ya,, mungkin inlah pukulan telak buat umat Buddha sebagai umat minoritas yang tidak bersatu, pelecehan akan sering didapat, pendapat para 'kyai' dalam hal ini Bhikku tidak pernah ditanggapi oleh pemerintah kota, selama tidak menyinggung keyakinan mereka, mereka nggak ambil pusing, inikah yang dinamakan, negara melindungi dan mengakui agama Buddha sebagai agama yang diakui oleh negara?inikah yang disebut negara yang menghormati toleransi umat beragama?apakah negara mengingkari undang2 yang dibuat mereka sendiri?sayang sekali sebagian umat Buddha mendukung tindakan ini, seakan tindakan sebagian umat Buddha sesuai dengan ajaran yang mereka peluk
sayang juga anak pemilik Buddha bar di indonesia, adalah orang yang minta dipilih untuk jadi presiden, saya rasa menjadi nilai negatif buat ibu klo ibu sempat membaca email saya salam kekecewaan yang mendalam 2009/3/25 Steven Xiao <[email protected]>: > > > http://www.liputan6.com/news/?id=174982&c_id=6 > > liputan6.com > > 25/03/2009 12:54 > > Liputan6.com, Jakarta: Kontroversi mengenai > keberadaan Buddha Bar bakal berakhir. Setelah duduk bersama, akhirnya > Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama DPRD setempat memutuskan Buddha > Bar tidak menyalahi aturan yang berlaku. Sebab, kafe waralaba > internasional dari Prancis sudah mengantongi izin resmi. Demikian > dikatakan Wakil Gubernur Prijanto di Jakarta, Rabu (25/3). > > Gedung eks Kantor Imigrasi di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, > mulanya tak terawat. Mulai November 2008, Pemerintah Provinsi DKI > Jakarta memberikan izin penggunaan bangunan yang sudah dipugar ini > untuk kafe. Belakangan, Buddha Bar menuai protes dari sebagian umat > Buddha di Jakarta. Nama suci Buddha dianggap tidak sesuai disandingkan > pada sebuah bar. > > Rencananya, siang ini, Komisi B DPRD DKI Jakarta akan makan siang di > Buddha Bar. Mereka hendak meninjau langsung keberadaan kafe > ini.(TES/Nova Rini dan Yuyung Setiawan) > > [Non-text portions of this message have been removed] > >
