Salam Pembebasan,

Dalam situasi seperti ini, oknum-oknum pembela BB terus bermanuver dengan 
ngawurnya. Bahkan Dirjen Bimas Buddha pun dipelintir pernyataan-pernyataannya 
di media massa.

Kemarin saya dan Isyanto (Sekjen HIKMAHBUDHI 2005-2007) begitu membaca berita 
yang disebar BS langsung mengecek ke website tvone dan langsung konfirmasi ke 
Dirjen karena kami merasa beliau sudah melenceng. Dirjen langsung minta kami 
datang ke kantornya di lapangan Banteng.

Di kantornya, kami langsung diajak ke ruangan Menteri Agama, karena Dirjen 
klarifikasi tentang pernyataannya yang dipelintir. Menteri menyarankan 
menggunakan hak jawab dan kalau tidak digubris ke dewan pers, karena pelintiran 
ini sudah melanggar etika jurnalistik. 

Siang harinya diadakan lagi jumpa pers, termasuk media-media yang mengutip 
dengan keliru dan anehnya seragam dari segi penulisan dan isi. Isinya selalu 
senada dengan LS, sebagaimana pernyataan sikap seorang sekjen kasi (karena 
tidak didampingi Sanggha manapun) Kami curiga beberapa wartawan tersebut sudah 
dibeli oleh oknum-oknum Buddhis centeng BB, untuk memelintir pernyataan dirjen 
agar umat menjadi bingung dan bisa diredam. 

Dari Humas Depag juga ada rekaman wawancara pada tanggal 18/3 dan tidak ada 
sama sekali pernyataan dirjen bahwa beliau mengijinkan BB beroperasi. 
Pernyataan Priyanto pun saya rasa harus dikonfirmasi. 

Kalau mau berita yang sebenarnya, bisa cek di ANTARA, atau koran-koran 
Tionghoa. Menurut kawan yang sempat menyimak di SCTV juga jelas bahwa Dirjen 
hanya menerangkan tentang langkah-langkah yang telah diambil, dari menghimbau 
pergantian nama sampai mengirim ke Dubes RI di Perancis agar menyampaikan 
keresahan umat Buddha di Indonesia ke pemerintah Perancis sehingga bisa menekan 
pemberi franchise.

Jadi sekarang kita memang harus lebih hati-hati menyikapi pemberitaan, karena 
selalu ada orang yang mau dibeli. Waktu kita dulu mendampingi salah satu wihara 
yang mau diserobot mafia tanah terkenal di Jawa Timur, salah satu koran besar 
disana selalu memelintir pernyataan-pernyataan dari pihak kita dan selalu 
memenangkan pihak mafia...tapi akhirnya kebenaran tetap menang, bahkan sampai 
MA sehingga akhirnya wihara terselamatkan. Meskipun kita juga sempat diserbu 
preman bayaran di wihara.

Ayo terus berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan...kok kaya power ranger ya 
ha ha ha

APPAMADENA SAMPADETHA,
EDDY SETIAWAN

Hidup yang tidak pernah dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan.
www.hikmahbudhi.or.id


      

Kirim email ke