IKUTI PELUNCURAN BUKU LEARNING TRUE LOVE - PEMBELAJARAN CINTA SEJATI OLEH
SISTER CHAN KHONG DAN 6 ORANG DELEGASI PLUM VILLAGE PERANCIS DAN AMERIKA
LAINNYA.
KAMIS, 7 MEI 2009 PK. 09.00-11.00 DI PRASADHA JINARAKKHITA,
JL. Kembangan Raya Blok JJ, Puri Indah – Jakarta Barat (masuk dari Central
School).
Learning True Love [Pembelajaran Cinta Sejati] berdiri sederetan dengan The
Autobiography of Mahatma Gandhi, suatu kisah hidup seseorang yang termasuk
langka, dia yang tulus mengemban tugas dan membawa serta nilai kedamaian”
-- Maxine Hong Kingston, pengarang “The Fifth Boook of Peace”
Para muridku juga merupakah guruku. Saya belajar banyak dari murid-muridku.
Biksuni Chan Khong (Kekosongan Sejati) merupakan salah satu yang cukup
berpengaruh diantara semua murid-muridku. Membaca buku dia membuatku terus
belajar banyak hal darinya. Cinta kasih dan perhatian yang menjadi landasan
semua aktivitasnya begitu dalam. Kehidupannya sendiri adalah Ceramah Dharma,
dan dia punya segudang cerita untuk kita.”
--Thich Nhat Hanh, Penulis “The Energy of Prayer”
Buku ini merupakan Autobiografi unik yang menceritakan kisah seorang wanita
yang cukup menarik perhatian, tidak hanya sebagai contoh hidup namun juga
mengukir sejarah. Edisi revisi ini mengikuti jejak penuh semangat Sister Chan
Kong dari Perancis kembali ke Vietnam, beliau kembali ke Vietnam setelah 40
tahun mengungsi di luar negeri.
Biksuni Chan Khong lahir di desa kecil sekitar sungai Mekong pada tahun 1938.
Sebagai seorang anak muda yang terdorong oleh semangat dedikasi mengupayakan
perubahan sosial, beliau memulai tugasnya di daerah kumuh Saigon dengan cara
mendistribusikan makanan, menolong mereka yang sakit, mengajar anak-anak.
Ketika berusia 21 tahun, beliau bergabung dengan Mahaguru Zen, Thich Nhat Hanh,
mendirikan School of Youth for Social Service (SYSS), sekolah ini berkembang
menjadi sebuah organisasi yang beranggotakan lebih dari 10000 anak muda yang
bertugas melayani bidang pengobatan, pendidikan, fasilitas pertanian di daerah
pedalaman Vietnam, membangun kembali desa-desa yang hancur akibat perang.
Biksuni Chan Khong menjadi terkenal dalam anti-perang dan komunitas perdamaian
untuk mempromosikan hak asasi manusia dan menolak penindasan dan kekerasan,
kegiatan ini bahkan mengancam jiwanya. Beliau terus bekerja dekat dengan
Mahaguru Zen, Thich Nhat Hanh du Vietnam dan Plum Village, pusat retret dan
komunitas dalam pengasingan di Perancis.
[Non-text portions of this message have been removed]