Kesimpulannya, pertanyaan awal dari sdr.Oscar tidaklah salah. Sebuah
pertanyaan wajar dari seseorang yang memiliki perspektif manusia sebagai
ciptaan yang bertujuan. Untuk menjawab pertanyaan ini yang diperlukan adalah
orang dengan perspektif yang sama, atau yang dapat menyesuaikan pandangannya
dengan sdr.Oscar. Karena itu sebelum diteruskan mungkin perlu dipastikan
apakah pertanyaannya perlu diubah, misal menjadi: "apa sebenarnya manusia
itu? apa itu hidup?" atau cukup dalam batasan "manusia sebagai ciptaan yang
bertujuan, apa tujuannya? seperti apa menjadi ciptaan?"

[Ciputra Sanjaya] : Pertanyaannya tidak perlu diubah. Bila yang menjawab
adalah orang yang sama perspektifnya atau orang yang dapat menyesuaikan
pandangannya dengan Sdr. Oscar, bukankah hanya mempertahankan penyempitan
pandangan yang dimaksud? Yang penting di sini adalah sang penanya, dalam hal
ini Sdr. Oscar, mau membuka perspektif pikirannya.

Sebagai gambaran, hukum kamma merupakan salah satu dari lima hukum yang
dijelaskan oleh Sang Buddha. Proses terjadinya kelahiran kembali
(Punnabhava, http://bhagavant.com/home.php?link=dhamma_sari&n_id=75 )
dijelaskan dalam Sebab-Musabab yang Saling Bergantungan (Paticcasamuppada,
http://bhagavant.com/home.php?link=dhamma_sari&n_id=74 ). Kelahiran adalah
penderitaan seperti dijelaskan dalam Empat Kebenaran Mulia (Cattari Ariya
Saccani, http://bhagavant.com/home.php?link=dhamma_sari&n_id=50 ). Bila
tidak ingin dilahirkan kembali, berusahalah untuk merealisasikan Nibbana
dengan berpegang pada Jalan Mulia Berunsur Delapan (Ariya Atthangika Magga,
http://bhagavant.com/home.php?link=dhamma_sari&n_id=51 ). Untuk detilnya,
bacalah link-link yang saya berikan. Semoga bisa dipahami dalam perspektif
Ajaran Buddha apakah manusia itu diciptakan ke bumi, mengapa bisa terlahir
di alam bumi, dan yang terpenting... mengapa perlu usaha dari diri sendiri.

Salam,
Ciputra Sanjaya



--- In [email protected], "Dewamarvel" <dewamar...@...> wrote:
> 
> Hmm.. Siapa seeh yang menciptakan manusia..?? menurut saya manusia tidak
> diciptakan tapi tercipta dengan sendirinya. Kalo ada yang menciptakan
> manusia lalu mengujinya bahkan menyiksa itu sama saja dengan menganggap
> manusia sebagai mainan...
> 
> Secara logika, adil ga seeh kalo ada orang yang diberi kemudahan dalam
> berbagai hal dalam hidupnya tetapi ada orang-orang yang dipersulit
hidupnya.
> Apapun alasannya saya rasa sangat tidak adil.. tetapi Hukum Karma dapat
> menjawab ini.. dan hanya penjelasan Hukum Karma yang dapat diterima secara
> logika sehat.
> 
> -Uraian diatas hanya pendapat pribadi...
> 
>   _____  
> 
> 
> 2009/8/21 Oscar Haris < <mailto:OscarH%40lippokarawaci.co.id>
> osc...@...>
> 
> > Dear ALL,
> >
> > Ada sedikit pertanyaan dari saya,mengenai kehidupan ini, Apa tujuan nya
> > manusia diciptakan ke Bumi? Dan mereka dengan susah payah harus kembali
ke
> > alam yang tanpa batas (Abadi).Dan apakah manusia itu semua nya bersifat
> > indivial atau tidak yah? ( Maksudnya mereka harus menuju alam tersebut
> > dengan usaha nya sendiri )
> >
> > Mohon pencerahan nya.
> >
> > Thanks
> > Oscar
> > __________________________________________________________
> >




------------------------------------

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **Yahoo!
Groups Links



Kirim email ke