Perjalanan mancing Minggu-Senin kemarin cukup menggembirakan, meski hari Sabtunya kena
sial.
Hari sabtu saya mancing sama Sunu dan Sigit, sewa perahu dari Paku (dermaga Anyer) Rp
300.000 milik pak Herman . Berangkat sekitar jam 09.00. Mulai dari Pulau Ular
kemudian ke P. Sanghiang. Kami hanya sempet narik 2 ekor kuwe ukuran 3 ons. Setelah
itu, sampai sore kami nggak ada strike. Sambil mengitari pulau Sanghiang kami sempet
trolling. Bermacam teknik telah dikeluarkan tetapi nggak ada sambaran ikan. Tapi
kondisi air memang sangat keruh kehijau-hijauan sekalipun gelombang sangat tenang.
Harapan rasanya tipis untuk umpan disamber ikan. Sampai kami kembali pada sore harinya
tidak ada penambahan perolehan. Rugi dong!
Hari kedua saya menghubungi teman mancing saya waktu saya tinggal di Anyer selama 1/2
tahun pada tahun 1991 (10 tahun lalu). Namanya Yahya. Sekarang ia memegang perahu
milik Pak Syarif di Paku dan satu lagi perahu milik orang Jakarta yang ditambatkan di
Marina. Kami akhirnya berhasil menyewa perahu milik Pak Syarif seharga 400 ribu
(berkat negosiasi Yahya, harusnya 500 ribu). Perahunya baru dan lebih besar dari yang
kami pakai hari pertama.
Saya bersama Mas Endang Sumarno berangkat jam 21.00 malam dari dermaga Hotel Sanghiang.
Malam hari saya sempat mendapatkan seekor kakap putih di Karang Dalam dekat P.
Sanghiang, dan Mas Marno dapat juga seekor (kecantol di matanya). Sempet ngoncer pake
tembang dan putus dimakan alu-alu.
Paginya kami menuju ke Panggerongan, lokasi Kuwe. Sebelumnya pada subuh kami sudah
membeli cumi seukuran ibu jari ke nelayan di tengah laut. Tiba di Panggerongan, baru
beberapa kali lempar, umpan dimakan ikan, ternyata emang kuwe rambe. Berikutnya
beberapa jenis kuwe seukuran 1-2 kilo mampir di coolboks. Di lokasi pertama ini
kedalaman sekitar 30 m dan kami mancing dasar. Tetapi kemudian arus terlalu kencang.
Kami menunggu hingga beberapa jam. Beberapa emang sempat tertangkat lagi, tetapi kalau
arusnya lemah, kata Yahya dan Hasim (awak kapal) di sini rame sekali kuwenya. Akhirnya
kita memutuskan untuk drifting di kedalaman 100 m, di mana lokasi kuwe besar dan kakap
jumbo berada.
Benar saja, baru sekali lempar dan begitu umpan sampai dasar, ujung joran terasa
tersedot ke air. Ketika diangkat terasa berat sekali. Selama lebih dari seperempat jam
adrenalin terasa membanjir, karena harus mengangkat Kuwe Mamung sebesar 4 kg dari
kedalaman 100 meter ditambah beban timah hampir 1/2 kilo.
Di sinilah untuk pertama kalinya saya melihat action yang sempurna dari Mbah Marno
ketika menarik Kuwe. Sungguh beruntung dan bahagia berkesempatan melihat si mbah
berkutat dengan kuwe.
Selain kuwe, saya juga sempat mengangkat kakap jumbo.
Karena persediaan Coolboks cuman 2 ya akhirnya kita sudahi acara mancingnya (nanti
dikira serakah). Alhasil kita berdua membawa pulang 2 coolboks penuh ikan (kali ini
kalau dijual masih untung, karena pasti harganya lebih dari ongkos sewa perahu)
Bravo buat Yahya dan Hasim yang cerdik mencari lokasi.
Bst