Jadi tarik ulurnya mesti sabar ya!,menurut saya ada benarnya
dan lagian tenggiri itu biasanya main atas (jarang kedasar untuk
nyangkut ke karang) begitu khan suhu!mohon petunjuk. Thank's

Ys
----- Original Message -----
From: Adi Wisaksono <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, March 20, 2001 3:10 PM
Subject: Re: [mancing-l] Mancing Tengiri 18 Maret 2001


> Mas tengiri itu daging dan tubuhnya sangat lunak.... kalo nekan drag
jangan
> keterlaluan.... kejadian beset cuman dapat bibir doang sangat sering....
> diganco pun kalo cuman di pinggir kadang juga sobek... ngganco tengiri
yang
> bener adalah di atas kuduknya... atau kalau ngomset jangan diganco tapi
> dipegang buntutnya aja.... nggak papa kok.... palingan juga digigit....
> he-he....
>
> At 12:26 19/03/01 +0700, you wrote:
> >Berangkat dari Marina sekitar jam 06.30 pagi. Para pengail ikan yang
> >bernafsu memburu tengiri adalah Pak Yunus, Pak Ferry, Budi, Kirman,
Adrianus
> >dan Bst. Angin sedikit besar bertiup dari Barat Daya, terlihat buih-buih
> >putih menghiasi hamparan laut sepanjang perjalanan. Di sebuah tandes kami
> >ngotrek umpan selar dan Como. Tapi arus kelihatannya belum ada, sehingga
> >kami memutuskan untuk memancing kakap merah dulu di sebuah tandes baru
yang
> >dikekemukan di jalan. Segera kami menimba Gadis Mirah Delima seukuran 1/2
> >sampai 1 kiloan. Syukurlah Kapten segera menyudahi mancing di tempat ini,
> >hingga Gadis Mirah yang masih banyak "wulu kalong"nya seukuran 1 kiloan
itu
> >terpaksa tampil sebagai simbol kepemimpinan "gerakan separatisme
> >kepemilikan" hingga mau nggak mau uang sejumlah sepuluh ribu harus
> >"separated" dengan pemiliknya dan dipindahkan ke kantong saya (sekarang
> >disimpan di brankas yunus).
> >Arus keliatannya belum mulai ngalir, jadi kita cari tandes baru. Di
tandes
> >"Kirman" ini, sesuai dengan namanya, sejumlah transaksi gelap beralih ke
> >kantong mojang (emoh bujang) Priangan ini dengan 1,2 kilo Adik Mira.
> >Perjalanan sesungguhnya kini dimulai, kapal mengarah ke tandes Munadi.
Baru
> >saja kapal berhenti mengatur posisi, tiba-tiba Pak Ferry sudah teriak
> >pancingnya dimakan tenggiri. Hanya dalam waktu singkat jeng riri yang
masih
> >kencur berhasil diajak tidur di kabin kapal. Lama kemudian tidak ada
> >tarikan. Arus sangat kecil dan tenggiri main di bawah. Dikasih selar
nggak
> >mau, dikasih tembang nggak nyaut, tapi kadang-kadang nyolongin kotrekan
> >hingga Mansur nyengir-nyengir kotrekannya putus semua. Wah serba susah
nih.
> >Kalau selar terlalu kecil hingga ngambang di permukaan, okelah kita coba
> >pake como yang gedean. Begitu como dicantel di kailnya Budi dan saya dan
> >dilemparkan, tak berapa lama kemudian joran Budi melengkung. Maka inilah
> >saatnya mengajari Jeng Riri yang sesungguhnya sebuah pelajaran etika.
Memang
> >betul betul binal ini perawan di sarang penyamun. Setelah megal-megol
nggak
> >karuan, akhirnya Jeng Riri yang beratnya 10,5 kg berhasil ditidurkan dan
> >nyenyak dalam pelukan Budi. Saya yang lagi asyik motret riri yang montok
ini
> >tiba-tiba dikejutkan karena joran yang saya taruh sudah sangat
melengkung.
> >Ha...ini rupanya temannya Riri yang pasti lebih cantik. Saya segera
terlibat
> >kemelut dengan diajeng piaraannya Munadi ini. Semua hal kelihatannya
> >perfect. Drag cukup bagus dan benang cukup kuat. Tapi mungkin hati nggak
> >tega (masak mereka harus bayar lagi ke gue?). Maka setelah sekitar 10
menit
> >kemudian, di tengah ketegangan yang ada, ikan terlepas. Sekujur tubuh
> >langsung lemas (sampai kini masih nelongso). Rupanya hook-up kurang
sempurna
> >(mungkin mengenai bagian palatak yang keras) ditambah kail merk Owner
yang
> >cutting point itu mungkin kurang bagus karena bisa menggunting hingga
daging
> >ikan bisa terseset.
> >Ya sudah mau apalagi? Jam suah menunjukkan pukul 16.00 sementara ikan tak
> >lagi makan. Maka kita putuskan mencari kaka mira saja sambil pulang. Tak
> >berapa jauh dari tempat semula, kita menemukan sebuah tandes baru yang
> >strukturnya menurut Kapten sangat bagus. Diperkirakan tenggiri dan kakap
ada
> >di sini. Tapi setelah kita coba beberapa lama ternyata tidak ada sambaran
> >yang berarti. Hanya ikan-ikan kecil yang nyambar. Kita putuskan untuk
> >mencari tandes buntut. Beberapa kali kapal menelusuri tandes sambil
pulang,
> >ternyata hari sudah keburu malam hingga kita putuskan untuk pulang saja.
> >Fot--fotonya besok-besok nyusul ya...
> >
> >BST
> >
> >
> >---------------------------------------------------------------------
> >Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign
Company
> >http://www.kreatif.com
> >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing information,
> >online chat, forum discusion, clasifiedads, etc
> >MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]
> >
> >** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign
Company
> http://www.kreatif.com
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing information,
online chat, forum discusion, clasifiedads, etc
> MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]
>
> ** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **
>
>
>
>
>
>


---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing information, online chat, 
forum discusion, clasifiedads, etc  
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]

** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **







Kirim email ke