WADAS LINTANG

 Kami berangkat ke Wadas Lintang, Sabtu tgl 16 Juni 2001 pukul 9 waktu
Magelang, tim 'wong edan' (julukan ini didapat dari Abah Pudjo, sang
maestro dunia mancing kita) masih lengkap saya, Sony, Opa Greg, Oy,
Kiki, Irwin dan Heri. Saat keberangkatan sebenarnya sudah sangat
kesiangan, krn hampala galaknya dipagi hari. Tp demi membayar rasa
penasaran kami, terutama saya yg belum pernah secara langsung melihat
ujud hampala ini.
 Perjalanan menuju Wds lintang memakan waktu hampir 3 jam, akibat
beberapa kali berhenti utk beli perlengkapan. Setelah melewati
jalan-jalan berliku diatas gunung, sampai juga kami di pemberangkatan
perahu.
Di sana sudah menunggu Heru dan Hani, rekan mancing dr Gombong.
Setelah makan siang dgn mie ala kadarnya, perahu besar berkapasitas 20
orang itu mengangkut kami menuju hotspot yg katanya diminggu lalu tim
lain pernah strike hampala. Kami mengeluarkan umpan andalan
masing-masing, saya sendiri mencoba popper buatan sendiri yg
dikerjakan secara kilat, ternyata lumayan juga aksinya. Saya lihat
teman-teman lain sudah mulai melontarkan umpan tiruannya. Saking
nafsunya, rekan Irwin melontar umpan bersamaan dgn datangnya angin,
alhasil beliau malah strike batang pohon. Beberapa kali casting tidak
menghasil hasil, ujud si hampala belum juga terlihat. Opa Greg yg
rajin menghitung lemparan juga belum sukses. padahal hitungannya sudah
mencapai enam juta lima ratus ribu delapan ratus tiga puluh lima
lemparan ( gileeee....)
Sang suhu Sony mengajarkan kepada saya beberapa trik casting hampala,
spt arah lontaran, baca lokasi, gaya retrieving, dll tapi beliau
sendiri juga kurang sukses. Wah.... gagal maning 'Son, demikian
celoteh seorang rekan.
 Pindah lagi ke hotspot Sumber Sari, yg menurut cerita BST, kawannya
strike hampala besar di sini. Tapi tim 'wong edan' masih juga kurang
beruntung. Jadi semua setuju ketika ditawarkan hotspot lainnya. Dan di
hotspot yang baru ini, semangat kami kembali menyala. Teman-teman
menyebar mencari tempat yg dianggap baik. Sayang jalan tak selamanya m
ulus, rekan Irwin tak sengaja menginjak 'lumpur hidup' yg berhasil
menyedot satu kakinya hingga terbenam sebatas dengkul,
kejebloooooossss..... sementara kami hanya terbahak-bahak, rekan Heru
justru tergerak hatinya menyuruh nakhoda perahu utk segera menolong
Irwin keluar dr jebakan lumpur. Wah, nggak bagus nih ! pindah lagi
saja.
 Angin keras dan mendung mulai terlihat menaungi pegunungan, perahu
mengarah ke hotspot lain. Semangat kami belum juga padam, melontar,
melontar, melontar dan terus melontar, hingga tiba-tiba Opa Greg
berteriak ketika berhasil strike, 'foto... ayo di foto donk'
teriaknya. Dan hampala sebesar telapak tangan itu berhasil diangkat.
Beberapa wartawan freelance langsung mengabadikan, the one and only
Hampala hari itu. Hasrat saya sedikit terbayar berhasil melihat
juvenile-nya beautiful creature ini sesaat sebelum direlease kembali
ke habitatnya. Selain mancing, pemandangan di sini yang begitu indah
sangat memanjakan mata kami.
 Akhirnya kami memutuskan kembali ke pemberangkatan perahu, saya
tertidur diperjalanan, sementara rekan Irwin mencoba troll rapala,
siapa tahu ada yg tertarik untuk menyambar, tapi malah tersangkut
baling-baling perahu. Untung masih dapat ditemukan, ketika perahu
mencoba bersandar di hotspot terakhir.
 Sebelum pulang, tim mampir di warung utk minum. Dari obrolan-obrolan
di sana, saya mendapat masukan, kalau mau mancing hampala ini
sebaiknya saat air waduk surut. Kapan ? mulai Agustus, terbaik di
September. Dan timbul satu pikiran dibenak saya, bisakah kembali ke
sana Sepetember Nanti ?!?!?!?!?

yangmasihpenasaransamahampala




---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing information, online chat, 
forum discusion, clasifiedads, etc  
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]

** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **







Kirim email ke