Yang saya bingung, kenapa pemerintah ga "abis2an" untuk mengembangkan
transportasi massal, khususnya kereta. Sebetulnya, tidak usah jauh2
studi banding ke luar negeri untuk membuktikan transportasi massal ini
jauh menguntungkan secara makro. Sebagai contoh, coba bandingkan
resource nasional yang terpakai di Jakarta sebelum dan sesudah adanya
busway dan kereta ekspress yang nyaman dari bogor, pondok aren, atau
bekasi.

Dalam suatu diskusi warung (mungkin dalam bahaso awak: rapek mancik)
saya melontarkan ide ke kawan-kawan, kenapa pemerintah tidak
mengembangkan transportasi massal seperti kereta api, baik untuk antar
kota maupun dalam kota. Untuk Jakarta bangun aja jaringan di bawah
tanah, misalnya.

Seorang kawan menjawab, kan investasinya sangat besar, dari mana
uangnya.

Saya jawab, cari investor, kalau perlu ngutang, toh kita sudah sangat
terbiasa ngutang. Yang mahal kan cuma investasi awal ...

Seorang kawan lagi, yang tampaknya bijaksana menjawab: Ga, ga, ga,
jangan kereta. Kereta kan jarang rusak, ga pernah ganti ban, ngga pernah
di kir, ga pernah melanggar lampu lalu lintas, ga pernah harus
"diusir-usir" karena ngetem ...

Lalu "rapek mancik" ditutup dengan kesimpulan: apa iya yah ...?








--- In [email protected], Erwin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> FYI,
> wassalam,
> erwin
>
> Sumber : http://www.eramuslim.com/news/nas/452a0f7b.htm
>
> Pengendara Motor Membludak, Bukti Pemerintah Gagal Sediakan
Transportasi
> Publik
>
> Senin, 9 Okt 06 17:00 WIB
> Kirim teman
>
> Dalam dua tahun terakhir ini, pemudik yang menggunakan sepeda motor
naik 38,66
> persen, dari 1.297.433 kendaaraan pada tahun 2005, menjadi 1.799.000
> kendaraan di tahun 2006.
>
> Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Hatta Radjasa, peningkatan
pengendara
> sepeda motor saat mudik membuktikan meningkatnya perekonomian.
>
> Pernyataan pemerintah itu disesalkan anggota Komisi V DPR Abdullah
Azwar Anas.
> Menurutnya, sikap pemerintah seperti tanpa dosa ketika mengumumkan hal
itu.
>
> Padahal, katanya, kenaikan pengendara motor yang cukup besar, justru
merupakan
> kegagalan dan ketidaksuksesan pemerintah untuk menyiapkan transportasi
> publik. Akibatnya masyarakat harus mencari alternatif transportasi.
Padahal
> sepeda motor tidak didesain untuk jarak jauh, melainkan hanya untuk
jarak
> pendek.
>
> ''Anehnya, pemerintah menyampaikan kenaikan pengguna motor ini dengan
tanpa
> dosa dan tidak ada maping khusus. Langkah yang dilakukan hanya seperti
tahun
> lalu, seperti menyalakan lampu dan pemerintah memberikan aba-aba. Tapi
ketika
> macet, tidak ada policy khusus untuk pengendara motor,'' kritik
politisi PKB.
>
> Jika transportasi publik seperti kereta api yang aman bisa disediakan
oleh
> pemerintah, lanjut dia, maka tidak ada pemudik yang mengendarai sepeda
motor.
> Apalagi untuk kereta api sudah disetujui Public Service
Obligation/PSO-nya
> sekitar Rp 475 miliar. Sedangkan untuk angkutan laut, sedang
diperjuangkan Rp
> 1 triliun.
>
> ''Pemerintah tidak memiliki langkah yang radikal, selain rutinitas
seperti
> koordinasi dan sebagainya. Ini kegagalan manajemen lalu lintas. Sebab
> pemerintah hanya memaparkan H - 7 dan H + 7. Selain itu, pemerintah
hanya
> menyampaikan tarif atas dengan tarif bawah. Pemerintah tidak pernah
membuat
> kebijakan, seperti memobilisasi seluruh bus yang ada pada H - 7 dan H
+ 7,''
> sambungnya.
>
> Akibatnya, lanjut Anas, pemerintah hanya mengatur tarif tanpa mengatur
> pasokan. Hal ini dikatakannya akan percuma saja. Sebab jika pasokan
tidak
> diatur, maka yang terjadi adalah suply and demand tidak seimbang. Hal
ini
> jelas akan menaikkan tarif angkutan itu sendiri. (dina)
>








Mari basamo awak maju mampatahankan mak Itam, tarutamo keselamatan asetno di 
Sumatra Barat. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/makItam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/makItam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke