maaf tadi salah klik, maksudnya saya sedikit beda pendapat sama rekan guru dari 
jatinegara. setau saya di jatinegara tidak ada lapangan untuk tarik traikan. 
maka teori dari jatinegara menurut saya tidak valid. tarikan ikan titin sudah 
terbukti jauh lebih dahsyat daripada ikan mas atau bawal. Tarikan ikan mas 
jauhlebih dahsyat daripada ikan lele.

maka, perguruan jatinegara harus meng-update pengetahuan. kalo dilihat 
spertinya ilmu lama yg dipake, karena patin baru-baru ini aja jadi idola games. 
mohon maaf kalo saya beda pendapat sama rekan guru boetjek.

fenomena baru mengenai umpan, selain 4 dasar yg telah saya sebut tadi, ada 
mahaguru saya mencoba dengan umpan pedes di MBAU, cuman belum beruntung dpt 
ikan dari padang yg doyan pedes/lada.

Saya juga mo tanya, kalo ikan suka protein, kenapa beberapa kali sayam mancing 
pake yg panas2/hangat seperti minyak kayu putih, pala, minyak sereh, dll tetep 
masih narik ikan? bahkan bisa prestasi! adakah yg punya jawaban, ulasan atau 
pengalaman?

pls, bagi dong!


 



________________________________
Dari: budi darwoto <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rab, 2 Juni, 2010 13:02:40
Judul: Re: [MANCiNGiKANMaS] Diskusi YUK!!!

  
Suhu MB...mohon maaf, ini berdasarkan pelajaran waktu dulu masih suka ikut 
tawuran di Jatinegara.. .kata pak guru, ikan2 yang bersisik lebih menggemari 
pakan yang mengandung protein, karena kebutuhan tenaganya sangat tinggi 
disebabkan gaya gesek oleh sisik2 itu sendiri, jadi kalau tidak berprotein 
tidak ada tenaga yang kuat/besar untuk "berlayar".. .makanya tarikan ikan2 
bersisik lebih kuat dibanding ikan2 yang tidak bersisik seperti Jeng Titin dan 
sejenisnya.. ..termasuk Bawal.  

"Mancing tuk' ibadah"...mau ikut ke Gaza, kalo ada kesempatan.




________________________________
From: Oktrijuma <mancing_laut@ yahoo.co. id>
To: mancing_ikan@ yahoogroups. com
Sent: Wed, June 2, 2010 12:45:13 PM
Subject: Re: [MANCiNGiKANMaS] Diskusi YUK!!!

  
Mbei.. Yang asyik kalo ngerampu 20 esen dicampur jadi satu.. Wuak kak kak kak

Sent from my BlackBerry® smartphone Manciiiiing Teruuusss... !
________________________________

From: mas bei <masbei...@yahoo. co.id> 
Sender: mancing_ikan@ yahoogroups. com 
Date: Wed, 2 Jun 2010 13:42:19 +0800 (SGT)
To: <mancing_ikan@ yahoogroups. com>
ReplyTo: mancing_ikan@ yahoogroups. com 
Subject: [MANCiNGiKANMaS] Diskusi YUK!!!
  
Setelah sekian hari mancing, menurut junior sepert ekeh, umpan dasar dpt di 
pilah menjadi beberapa aroma. Aroma ini sy perhatikan dasarnya tidak banyak, 
yaitu amis, gurih, asem dan wangi. Bila jeli dan mampu, maka dari varian dasar 
itu bisa di buat aroma/umpan yg sesuai dengan/mendekati kesukaan makanan ikan.

Panca Indera, terutama penciuman yg peka maka bisa dipastikan umpan akan lebih 
berkualitas, apa lagi hasil uji tadi dpt di jadikan acuan ke depannya untuk 
meramu umpan.

Umpan dasar tadi, kalo tidak salah juga dapat dipisah berdasarkan bahan dasar, 
contoh:

Amis: keluar dari ikan-ikanan atau daging
Wangi: bunga atau biji, seperti bunga melati, bunga mawar, dll
Gurih: biasanya dari kacang-kacangan atau juga buah, spt kacang tanah, almond, 
kacang mede, buah kelapa (kelapa buah bukan sih?).
Asem: sering kita jumpai dari buah atau hasil fermentasi, spt strawbery, 
markisa, jeruk, mangga, dll.

Nah, sharing dong! Kenapa tuh ikan demen ame yg berprotein tinggi?

Maaf Kang ito, mohon pencerahannnya
Mang Sulis, Mang Uci, Mang Oktri, Mang Bagoes, dll atas pencerahannya.

Karena meramu umpan mingturut saya tidak kalah dengan mancing, karena banyak 
sensasinya, seperti bengek krn sering nyiup mpan. oia, bagaimana mencampur 
umpan biar keluar aroma seperti yg kita inginkan, meskipun aroma udah sesuai 
keinginnan kita tetep aja ikan yg jadi juri. Tapi kalo ikan dah mau makan mpan 
kita, kemungkinan jawara kan lebih besar.

salam,
junior




Kirim email ke