Iya sih Bang... Tapi kita juga mesti peduli ma mereka, dalam artian ngerti apa yang mereka kerjain... Nggak sembarang lho nanggungjawebin sebuah tabloid, majalah, buku, atawa yang laennya hanya dalem 2 mingguan. Nggak sembarang juga nyari berita-berita terbaru dan layak untuk dijual di pasaran. Nggak sembarang juga nyari partner yang mau "dijelekin" produknya. Dan laen sebagainya. Tapi.... gue juga nggak terlalu tau seh dan emang nggak mau tau ttg masalah internal PC+. Gue cuman memandang si PC+ sebagai media yang nganterin gue ke sini. Bukan person-personnya yang perkiraan gue "sok sibuk, sok pinter, sok punya, mau untung sendiri, dan laennya, sehingga nggak ngeh ngelirik milis ini". Awalnya sih, gue pikir di sini emang ada salah satu di antara mereka, paling nggak si moderator (siapa seh? Orang ini HARUS diberi "apresiasi" ma PC+. Mat Gemboel yak? ), dan sekarang gue udah tau sedikit tntang perkembangan milis ini. Gue akan coba samperin PC+.
On 07/09/2008, Yohan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Tetapi saya juga setuju sama keinginan rekan kita Mat Gemboel, mbok > setidaknya mereka bisa ikut nimbrung juga. Hanya beberapa dedengkot > redaksi PCPLUS yang mau nank-krink di sini, dua orang sudah menjadi > mantan dan sukses di tempat baru, bahkan baru bekerja beberapa bulan > sudah mampu beli tunggangang baru ( tebar gosip ), yang paling jelas > ya si ganteng Bang Pirman dan si cantik Mbak Ajeng, satunya yang > kadang nongol adalah Ste. Lainnya seakan menutup diri, padahal waktu > sowan dulu juga menanyakan kenapa kok nggak nimbrunk di Mail+. Tetapi > ini pendapat saya sebagai member Mail+ lho, kalo sebagai pendapat > pribadi ya seperti yang telah saya utarakan. -- Always think smart
