Hello Yusliz Aiyubo,

Kamis, 13 Desember 2007 jam 20:39, sampeyan nulis:

> Tidak adil rasanya kalau teknologi informasi hanya diperuntukkan
> bagi kalangan menengah ke atas saja. Penyebab utama
> mahalnya software2 legal karena masih diimpor langsung. Coba saja
> kalau ada yg mau menjadi perpanjangan tangan developer2
> software utk memproduksinya di dalam negeri, pasti harganya bisa
> jauh lebih reasonable dibanding impor langsung. Seharusnya
> pemerintah lah yg menghandle masalah ini, jangan cuma bisa koar2
> menyuruh rakyat utk tidak beli bXXXXXn tapi tidak
> memberikan solusi atas mahalnya harga software original. Utk pakai
> alternatif seperti open source ternyata tidak semudah
> membalik telapak tangan dengan alasan yg kompleks. Kecil
> kemungkinan utk bisa berharap kpd pihak swasta karena masalah
> perhitungan bisnis. Lihat saja contohnya pada para produsen VCD/DVD
> film original yg nangis bawang bombay krn dihantam
> barang2 bXXXXXn.

Harga software legal di Indonesia sama dengan harga software legal di
luar negeri sono.. karena kalo dijual lebih murah takutnya malah
dilempar ke luar negeri oleh oknum2 yang tidak bertanggung jawab..

-- 
Wassalam,
Mochammad Kurniawan
http://m-kurniawan.web.id | http://histla.web.id

Kirim email ke