Hello Bang Nero...

sharing pengalamanku TENTANG CARA BELAJAR, dipakai silakan, tidak juga gak 
apa-2...

1. Aku dan anakku yg Balita berjarak 3ribu km, ketika main game boby bola atau 
game apa aja dan "hang" perintahku hanya mulai dari awal jika ikon gak ada yg 
bisa di-klik. Awal, bisa berarti restart, start program dan tutup game lalu 
mulai lagi. Ingatan anakku "mulai dari awal" karena dari awal segalanya 
dimulai. Aku gak pernah ngasih perintah detail banget kepada anak-2, ternyata 
dia punya kemampuan luar biasa untuk mengembangkan/menafsirkan suatu perintah. 
Pada umumnya seperti cara aku menjawab email ini.

2. Cara belajar berikutnya: sejak anak bisa bicara aku tunjukkan semua jenis 
benda, kata-2 dasar bahasa Indonesia dan aku cetak kata-2 benda itu pada kertas 
HVS atau bentuk kartu. Anak berucap sekaligus baca dan lihat gambar/ikon. 
Hasilnya sebelum umur tiga tahun sudah lancar baca tanpa mengeja/spell 
sedikitpun. Koleksi cerita "Franklin"
 tamat >30judul dan tahu artinya.

3. Berhitung aku ajari pake jarimatika, lalu panggil les seminggu sekali dan 
dia sekarang level 3 lulus, setara dgn hitungan anak SMP. perkalian dua digit x 
dua digit dijawab dalam <10 detik. Nah tgl 4 Juli akan ada jambore jarimatika, 
lomba berhitung di Malang, anakku akan bertanding dgn teman-2nya level 3 yg 
pesertanya dari TK-SD.

Pintar belum tentu dari keturunan (aku sendiri telmi), tapi bisa diperoleh dari 
cara mengajar/belajar. Karena aku tidak bisa bersama anak setiap saat, demi 
mencari penghasilan, ya aku cari cara tersendiri seperti aku tulis di atas. 
Bisa masuk TK terbaik di Malang dan Juli pindah ke TK terbaik di Yogyakarta.

salam
nano
semoga bermanfaat






--- In [email protected], Nero Sumargono <itprib...@...> wrote:
>
> Hello nano,says
> 
> + 1
> 
> klo cuman kasih kasih ikan maka org akan cuman mau enaknya aja...
> 
> ga mo mikir...or trend make otak skrg ga jaman lagi yah?
> 
> *garuk2kepala*
> 
> 


Kirim email ke