Mas Gregg, kita bicarakan pada kodar besok sore.
p.
  ----- Original Message ----- 
  From: greghar 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Tuesday, November 07, 2000 12:30 PM
  Subject: Re: [mancing-l] Ramalan Cuaca Jawa bagian Selatan


  Son, jadinya tgl. berapa. ?


  -----Original Message-----
  From: Adi Wisaksono <[EMAIL PROTECTED]>
  To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
  Date: Tuesday, November 07, 2000 11:31 AM
  Subject: Re: [mancing-l] Ramalan Cuaca Jawa bagian Selatan


  >Sampeyan ikut nggak ????
  >
  >--- "Bambang Setiawan" <[EMAIL PROTECTED]>
  >> wrote:
  >><pre>Ramalan Cuaca Jawa Bagian Selatan dapat dibaca di artikel ini. Untuk
  Mas
  >>Soni, Abah Pudjo dan kawan-kawan yang mau ke Gombong.
  >>
  >>Selasa, 7 November 2000
  >>
  >>Banjir Kali Ini Dampak dari Xangsane
  >>
  >>Jakarta, Kompas
  >>Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah di Pulau
  >>Jawa hingga menimbulkan banjir hebat-antara lain di Cilacap dan
  Semarang-merupakan
  >>dampak tidak langsung yang ditimbulkan oleh Xangsane dan Bebinca.Xangsane
  >>adalah badai tropis yang muncul tanggal 26 Oktober lalu di sebelah barat
  >>Pasifik atau di selatan Filipina. Badai ini hilang beberapa hari lalu
  setelah
  >>sebelumnya bergerak ke utara. Namun, kemudian disusul oleh badai Bebinca
  >>yang saat ini bergerak ke barat laut.
  >>
  >>Diperkirakan, dalam dua hari mendatang
  >>badai ini akan sampai di daratan Cina. Bebinca diperkirakan akan memicu
  >>munculnya angin kencang di sebagian besar wilayah Indonesia bagian barat,
  >>dan menimbulkan hujan lebat di wilayah tersebut dalam dua hari mendatang.
  >>
  >>
  >>Prediksi kondisi cuaca ini disampaikan Kepala Sub Bagian Prakiraan dan
  Jasa
  >>Meteorologi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Achmad Zakir kepada
  Kompas
  >>di Jakarta, Senin. &quot;Kalau badai masuk daratan Cina, justru harus
  diwaspadai
  >>karena akan timbul hujan lebat di selatan wilayah Jawa,&quot; jelasnya.
  >>
  >>Badai
  >>tropis yang muncul di selatan Filipina menyebabkan terbentuknya
  konvergensi
  >>masa udara yang memanjang dari Sumatera Selatan sampai utara Kalimantan.
  >>Pada jalur ini terbentuk shear line atau belokan angin dari Sumatera
  Selatan
  >>hingga ke Jawa Tengah. Pada daerah ini terbentuk awan-awan aktif atau awan
  >>kumulonimbus yang mengakibatkan hujan lebat pada jalur itu, termasuk
  daerah
  >>Jawa Tengah bagian selatan.
  >>
  >>Kondisi cuaca yang muncul akibat badai itu,
  >>menurut Zakir, kemungkinan diperparah oleh adanya daerah tekanan rendah
  >>di utara Australia, yang terlihat hari Senin kemarin pada citra satelit
  >>cuaca. Tekanan rendah ini akan memicu perubahan angin dari utara ke
  selatan,
  >>atau disebut monsun Asia. Gejala tersebut, lanjutnya, suatu yang normal
  >>saat berlangsungnya musim pancaroba, dari kemarau ke hujan. Dengan pola
  >>arus angin tersebut, Indonesia berarti telah memasuki musim hujan.
  >>
  >>Di
  >>atas normal
  >>
  >>Berdasarkan data curah hujan yang tercatat di BMG, sebagian
  >>besar Pulau Jawa telah memasuki musim hujan pada November ini, dengan
  sifat
  >>hujan sebagian besar di atas normal. Padahal pada bulan sebelumnya sifat
  >>hujan masih dalam tingkat normal.
  >>
  >>Dijelaskan Zakir, aktivitas badai tropis
  >>Xangsane ada kaitan dengan hujan lebat tiga hari berturut-turut di
  Semarang.
  >>Di daerah ini pada akhir Oktober lalu tercatat curah hujannya mencapai 69
  >>mm. Sedangkan pada 10 hari terakhir bulan lalu curah hujan mencapai 87,1
  >>mm. Curah ini berarti di atas normal yang sebesar 50 mm. Di luar Jawa,
  sebagian
  >>besar daerah prakiraan musim juga telah memasuki musim hujan, kecuali
  Lampung,
  >>Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.
  >>
  >>Berdasarkan
  >>dinamika peredaran atmosfer dan suhu muka laut di wilayah Indonesia, kata
  >>Zakir lagi, maka gangguan badai bulan November 2000 di belahan Bumi utara
  >>dan selatan diprakirakan normal.
  >>
  >>Lebih lanjut diutarakan, banjir yang
  >>terjadi di beberapa tempat sebenarnya akibat beberapa faktor, baik cuaca
  >>maupun noncuaca seperti tata lingkungannya. Kasus banjir di Semarang dan
  >>Cilacap, menurut Zakir, lebih disebabkan faktor nonmeteo. Banjir yang
  terjadi
  >>di Cilacap, ditinjau dari fenomena cuaca atau iklim terjadi akibat adanya
  >>akumulasi curah hujan pada hari-hari sebelumnya selama Oktober 2000.
  >>
  >>Kejadian
  >>tanah longsor, paparnya, erat kaitannya dengan adanya tanah yang meregang
  >>karena kurang kelembaban selama musim kemarau. Adanya intensitas curah
  hujan
  >>yang tinggi dalam waktu singkat, akan menyebabkan lepasnya ikatan molekul
  >>tanah yang meregang itu, hingga mengakibatkan longsor. (yun)
  >>
  >></pre>
  >
  >_____________________________________________________________
  >www.MancingL.com, The best Indonesian Fishing Site!
  >visit us at--> http://www.MancingL.com
  >Fishing information, Free email, Free game, Mailing list, Buletin Board,
  and many more!
  >
  >---------------------------------------------------------------------
  >Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign
  Company
  >http://www.kreatif.com
  >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
  >For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
  >
  >Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing information,
  online chat, forum discusion, clasifiedads, etc
  >MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]
  >
  >** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >


  ---------------------------------------------------------------------
  Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
  http://www.kreatif.com
  To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
  For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

  Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing information, online chat, 
forum discusion, clasifiedads, etc  
  MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]

  ** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **






Kirim email ke