MRICA (mrican)

 Selasa, 19 Juni, tim 'wong edan' sudah berkurang, Irwin dan Heri
sudah kembali ke Jakarta sehabis mancing di Korowelang. Sedang kami yg
tersisa beristirat di base Magelang Kembang Sari rumahnya Soni. Karena
capek dari Korowelang kemarin, bangun sudah agak siangan. Rencananya
mau ke Mrica, selepas makan siang nanti.
 Perjalanan ke Waduk Mrica memakan waktu 3 jam, hingga sampai di
lokasi pukul 3 sore. Karena belum mengenal hotspot, survei lokasi
menjadi tujuan kami. Untuk masuk lokasi yang direferensi Kiki, kami
terpaksa jual nama Formasi dan KTP Opa Greg. Dengan susah payah
memanjat dan menuruni tembok penghalang lalu menempuh batu pondasi yg
disusun miring yang membuat saya dan Soni jatuh kejeblos, sampai juga
ke tepian waduk. Kiki terperangah kaget, melihat lokasi ini yang jauh
berubah dr yang pernah dikunjunginya di waktu lalu. Dulu lokasi di
sini tidak ada jaring nelayannya, tidak seperti sekarang. Jadi nggak
ada yang patut diceritakan karena nggak ada strike sama sekali kecuali
tentang Opa Greg yang selalu menghitung jumlah castingnya.
 Kami kembali keparkiran saja, bertemu pak Purnomo, satpam PLN yang
menjaga pintu masuk untuk minta KTP Opa. Sambil lalu kami bertanya
tentang keberadaan hampala atau palung itu. Dan jawaban beliau sangat
mencengangkan kami. Ketika dikatakan grander-nya bisa menyamai besar
tubuhnya, begitu dikatakannya. Dan saran beliau untuk mancing palung
ini adalah saat musim memijah di saat hampala kembali ketepian untuk
kawin dan bertelur. Bulan apa pak ? Sekitar September. Sebagai
kenang-kenangan karena pak Purnomo ini memancing palung-nya pakai
udang atau ikan hidup, Opa memberinya umpan ikan tiruan dan sedikit
teknik cara pakainya.
 Saat akan kembali ke Magelang, tak jauh dari lokasi waduk di pinggir
jalan besar, kami menemukan toko pancing dan perlengkapan akuarium.
Kami mampir di situ untuk beli perlengkapan ke Gombong. Di akuarium
kami melihat ikan kecil spt ikan mas yg nama lokalnya 'melem' sebesar
jempol dgn harga 200 rph perekor. Rupanya itu bukan ikan hias, tapi
bait fish atau ikan umpan. Pemilik toko biasa menggunakan ikan
tersebut untuk mancing palung. Gayung bersambut, kami bertanya tentang
palung. Dan kembali kami dapat jawaban yang mencengangkan. Kalau mau
mancing palung bukan dimusimnya, jangan ke waduk karena air sedang
naik. Sebaiknya pergi saja ke tempat pembuangan air waduk yang dari
turbin yang bermuara di Sungai Serayu. Di situ banyak palungnya.
Besar-besar ? yah, kira-kira 10-15 kg-an yg saya dapat, demikian ujar
pemilik toko tersebut. Wah, rupanya kami tadi salah alamat karena
mancing di waduknya. Entah kapan kami akan ke sana lagi membuktikan
omongan penduduk lokal di sekitar Mrica.

tips:malubertanyasesatdijalan



---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing information, online chat, 
forum discusion, clasifiedads, etc  
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]

** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **







Kirim email ke