Pak Bambang,

Di Binuangeun kalo pas cuacanya bagus dan kita bisa mancing ke karang
inpres, deet atau karang tengah, kita bisa nimba kurisi ijo, kurisi
merah/bali/cablak yang berat rata-ratanya 5-10 kg kg, dan untuk kurisi merah
saya pernah nimba di karang tengah yg berat terkecilnya 5 kg dan terberat 15
kg.

Rachmat Yuliwinoto
*  62-21-57984402
*  [EMAIL PROTECTED]


        -----Original Message-----
        From:   Bambang Setiawan [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
        Sent:   Tuesday, November 28, 2000 11:28 AM
        To:     [EMAIL PROTECTED]
        Subject:        Re: [mancing-l] Perjalanan Memancing Binuangen

        Kurisi Bali sebesar 5 Kg???
        nggak salah tuh?

        -----Original Message-----
        From: Ming Liang (IT, Breeding Farm-Jkt)
<[EMAIL PROTECTED]>
        To: '[EMAIL PROTECTED]' <[EMAIL PROTECTED]>
        Date: Tuesday, November 28, 2000 8:39 AM
        Subject: [mancing-l] Perjalanan Memancing Binuangen


        Sorry telat.

        Perjalanan mancing kali ini dimulai dengan acara mencari umpan di
TPI
        binuangen � jam 6:00 , umpan yang didapat kembung, tongkol dan
cendro.
        Setelah umpan dan perlengkapan memancing siap dan perut sudah terisi
        tentunya.
        Bahkan yang tidak biasa sarapan berat, pagi ini harus memaksa
perutnya.
        Begitu kan Pa Kornel ? (saya juga sih, red).
        � Jam 7:30 kapal Stephanie berjalan  menuju Pulau Tinjil,  sedangkan
        kapal Aristo masih memanaskan mesin. Cuaca saat kami melaut kurang
        bersahabat. Selama perjalanan kami Trolling tapi tidak di dicicipi
setu pun.
        Sesampai di Pulau Tinjil � Jam 10:00, kami mancing dasar, ikan yang
naik
        adalah ikan kecil-kecil (lencam, lodi & Takol) yang membuat Bp Sunu
dan Bp.
        Kornelius tidak bersemangat, setelah sang kapten mengangkat kuwe
lilin � 0,5
        Kg dalam keadaan tinggal setengah, Bp Kornelius mulai semangat
kembali
        (karna ada ikan besar yang menanti, ini � jam 11:00).
        Lalu Bp Kornelus bergegas ngoncer dengan sisa potongan kuwe. Nasib
mujur
        buat sang kuwe,  dia nggak di sentuh sedikitpun.
        Pa Kornelius geram dan mengganti umpannya dengan kembung mati,
setelah lama
        menunggu tiba tiba joran melengkung dan reel bersuara (merdu juga
yah, tapi
        kalau kelamaan menjerit ngeselin juga, ia nggak Mas Sigit ? :-) )
seluruh
        kru kapal jadi semangat lagi, ikan yang makan adalah ikan dogTooth
(berat
        1Kg).
        Kemudian Pa Kornelius melanjutkan ngoncernya dan Mas Sunu mulai
tertarik
        untuk mancing.
        Setelah beberapa saat joran Pa Kornelius kembali melengkung dan
reelnya
        menjerit lagi, yang ini adalah tarikan Kurisi Bali(5 KG). Tak terasa
waktu
        sudah � jam 14:00, karena ombak yang tidak sebanding dengan
pendapatan maka
        Mas Sunu memutuskan untuk trolling, setelah beberapa saat kapal
berjalan Bp
        Konnelius memasang sabuk ajar, saat itu Mas Sunu dan Mas Sigit
sedang tidur
        siang.
        Tiba tiba reel Pa Kornelius menjerit, Mas Sunu pun terbangun, kami
berlari
        ke luar, sang ABK pun menggakkat joran dan diberikan ke Bp
Kornelius,  baru
        berlangsung  1 menit ikan terlepas, jadi kami tidak tau pasti ikan
yang
        lepas tersebut. Trolling berlangsung lama tapi tidak ada yang makan
lagi
        (keadaan saat troling ombak relatif tenang dan sebagian hujan
sebagian
        cerah).
        Sampai keadaan berkabut (� jam 4:30) sang kapten memutuskan untuk
mencari
        tempat untuk bermalam.
        Dalam keadaan hujan dan berkabut ABK berkali kali menurunkan jangkar
tapi
        tidak berhasil.
        Pada akhirnya kapten memutuskan mencari tempat lain, akhirnya kami
berhaasil
        menjangkar dan keadaan sudah cukup gelap. Kami mancing dasar dan
hasilnya
        sungguh mengecewakan sampai jam 8:30 kami hanya mendapatkan 2 ekor
ikan
        kecil. Ternyata kapal masih terhanyut .
