Teman-teman, ini sedikit cerita perjalanan dan pengurusan jenasah almarhum,

Tanggal 12 Juli 2010, awal dimulainya perjalanan menuju Jayapura dengan 
menggunakan kapal antar pulau
Berangkat dari Tj Priok dan tiba di Jayapura tanggal 19 Juli 2010, ini adalah 
contact terakhir saya dengan almarhum. Beberapa hari kemudian saya coba contact 
lagi tapi ternyata dilokasi tidak ada signal sehingga seluruh komunikasi GSM 
tidak dapat dilakukan (mungkin harusnya bawa HP Satelit kalee ya..... tp gak 
punya)

Tanggal 8 Agustus 2010 terima sms, bahwa kakak sakit dikarenakan Malaria dan 
dirawat dirumah sakit bayangkara ternyata pada tanggal 10 dinyatakan rumah 
sakit 
tidak sanggup oleh karena kurangnya peralatan maka dirujuk kerumah sakit besar 
tapi posisi sudah penuh oleh pasien malaria, kondisi virus sudah menyerang OTAK 
dalam masa perawatan, kembali kakak mendapat komplikasi GINJAL (mungkin ini 
dikarenakan kakak selama berada dilokasi kerja sering minum KOPI), dan ginjal 
tidak tertolong, 1 buah ginjalnya pecah, kakak kemudian dipindahkan keruang 
ICCU 
untuk perawatan lebih intensive tapi kembali virus menyerang LEVERnya sehingga 
fungsi lever memburuk, team dokter mulai kesulitan untuk pengobatan karena 
untuk 
cuci darah diharapkan pasien bisa sadar tapi selama perawatan keadaan sadar 
hanya berupa menit bukan lagi jam sehingga pengobatan cuci darah tidak bisa 
dilakukan
Kami sekuarga, pasrahkan hal ini pada Tuhan Yang Maha Kuasa karena untuk 
membawa 
kakak ketanah Jawa, dari team dokter tidak dapat mengijinkan karena kondisi 
pasien yang kurang baik tersebut sedangkan untuk membawa dengan fasilitas 
khusus 
kami tidak mampu untuk membiayainya
Kami sangat sayang pada kakak kami ini dikarenakan kerendahan dan kemurahan 
hatinya pada kami tapi rupanya Tuhan Yang Maha Kuasa lebih menyanyangi kakak 
kami ini hingga pada hari Sabtu 14 Agustus 2010 jam 10.10 WIT (Jayapura) atau 
jam 08.10 WIB (Jakarta), kakak dipanggil keharibaan-Nya

Pengurusan jenasah segera kami lakukan, mulai memandikan hingga masukkan dalam 
peti untuk pengiriman ke Jakarta
Jenasah berangkat dari Jayapura (sentani) hari minggu 16 Agustus 2010 pada jam 
05.45 WIT atau 07.45 WIB (Jakarta) dengan pelepasan dan pengawalan oleh Militer 
AURI yang bertugas di Jayapura dan tiba di Airport Sukarno Hatta pada jam 12.24 
WIB, pengurusan dokumen dan pengeluaran peti selesai pada jam 14.30 WIB dan 
jenasah langsung kami bawa dengan pengawalan Paspan AURI Halim Perdana Kusuma 
menuju Ds Loji, Pelabuhan Ratu dan tiba pada jam 17.58 WIB (Ba'da Magrib) , 
selesai sholat tarawih (jam 20.15 WIB) kami lakukan sholat jenasah dan jenasah 
langsung kami kebumikan pada jam 20.45 WIB selesai jam 21.30 WIB
Dalam sambutan yang disampaikan, inti dari sambutan tersebut adalah :
P'Ustad berkata : "Ini adalah contoh untuk kita semua, bahwa kita juga akan 
mengalami seperti ini (Meninggal dan dikubur), tapi kapan waktunya adalah 
RAHASIA Tuhan Yang Maha Kuasa"
P'Lurah berkata : "Kebersamaan kita dalam pengurusan jenasah, adalah bukti 
bahwa 
kerukunan warga sangatlah erat sehingga jelas bahwa segala sesuatu yang 
dikerjakan bersama menjadi ringan dan mudah"

Pengalaman yang tidak terlupakan dan pesan yang sangat mendalam dirasakan

Bagaimana kita memaknai kisah ini ?????????


Mustika J Sanusi  & Kel

Kirim email ke