Peserta kali ini empat orang, Adrianus, Rachmat, Sutrisno, dan Tophic adiknya Rachmat. Menu utama: Trolling dengan target billfish. Konfigurasi 3 x 24 kg masing-masing di kedua corner dan short rigger, 15 kg di long rigger dan 6 kg shot gun/stinger. Seperti biasa, umpan yang digunakan adalah skirted lure atau lebih dikenal dengan sebutan kona head. Hasil hari pertama adalah satu ekor wahoo seberat +/- 8 kg yang menyambar Firescad Patriot yang berada di posisi short corner. Rachmat sempat mengajar ikan, tapi setelah beberapa saat diserahkan pada Taufik, adiknya, karena dia yakin bukan billfish (curang ya). Disamping itu seekor marlin juga sempat mengikuti kami dan reel Sutrisno di long corner juga sempat berbunyi krek, tetapi rupanya sambarannya gagal dan marlin itu tidak menjoba lagi. Sampai sore hanya strike itu yang terjadi dan dari berita di VHF radio disamping kapal kami hany KM Surya yang mendapat ikan yaitu seekor marlin kecil (malamnya langsung dimasak karena mereka tidak mendapat ikan lain). Mancing dasar agak sepi, praktis hampir semua pemancing tidur dan hanya ABK yang mancing dasar. Diperoleh 2 ekor kurisi batu dan beberapa ekor ikan kecil-kecil (lencam, pakol, alu-alu, dsb) Satu hal yang dapat dicatat sekali seoraang abk mendapat lencam yang diperkirakan seberat 1,5 kg ketika diangkat tinggal kepalanya saja karena disambar ikan besar. Hari kedua trolling dimulai pukul 6.00 kali inikami mencoba menggabungkan skirted lure dengan umpan jahit tipe swimming alias umpan jahit yang dibuat berenang sehingga dapat ditrolling dengan kecepatan tinggi. Sebagai catatan, kami baru mempelajari teknik penjahitan umpan ini sehingga kesempatan ini digunakan untuk praktek. Umpan jahit berupa alu-alu diletakkan pada posisi long corner dan long rigger, sedangan posisi lainnya diisi skirted lure. Baru 20 menit kami trolling ketika reel TLD 50 di posisi short rigger berbunyi krek dan benangnya terlepas dari outrigger. Kami sempat berpikir," wah lepas lagi" ketika drag reel itu menjerit panjang. Rahmat segera mengangkat joran dan mengambil posisi di kursi ajar sementara ikan terus menarik sehingga menghabiskan 2/3 isi kenur. Karena kuatir Rachmat meminta Emen, Kapten kapal, untuk memundurkan kapal. Harness dipasang dan Rachmat mulai mengajar ikan. Dari tarikannya dapat diduga bahwa ikan ini berukuran besar. Pertempuran beralangsung selama hampir 1,5 jam dan semua menebak-nebak ikan apakah gerangan yang begitu kuat, Diduga keras ini adalah seekor tuna besar karena berenang ke dalam dan tidak mudah menyerah. Tapi sambaran hingga dua kali (sekali lolos, dan kembali lagi) biasanya dilakukan oleh marlin. Ketika akhirnya ikan berhasil diangkat ke permukaan ternyata tidak ada yang tebakannya benar. Ikan adalah seekor kuwe gerong berukuran besar yang tersangkut di hook depan, dan di hook belakang tersangkut sebongkah karang seberat +/- 5 kg. Rupanya ikan itu menarik hingga ke dasar dan hook kedua tersangkut ke karang. Setelah ditimbang di Muara Kangen berat ikan adalah 28.8 kg, masih dibawah rekor Formasi yang seberat 35 kg. Secara beseluruhan hasil trolling selama dua hari bagi semua kapal kurang baik. Hasil mancing dasar juga demikian dengan perkecualian KM Stephanie yang berangkat ke Karang Tengah. Diluar hasil trolling yang hanya dua ekor kareana keadaan keseluruhan yang kurang baik, kami cukup puas karena bisa konsisten dengan penggunaan kona head yang ternyata hasilnya tidak kalah denga kapal yang menggunakan minnow. Disamping itu keberhasilan menjahit umpan yang dapat berenang juga cukup menggembirakan karena lain kali dapat digunakan juka dibutuhkan atau dapat digunakan teknik bait & switch. Sekian laporan dari KM Mitra.