        Lalu kapal pun dipindahkan. Nah disini mulai terlihat banyak kembung
dan
        tembang yang berkumpul di sekitar cahaya.
        Pa Kornelius mengeluarkan pancing kotreknya uantuk mendapatkan
kembung
        sebagai umpan hidup.
        Lalu Pa Kornelius ngoncer dasar dan atas, dan saya pun mencoba
ngoncer
        dengan meminjam joran Mas Sunu,
        Setelah ngoncer dasar beberapa lama akhirnya dimakan tapi lepas
terus, dan
        akhirnya Mas Sunu bangun dan ikut ngoncer baru tuh ikan ternyata
gabus laut,
        mulai dari itu berturut-turut ikan mayung (3 ekor/  4 kg).
        Jam 2:00 pagi joran Mas Sigit ditarik ikan dan seluruh kenur yang
ada di
        reelnya habis terbawa ikan.
        Kemudian ia turunin lagi pake reel troliing dengan kelas kenur 50lb,
belum
        lama diturunkan langsung disambarlagi tapi sayang kenurnya tergesek
dibawah
        kapal, jadi putus lagi.
        Kemudian jorannya Pa Kornelius melengkung dan kenurnya mengulur
terus dan
        kami subuk memperbaiki kenur kami yang melilit kenur Pa Kornelius
yang
        sedang di tarik ikan besar, akhirnya Mas Sunu menyarankan kenurkami
diputus.
        Ikan pun berputar  sehingga Pa Kornelius terpaksa harus berjalan
mengikuti
        ikan, takut terkena tali jangkar.
        Ikan ini benar-benar kuat karna sampai dia berikan ke saya, ikan itu
masih
        tetap menarik kenur. Karna ikan itu mutar lagi dan saya berikan lagi
ke pa
        Kornelius dan taklama kemudian ikan kembung dan tembang yang
berkompul kocar
        kacir ternyata ikanbesar tersebut sudah mulai mendekat ke permukaan
kemudian
        digancu.
        Waktu menjelang pagi sekitar jam 4:00, ikan tenggiri mulai makan,
diawali
        dengan berhasil diangkatnya tenggiri sebarat 3 kg oleh Mas Sunu, ini
membuat
        semangat kembali tim Stephanie, beberapa menit kemudian saya
menurunkan
        umpan lalu disambar ditengah jalan dan mengakibatkan kenur kusut di
reel
        (sarry yah Pa Kornelius, reg), untung ikan tidak langsung menarik
jadi kenur
        tidak putus. Kemudian Pa Kornelius meraih kenur tersebut dan adu
kuat dengan
        tenggiri yang berhasil diangkat seberat 4 kg. Ini adalah ikan
terakhir yang
        dapat kami angkat.
        Selama perjalanan pulang kami trolling namun nihil.
        Sesampainya di dermaga, tim Aristo sudah menanti dengan wajah yang
        ceria karna kami dapat pulang dengan selamat.

        Sekian.



        
---------------------------------------------------------------------
        Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The
WebDesign
        Company
        http://www.kreatif.com
        To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
        For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

        Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing
information,
        online chat, forum discusion, clasifiedads, etc
        MancingL Archive at
http://www.mail-archive.com/[email protected]

        ** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **









        
---------------------------------------------------------------------
        Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The
WebDesign Company
        http://www.kreatif.com
        To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
        For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

        Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing
information, online chat, forum discusion, clasifiedads, etc  
        MancingL Archive at
http://www.mail-archive.com/[email protected]

        ** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **





        

---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing information, online chat, 
forum discusion, clasifiedads, etc
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]

** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **







Kirim email ke