Jakarta Pernah Disinggahi Senjata Nuklir
U-195 dan U-219 Nyaris Ubah Sejarah

DARI berbagai kapal selam Jerman yang beraksi di Indonesia adalah U-195 dan
U-219 yang bisa mengubah sejarah di Asia-Pasifik, jika Jerman dan Jepang
tidak keburu kalah. Kedua kapal selam itu membawa uranium dan roket Nazi
Jerman, V-2, dalam keadaan terpisah ke Jakarta, untuk dikembangkan pada
projek senjata nuklir pasukan Jepang di bawah pimpinan Jenderal Toranouke
Kawashima.

Ini merupakan langkah Jerman membantu Jepang, yang berlomba dengan Amerika
Serikat dalam membuat senjata nuklir untuk memenangkan Perang Dunia II di
Kawasan Asia-Pasifik. Rencananya, projek senjata nuklir Jepang untuk
ditembakkan ke wilayah Amerika Serikat.

Kapal selam U-195 tiba di Jakarta pada 28 Desember 1944 dan U-219 pada 11
Desember 1944. Richard Besant dalam bukunya berjudul Stalin's Silver dan
Robert K Wilcox dalam Japan's Secret War, hanya menyebutkan, kedua kapal
selam itu membawa total 12 roket V-2 dan uranium ke Jakarta.

Namun, berbagai catatan tentang diangkutnya uranium dan roket V-2 untuk
Jepang itu melalui Indonesia, hanya berhenti sampai ke Jakarta. Seiring
menyerahnya Jerman kepada pasukan Sekutu di Eropa pada 8 Mei 1945,
keberadaannya tidak jelas lagi.

Sementara itu, projek senjata nuklir Jepang di Hungnam, bagian utara Korea,
sudah menguji senjata nuklirnya sepekan lebih cepat dari Amerika Serikat.
Namun Jepang kesulitan melanjutkan pengembangan, karena untuk material
pendukung harus menunggu dari Jerman.

Kapal selam U-195 dan U-219 kemudian dihancurkan pasukan sekutu, saat
keduanya sudah berpindah tangan ke Angkatan Laut Jepang. Sebagian awak U-195
sendiri, ada yang kemudian meninggal dan dimakamkan di Indonesia.

Kapal U-195 (Type IXD1) dikomandani Friedrich Steinfeld, selama tugasnya
sukses menenggelamkan dua kapal sekutu total bobot mati 14.391 GRT dan
merusak sebuah kapal lainnya yang berbobot 6.797 GRT. Kapal selam itu
kemudian dihibahkan ke AL Jepang di Jakarta pada Mei 1945 dan berubah
menjadi I-506 pada 15 Juli 1945. Kapal ini kemudian dirampas Pasukan Sekutu
di Surabaya pada Agustus 1945 lalu dihancurkan tahun 1947.

Sedangkan U-219 (Type XB) dikomandani Walter Burghagen, yang selama aksinya
belum pernah menenggelamkan kapal musuh. Kapal selam ini kemudian dihibahkan
ke AL Jepang di Jakarta, lalu pada 8 Mei 1945 berubah menjadi I-505. Usai
Jepang menyerah Agustus 1945, I-505 dirampas Pasukan Sekutu lalu dihancurkan
di Selat Sunda oleh Angkatan Laut Inggris pada tahun 1948.

Kisah aksi tugas kapal selam Jerman selama perang Dunia II juga menjadi
ilham dibuatnya film berjudul "Das-Boot," yang dirilis di Jerman tahun 1981.
Salah satu nara sumber autentik mengenai kehidupan para awak u-boat, adalah
mantan perwira pertama dari U-219, Hans Joachim Krug, yang kemudian menjadi
konsultan film itu.

Tak heran, pada film berdurasi 145 menit tersebut, para awak kapal selam
Jerman tergambarkan secara autentik. Pergi berpenampilan rapi namun pulang
dalam keadaan dekil, maklum saja karena berhari-hari bahkan berminggu-minggu
di dalam air, mereka jarang mandi sehingga janggut, kumis, dan rambut pun
cepat tumbuh.

U-234

Sementara itu, pada jalur pelayaran lain, U-234 yang juga dari Type XB
berangkat menuju Jepang melalui Lautan Artik menjelang Mei 1945. Kapal selam
itu juga mengangkut komponen roket V2 dan 500 kg uranium untuk projek nuklir
pasukan Jepang, serta membawa pesawat tempur jet Me262.

Kapal U-234 membawa Jenderal Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe), sejumlah
rancangan senjata paling mutakhir Jerman saat itu, serta dua orang perwira
Jepang. Selama perjalanan, sejumlah kapal perang dan pesawat Sekutu mencoba
menenggelamkan U-234.

Usai Jerman menyerah, 8 Mei 1945, sejumlah awak U-234 memutuskan menyerah
kepada pasukan Amerika Serikat. Dari sini cerita berkembang, pasukan Amerika
mendapati kapal selam itu membawa uranium yang kemudian digunakan untuk
projek Manhattan dalam produksi bom nuklir mereka.

Muncul kemudian spekulasi, bom nuklir yang berbahan uranium dari U-234 itu,
kemudian digunakan Amerika untuk mengebom Nagasaki dan Hiroshima Jepang pada
Agustus 1945.(Kodar Solihat/"PR")***






==========================================

MILIS MAJELIS MUDA MUSLIM BANDUNG (M3B)
Milis tempat cerita , curhat atau ngegosip mengenai masalah anak muda dan islam 
.
No Seks , No Drugs , No Violence

Sekretariat : 
Jl Hegarmanah no 10 Bandung 40141
Telp : (022) 2036730 , 2032494 Fax : (022) 2034294         

Kirim posting mailto:[EMAIL PROTECTED]
Berhenti: mailto:[EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/majelismuda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke