Tul bang... Kudu peduli ma ortu... :D Subjectnya aja masi pake nama
ortu :D. Hasil "keringatnya" aja masi diberikan ama ortu... :D

Yo wes,,, qita sowan dah ma PC+, bawa spanduk ma "sound system"... kekekekek...


On 06/09/2008, Yohan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Bagi   saya   pribadi  Mail+  dan  PC+  merupakan  kesatuan  yang  tak
> terpisahkan,   bisa   diibaratkan  bahwa  PC+  itu  seorang  ibu  yang
> melahirkan,  dan  Mail+  sebagai seorang anak kudunya ngerti, kalo dah
> dewasa  ya  urusin  dhewe ... Saya mantan pembaca tabloid PC+ dan ikut
> Mail+  dapat  informasi  milis  ini  dari  tabloidnya  ... Apapun yang
> terjadi  saya  tetap  menganggap  Mail+  dan PC+ sudah merupakan suatu
> keluarga, kalo toh sekarang ini ndak ada perhatian, ya maklum ! ngurus
> tabloid  juga  nggak gampang, ngurus tabloid beda dengan ngurus milis.
> Yang penting pihak Mail+ sudah bikin milis dan siapa bisa nimbrung dan
> cari  ilmu,  salah  satu  misi  PC+  yang saya tahu adalah mengenalkan
> komputer  seantero nusantara, dari Sabang sampai Gunung Kidul eh maap,
> Merauke  ! ndak peduli masih kanak2 atau dah tuwir. Kalo mau ayo rame2
> sowan ke redaksi PC+ minta perhatian, bukan dengan cara begini. Kurang
> sportif !
>
> Saya  dah  beruntung  bertemu redaksi PC+ yang ramah2 saat Bang Pirman
> dkk  mengundang  saya  presentasi bahan bakar air di kantornya. Apalagi
> pulangnya disangoni majalah plus tabloid dll.
>

-- 
Always think smart

Kirim email ke