--- On Tue, 11/24/09, bram ok! <[email protected]> wrote:

From: bram ok! <[email protected]>
Subject: Sebuah renungan.
To: [email protected], "athena ramiero" <[email protected]>, "Ami 
Hatta" <[email protected]>, [email protected], "Decima 
Aryadi" <[email protected]>, "Fitri Bachtiar" <[email protected]>, 
[email protected], "Barnas Kamora" <[email protected]>, "Budi Secang" 
<[email protected]>, [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
"Nadia Marciano" <[email protected]>, "Martalena Tobing" 
<[email protected]>, [email protected], "Ossy Susantosa Denyoto" 
<[email protected]>, "qnoy unyil" <[email protected]>, 
[email protected], "s_r_sayers" <[email protected]>, 
[email protected]
Date: Tuesday, November 24, 2009, 8:23 AM



---------- Forwarded message ----------
From: Anto Dwiastoro <[email protected]>

Date: 2009/11/23
Subject: Fwd: Sebuah renungan.
To: Bram Ariestianto <[email protected]>, Agus Ichwanto 
<[email protected]>, "Andi Panggeleng (Subud)" <[email protected]>, 
"Terry Atmadja (Subud Semarang)" <[email protected]>, Arif Marzuki 
<[email protected]>, "F.M. Suhartati Wardhana (Subud Purwokerto)" 
<[email protected]>, "Anton Avianto (Subud)" <[email protected]>, "Bangun 
Handoyo (Subud Purwokerto)" <[email protected]>, Tris Ferryatno 
<[email protected]>, "Bunga Diantirta Yapati Putri (Subud)" 
<[email protected]>, Sri Udi Sayekti <[email protected]>, Heru Iman 
Sayudi <[email protected]>, Pandji Kiansantang 
<[email protected]>, "Wardhana SP (Subud Purwokerto)" 
<[email protected]>, "Kay Sirie (TSA Komunika)" <[email protected]>, Erna 
Ratnaningsih <[email protected]>, "Toni Sri Agustono (TSA Komunika)" 
<[email protected]>, Dini Triasrini Slamet <[email protected]>, Shanti 
Meiliasari Slamet <[email protected]>, Rina Widiyanti
 Slamet <[email protected]>, Anna Haryanto <[email protected]>





---------- Forwarded message ----------
From: achmad luthfie <[email protected]>


Date: 2009/11/22
Subject: Sebuah renungan.
To: [email protected], Anto Dwiastoro <[email protected]>, 
[email protected], Bagiyon <[email protected]>, dewi muharam 
<[email protected]>, Muladi Hantoro <[email protected]>, 
suryadi haryono <[email protected]>, Otjo Wiroreno <[email protected]>









  *Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki
seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's
Organization

ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak" yg mendedikasikan diri Untuk


belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah" lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana
pada saat itu Seveern yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg


memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia
terkemuka.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa
membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang


penuh dengan orang" terkemuka yg berdiri dan memberikan Tepuk Tangan yg
meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (sumber The Collage Foundation)

<b>Halo, nama Saya Severn Suzuki,
 berbicara mewakili E.C.O - Enviromental
Children Organization

Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak" berusia 12 dan 13
tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister,


Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang
kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa
bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak


memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya
saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau
rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua


generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak" yg kelaparan di seluruh dunia yang
tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang" yang sekarat yang tidak


terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena
 kehilangan habitat nya. kami
tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya
lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada


bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa
tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan"nya penuh dengan kanker. Dan
sekarang kami mendengar bahwa binatang" dan tumbuhan satu persatu mengalami


kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang"
liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu".
tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal" tersebut bahkan masih ada untuk


dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah" kecil ini ketika anda
sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini
 terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahan nya.
Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahan nya


tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama
seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai


asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah
punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala di
tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir..


Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, Anggota
perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenernya anda adalah ayah dan


ibu, saudara laki" dan
 saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua
adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah
bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar,


terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di
planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal
tersebut.*

**

*Saya Hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua


menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan
yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu
untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.



Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli
sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. walaupun begitu
tetap saja negara" di utara tidak akan berbagi dengan mereka
 yang
memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan


papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan
perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan
waktu dengan anak" yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut


memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya , dan jika Aku kaya, Aku
akan memberikan anak" jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat
tinggal . dan Cinta dan Kasih sayang " .

Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia


untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak" tersebut berusia sama
dengan saya , bahwa tempat
 kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang
begitu besar. bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak" yang hidup
di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ;
seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .



Saya hanyalah Seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua Uang yang
dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan
menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia


ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk berbuat
baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain.
Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.


Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak tamak..

Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarakan pada kami supaya
tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri
 Konfrensi ini. mengapa anda melakukan
hal ini - kami adalah anak" anda semua , Anda sekalianlah yang memutuskan
dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat
memberikan kenyamanan pada anak" mereka dengan mengatakan " Semuanya akan


baik-baik saja ". 'kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan' dan
' ini bukanlah akhir dari segalanya'

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada

kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?

Ayah saya selalu berkata ' kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu
bukan oleh kata" mu '

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. kalian
orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.



Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata" tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.</b>

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam 1 ruang sidang
 Konfrensi PBB,
membungkam seluruh Orang" penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya,
setelah pidato nya selesai serempak seluruh Orang yang hadir diruang pidato
tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia


12 tahun.

dan setelah itu ketua PBB mengatakan dalam pidato nya..

<b>" Hari ini Saya merasa sangatlah Malu terhadap Diri saya sendiri karena
saya baru saja disadarkan betapa penting na linkungan dan isi nya disekitar


kita oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini
tanpa selembar pun Naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa
berlembar naskah yang telah dibuat oleh assisten saya kemarin… Saya ...


tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun "


------------ --------- --------- --------- --------- --------- ---------
--------- --------- --------- --------- --------- ---
*Tolong sebarkan tulisan ini ke
 semua orang yang anda kenal, bukan untuk
mendapatkan nasib baik atau kesialan kalau tidak mengirimkan, tapi mari kita
bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa bumi sekaran*


------------------------------










      


-- 
ANTO DWIASTORO (Advertising Copywriter, Audio-Visual Scriptwriter, Public 
Relations Writer, Travel Writer, and Integrated Marketing Communications 
Consultant): Jl. Pondok Jaya VII/14, Mampang Prapatan, Jakarta 12720. Tel. +62 
21 336 960 80, +62 815 537 70700.






-- 
scientists learn how do the heavens go.
theologians learn how to go to heaven.




      

Kirim email ke