Salam kenal sebelumnya, saya member baru di group ini. Ini postingan pertama 
sebagai perkenalan, mencoba ikut berbagi pendapat.

Gagasan mengenai "penciptaan" muncul karena perilaku manusia yang membuat 
sesuatu untuk tujuan tertentu, misal: membuat sepeda untuk transportasi, 
membuat gerobak untuk membawa barang. Setiap "penciptaan" mempunyai tujuan, 
manusia tidak membuat sesuatu tanpa tujuan. Kemudian manusia itu melihat banyak 
benda di sekelilingnya, yang bukan dia yang membuatnya. Dengan logika manusia 
yang selalu membuat sesuatu dengan tujuan, maka ia pun berpikir kalau 
benda-benda di sekelilingnya pasti lah ada yang membuat dan ada tujuan tertentu 
di balik pembuatannya.

Gagasan tersebut bukannya salah, tetapi dapat mengakibatkan penyempitan 
pandangan pada kenyataan atau alam semesta secara keseluruhan. Manusia 
bertindak dengan satu pola, tidak berarti seluruh alam semesta bertindak dengan 
pola yang sama.

Demikian juga gagasan mengenai semua muncul dan berjalan dengan hukum tertentu, 
dapat mengakibatkan penyempitan pandangan terhadap kenyataan atau alam semesta 
keseluruhan. Sebenarnya tidak ada dasar bagi kita untuk memastikan kenapa hukum 
itu, kenapa bukan hukum lain? Bukannya itu hanya "just another law," 
dibandingkan hukum penciptaan? Lihat pengalaman! Pengalaman tiap orang berbeda, 
cara orang menarik kesimpulan pun berbeda, bagaimana kesimpulan dapat sama?

Pada dasarnya semua gagasan mengenai keberadaan dan ketidakberadaan merupakan 
perspektif individu terhadap sekitarnya. Jika manusia selalu memandang semesta 
ini sebagai entiti terpisah dari dirinya, atau memandang dirinya sebagai entiti 
terpisah dari semesta, maka akan memunculkan sudut pandang. Perspektif yang 
muncul akan sangat banyak, dan sekali lagi bukannya salah atau benar melainkan 
berbeda.

Kesimpulannya, pertanyaan awal dari sdr.Oscar tidaklah salah. Sebuah pertanyaan 
wajar dari seseorang yang memiliki perspektif manusia sebagai ciptaan yang 
bertujuan. Untuk menjawab pertanyaan ini yang diperlukan adalah orang dengan 
perspektif yang sama, atau yang dapat menyesuaikan pandangannya dengan 
sdr.Oscar. Karena itu sebelum diteruskan mungkin perlu dipastikan apakah 
pertanyaannya perlu diubah, misal menjadi: "apa sebenarnya manusia itu? apa itu 
hidup?" atau cukup dalam batasan "manusia sebagai ciptaan yang bertujuan, apa 
tujuannya? seperti apa menjadi ciptaan?"

Demikian sedikit bagi pikiran, mohon maaf kalau ada kesalahan dalam pemilihan 
kata.

Salam hangat,
eddy


--- In [email protected], "Dewamarvel" <dewamar...@...> wrote:
> 
> Hmm.. Siapa seeh yang menciptakan manusia..?? menurut saya manusia tidak
> diciptakan tapi tercipta dengan sendirinya. Kalo ada yang menciptakan
> manusia lalu mengujinya bahkan menyiksa itu sama saja dengan menganggap
> manusia sebagai mainan...
> 
> Secara logika, adil ga seeh kalo ada orang yang diberi kemudahan dalam
> berbagai hal dalam hidupnya tetapi ada orang-orang yang dipersulit hidupnya.
> Apapun alasannya saya rasa sangat tidak adil.. tetapi Hukum Karma dapat
> menjawab ini.. dan hanya penjelasan Hukum Karma yang dapat diterima secara
> logika sehat.
> 
> -Uraian diatas hanya pendapat pribadi...
> 
>   _____  
> 
> 
> 2009/8/21 Oscar Haris < <mailto:OscarH%40lippokarawaci.co.id>
> osc...@...>
> 
> > Dear ALL,
> >
> > Ada sedikit pertanyaan dari saya,mengenai kehidupan ini, Apa tujuan nya
> > manusia diciptakan ke Bumi? Dan mereka dengan susah payah harus kembali ke
> > alam yang tanpa batas (Abadi).Dan apakah manusia itu semua nya bersifat
> > indivial atau tidak yah? ( Maksudnya mereka harus menuju alam tersebut
> > dengan usaha nya sendiri )
> >
> > Mohon pencerahan nya.
> >
> > Thanks
> > Oscar
> > __________________________________________________________
> >


Kirim email ke