung bar yang kini menjadi polemik itu. Di bar itu, patung Buddha terawat dengan baik, dan tidak disalahgunakan sebagai tempat penyembahan. Meskipun demikian, ia mengatakan bahwa persepsi orang tentang Buddha Bar bermacam-macam. Tetapi jika ada yang merasa keberatan, sebaiknya disampaikan langsung ke Bimas Buddha Departemen Agama. “Jangan dengan aksi demonstrasi,” katanya. wan/ant/M-2 wan/ant/M-2 Sumber: http://www.koran-jakarta.com/ver02/detail-news.php?idkat=28&&id=3119
