GOMBONG

 Rencana ke Gombong diundur hingga keberangkatan sore hari, kami butuh
menjelajah Magelang untuk ke Warnet, wartel, bengkel dan ke toko
pancing. Di toko pancing kami membeli peralatan yg kurang buat ke
Gombong. Pukul 3 sore Rabu 20 Juni itu kami berangkat menuju Gombong.
Sebelum ke pantai Ayah, menjemput Heru dan Hani yg sudah mengenal
betul lokasi. Ngobrol soal mancing dan cara pembuatan umpan tiruan
sampai pukul 9, baru setelah itu ke lokasi. Di sana kami menginap di
beach house temannya Heru. Oy dan Kiki merangkai Rigging untuk
persiapan trolling. Angin terasa dingin dan bertiup keras, deru ombak
yang memecah menghantam barrier pantai terdengar keras. Kondisi ini
tak memungkinkan untuk dilakukan trolling besok, jadi kami akan
casting dari atas karang saja.
 Esoknya hari Kamis 21 Juni, kami berangkat ke karang (sorry namanya
lupa, kalo nggak salah pelawangan). Dari parkiran mobil di sekitar
rumah penduduk, kami menuju arah pantai dipandu Heru dan Hani, dua
ratus meter pertama jalannya landai menembus perkebunan tapi
selanjutnya kami menemui jalan turun yang curam-nya nyaris 90 derajat.
Dengan merambat dan berpegang pepohonan, turunan itu berhasil dilalui.
Kami semua mencapai karang dengan selamat, kecuali Soni yang
menyumbang satu liter Aqua ke dalam jurang.
 Heru agak ragu ketika melihat keruhnya air, tapi demi menambah
semangat kami. Dikaitkannya umpan ikan belanak ke rangkaian pancing
tunggal ala konceran, kami semua meniru cara tersebut. Sedang Hani
memasang meteor berwarna putih yang telah menghasilkan mbaleng atau
kuro seberat 3.5 kg-an di sore kemarin oleh Heru. Tak lebih dari dua
jam di sana, diputuskan untuk kembali saja karena air tetap keruh.
Saat pulang jadi siksaan buat saya, Kiki dan Oy, beban yang kami bawa
menambah beratnya medan saat kami menanjak. Bertiga bagai kehabisan
nafas saja. Sungguh medan yang sangat berat.
 Opa Greg sudah memutuskan kembali ke Jakarta sore nanti, jadi sebelum
pulang beliau mengarah ke Karang Manganti. Mobil bergerak menanjak dan
turun secara curam dan berliku-liku. Namun mendekati lokasi, kami
disuguhkan pemandangan yang sangat indah. Memandang laut, pegunungan
dan karang dari puncak ketinggian. Sempat terpikir oleh saya mungkin
inilah mancing spektakuler yang saya dambakan sebelum keberangkatan ke
Gombong ini. Jepretan kamera akan menjadikan perjalanan ini menjadi
sebuah kenangan.
 Karena Oy, Kiki dan saya masih penasaran untuk turun trolling, kami
bertiga sepakat turun bila cuaca memungkinkan. Soni mengantar Opa ke
Jogja yang pulang menggunakan KA. Opa sempat menyambar Milward yang
diincar Oy untuk diboyong ke Jakarta.
 Jumat 22 Juni pukul 7, saya, Oy, Kiki dan Hani dinakhodai Waris
bertolak ke tengah. Di pintu muara ke arah pantai, gelombang yang
menghantam karang bawah laut naik hingga 2 meteran membuat nyiut
nyali. Dengan sabar nakhoda memajumundurkan kapal menunggu timing yang
tepat, resiko perahu terbalik sangat mungkin terjadi jika menyongsong
ombak besar pada saat melengkung naik. Perahu sempat mendapat ombak
besar dan naik ke pucuk ombak dan terhempas kembali dengan keras.
Jantung serasa berhenti sesaat namun setelah itu ngebut ke tengah
mencari air yang bening. Hani memasang dua rapala di formasi terjauh
dan satu rapala dan kona di formasi selanjutnya. Perahu terus mengarah
ke tengah. Namun tidak ada tanda-tanda keberadaan ikan, dan tak lama
kemudian laut mulai nggak bersahabat. Nakhoda mengajak kami kembali
karena cuaca tidak memungkinkan. Dalam perjalanan pulang dengan joran
tetap pada tempatnya, joran Oy dgn ril VS-nya melentik tajam
melengkung dan tesssss.... putus. Jauh di belakang tampak ikan
berparuh panjang melompat berusaha melepas rapala. Cendro itu melesat
ke udara dua kali utk kemudian membawa lari rapala orange ke dalam
lautan. Rupanya braided VS-nya Oy tertanam di dasar penggulung
sehingga membuat drag menjadi macet.
 Perjalanan ini akhirnya hanya dipakai mengabadikan pemandangan tebing
karang dari laut. Sungguh pemandangan indah yang jarang ditemui di
tempat lain. Dan baik Heru, Hani dan nelayan setempat menyarankan
kepada kami untuk kembali mancing pada saat musim jabrik. Kapan ????
Lagi-lagi September.

tips:preparationisthekeytosuccess




---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing information, online chat, 
forum discusion, clasifiedads, etc  
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]

** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **







Kirim email ke