emangnya kalo ke empang suka bawa laptop Mang...tapi narasinya cukup mengena 
juga....tapi itu lah hidup,ada pepatah bahwa hidup adalah pilihan....tinggal 
milih aja mau santai atawa tergesa....konsekwensinya kalau santai, kesempatan 
akan selalu ketinggalan dan otomatis rejeki susah didapat dan kalau tergesa 
kesempatan kemungkinan besar akan slalu dapat dan tentunya rejeki akan mudah 
didapat....ma'af mang bukan menggurui tapi saya merasakan itu adalah kehidupan 
se-hari2 saya ....maklum karyawan rendahan...kalo ga gitu bisa2 di Drop Out 
dari kantor....bener ga sih Mang Uci....hehehehehe




________________________________
Dari: M J Sanusi <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sel, 19 Januari, 2010 14:27:06
Judul: RE: [MANCiNGiKANMaS] Fw: Sebuah renungan.

  
Hasil bengong di Empang klo lagi BONCOS
 
 
 
 
From:mancing_ikan@ yahoogroups. com [mailto:mancing_ i...@yahoogroups .com] On 
Behalf Of Surachman Rachman
Sent: Tuesday, January 19, 2010 1:24 PM
To: mancing_ikan@ yahoogroups. com
Subject: Bls: [MANCiNGiKANMaS] Fw: Sebuah renungan.
 
  
cakep banget tuh narasi nya...ckckckckckckc k...
 

________________________________

Dari:M J Sanusi <san...@amamesin. com>
Kepada: mancing_ikan@ yahoogroups. com
Terkirim: Sel, 19 Januari, 2010 12:14:55
Judul: RE: [MANCiNGiKANMaS] Fw: Sebuah renungan.

  
BELAJAR DARI KURA-KURA
Refleksi / Renungan.
 
 
Hidup di Jakarta,rasanya makin menyiksa , tiap hari aku berangkat pagi buta 
Tetapi jalan sudah padat dimana-mana.
Menyemut mobil dan motor roda dua, berimpit meliuk-liuk ke sini-sana.
Hujan sedikit banjir lalu macet luar biasa, waktu terbuang sia-sia.
Tua di jalan nasib derita semua .
 
 
Sepanjang hari aku tergesa-gesa, seperti lari dikejar anjing gila.
Pikiran gundah gulana,penuh rencana.
Sekarang pukul berapa ? , Pagi ini ada janji dengan siapa ?
Tak habisnya kupunya kerja, sibuk terus namun hidup terasa hampa.
 
 
Makan langsung telan, habis perkara., mengemudi kendaraan tegang bak berlomba
Terengah –engah naik turun tangga , ponsel kugenggam kemana-mana,
Tidak punya waktu untuk keluarga sanak saudara. Apalagi berlibur atau 
berolahraga.
Pulang larut malam,lesu tak berdaya, padahal ingin hidup sehat dan lama.
 
 
Tuhan memberi waktu sebagai karunia, bagaimana menggunakan secara bijaksana ?
Apakah santai ataukah tergesa-gesa ? Sebenarnya apa ynag paling utama ?
Kuantitas prestasi atau kualitas karya mulia.
Apakah ukuran hidup mulia ?, kebahagiaan yang diukur angka, 
Ataukah kedalaman makna ?
 
 
Aku jadi bertanya-tanya, siapakah lebih bijaksana, manusia ataukah kura-kura ?
Tolong aku belajar dari kura-kura, tugasnya tuntas langkahnya mantap sentosa
Umurnya panjang dua kali manusia, merasa cukup seadanya dan puas lega,
Karena punya waktu baca buku dan berdoa. Amin.
 
 
 
 

________________________________

Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih 
Cepat hari ini!



      Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? 
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke