FYI, 
wassalam,
erwin

Sumber : http://www.eramuslim.com/news/nas/452a0f7b.htm

Pengendara Motor Membludak, Bukti Pemerintah Gagal Sediakan Transportasi 
Publik

Senin, 9 Okt 06 17:00 WIB
    Kirim teman

Dalam dua tahun terakhir ini, pemudik yang menggunakan sepeda motor naik 38,66 
persen, dari 1.297.433 kendaaraan pada tahun 2005, menjadi 1.799.000 
kendaraan di tahun 2006.

Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Hatta Radjasa, peningkatan pengendara 
sepeda motor saat mudik membuktikan meningkatnya perekonomian.

Pernyataan pemerintah itu disesalkan anggota Komisi V DPR Abdullah Azwar Anas. 
Menurutnya, sikap pemerintah seperti tanpa dosa ketika mengumumkan hal itu.

Padahal, katanya, kenaikan pengendara motor yang cukup besar, justru merupakan 
kegagalan dan ketidaksuksesan pemerintah untuk menyiapkan transportasi 
publik. Akibatnya masyarakat harus mencari alternatif transportasi. Padahal 
sepeda motor tidak didesain untuk jarak jauh, melainkan hanya untuk jarak 
pendek.

''Anehnya, pemerintah menyampaikan kenaikan pengguna motor ini dengan tanpa 
dosa dan tidak ada maping khusus. Langkah yang dilakukan hanya seperti tahun 
lalu, seperti menyalakan lampu dan pemerintah memberikan aba-aba. Tapi ketika 
macet, tidak ada policy khusus untuk pengendara motor,'' kritik politisi PKB.

Jika transportasi publik seperti kereta api yang aman bisa disediakan oleh 
pemerintah, lanjut dia, maka tidak ada pemudik yang mengendarai sepeda motor. 
Apalagi untuk kereta api sudah disetujui Public Service Obligation/PSO-nya 
sekitar Rp 475 miliar. Sedangkan untuk angkutan laut, sedang diperjuangkan Rp 
1 triliun.

''Pemerintah tidak memiliki langkah yang radikal, selain rutinitas seperti 
koordinasi dan sebagainya. Ini kegagalan manajemen lalu lintas. Sebab 
pemerintah hanya memaparkan H - 7 dan H + 7. Selain itu, pemerintah hanya 
menyampaikan tarif atas dengan tarif bawah. Pemerintah tidak pernah membuat 
kebijakan, seperti memobilisasi seluruh bus yang ada pada H - 7 dan H + 7,'' 
sambungnya.

Akibatnya, lanjut Anas, pemerintah hanya mengatur tarif tanpa mengatur 
pasokan. Hal ini dikatakannya akan percuma saja. Sebab jika pasokan tidak 
diatur, maka yang terjadi adalah suply and demand tidak seimbang. Hal ini 
jelas akan menaikkan tarif angkutan itu sendiri. (dina)



Mari basamo awak maju mampatahankan mak Itam, tarutamo keselamatan asetno di 
Sumatra Barat. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/makItam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/makItam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke