Selama ikut di milist ini baru kali ini saya mendengar kabar kalo joran Mbah
Marno masih bisa ngankat Cewek eeeeehh Kuwe. Mungkin karena kehabisan
elessan sehingga ikut mancing, mujur deh....
-----Original Message-----
From: Bambang Setiawan [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Perjalanan mancing Minggu-Senin kemarin cukup menggembirakan, meski hari
Sabtunya kena sial.
Hari sabtu saya mancing sama Sunu dan Sigit, sewa perahu dari Paku (dermaga
Anyer) Rp 300.000 milik pak Herman . Berangkat sekitar jam 09.00. Mulai
dari Pulau Ular kemudian ke P. Sanghiang. Kami hanya sempet narik 2 ekor
kuwe ukuran 3 ons. Setelah itu, sampai sore kami nggak ada strike. Sambil
mengitari pulau Sanghiang kami sempet trolling. Bermacam teknik telah
dikeluarkan tetapi nggak ada sambaran ikan. Tapi kondisi air memang sangat
keruh kehijau-hijauan sekalipun gelombang sangat tenang. Harapan rasanya
tipis untuk umpan disamber ikan. Sampai kami kembali pada sore harinya tidak
ada penambahan perolehan. Rugi dong!
Hari kedua saya menghubungi teman mancing saya waktu saya tinggal di Anyer
selama 1/2 tahun pada tahun 1991 (10 tahun lalu). Namanya Yahya. Sekarang ia
memegang perahu milik Pak Syarif di Paku dan satu lagi perahu milik orang
Jakarta yang ditambatkan di Marina. Kami akhirnya berhasil menyewa perahu
milik Pak Syarif seharga 400 ribu (berkat negosiasi Yahya, harusnya 500
ribu). Perahunya baru dan lebih besar dari yang kami pakai hari pertama.
Saya bersama Mas Endang Sumarno berangkat jam 21.00 malam dari dermaga Hotel
Sanghiang.
Malam hari saya sempat mendapatkan seekor kakap putih di Karang Dalam dekat
P. Sanghiang, dan Mas Marno dapat juga seekor (kecantol di matanya). Sempet
ngoncer pake tembang dan putus dimakan alu-alu.
Paginya kami menuju ke Panggerongan, lokasi Kuwe. Sebelumnya pada subuh kami
sudah membeli cumi seukuran ibu jari ke nelayan di tengah laut. Tiba di
Panggerongan, baru beberapa kali lempar, umpan dimakan ikan, ternyata emang
kuwe rambe. Berikutnya beberapa jenis kuwe seukuran 1-2 kilo mampir di
coolboks. Di lokasi pertama ini kedalaman sekitar 30 m dan kami mancing
dasar. Tetapi kemudian arus terlalu kencang. Kami menunggu hingga beberapa
jam. Beberapa emang sempat tertangkat lagi, tetapi kalau arusnya lemah, kata
Yahya dan Hasim (awak kapal) di sini rame sekali kuwenya. Akhirnya kita
memutuskan untuk drifting di kedalaman 100 m, di mana lokasi kuwe besar dan
kakap jumbo berada.
Benar saja, baru sekali lempar dan begitu umpan sampai dasar, ujung joran
terasa tersedot ke air. Ketika diangkat terasa berat sekali. Selama lebih
dari seperempat jam adrenalin terasa membanjir, karena harus mengangkat Kuwe
Mamung sebesar 4 kg dari kedalaman 100 meter ditambah beban timah hampir 1/2
kilo.
Di sinilah untuk pertama kalinya saya melihat action yang sempurna dari Mbah
Marno ketika menarik Kuwe. Sungguh beruntung dan bahagia berkesempatan
melihat si mbah berkutat dengan kuwe.
Selain kuwe, saya juga sempat mengangkat kakap jumbo.
Karena persediaan Coolboks cuman 2 ya akhirnya kita sudahi acara mancingnya
(nanti dikira serakah). Alhasil kita berdua membawa pulang 2 coolboks penuh
ikan (kali ini kalau dijual masih untung, karena pasti harganya lebih dari
ongkos sewa perahu)
Bravo buat Yahya dan Hasim yang cerdik mencari lokasi.
Bst
---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website mancing-l at http://www.MancingL.com --> Fishing information, online chat,
forum discusion, clasifiedads, etc
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]
** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **