--- In [email protected], MAS <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> jawaban MAS ini, salahkah kalau kusimpulkan bahwa tujuan OpenOffice utk
>> menjadi perangkat lunak gratis yg memasyarakat (utk mengimbangi program
>> serupa yg berlisensi mahal) sebegitu jauh belum tercapai?
>bukan begitu....utk kalangan non industrial mungkin tercapai banget,tp utk
>kalangan industri (yg ini kek na jelas2 bukan sasaran openoffice sbb bisa
>bayar kan?) spt tak semudah itu ...
o jadi bisa disimpulkan kalau OpenOffice sdh cukup populer di kalangan
pengguna rumahan/pribadi, gitu? kalau betul ya aku syukuri. krn rasanya
memang itu 'kan jg jadi sasaran proyek OpenOffice itu? MDKL ...
sebegitu jauh rasanya masih sulit mengharapkan kalangan industri rame-rame
memanfaatkan perangkat lunak gratis ini; jg dlm hubnya dg garansi...
bagaimana pun beaya lisensi pasti masuk dlm perhitungan 'overhead cost'.
sebetulnya, kenapa masalah ini kuangkat, sama spt siBass
<[EMAIL PROTECTED]>, mempertanyakan versi bahasa Indonesianya. kalau-kalau
ada yg tahu bahkan mungkin terlibat dlm proyek pengadaannya.
melihat sifatnya yg SUKARELA (yg jelas tdk padan dg SEMAUNYA), apakah
mungkin kebelum-adaan versi bahasa Indonesia disebabkan krn belum/tdk ada
penutur bahasa Indonesia yg idealis dan berkehidupan cukup mapan dari
komunitas IT, jadi kurangnya sikap altruisme shg bisa serta bersedia
menyediakan waktu untuk menangani proyek spt ini secara sukarela?
salam,
evie
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/mailplus/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/